BALITA DAN ANAK
29 April 2020

7 Cara Mencegah Beri-beri Pada Anak

Disimak dengan baik ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Beri-beri adalah sebuah penyakit yang umumnya disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 atau thiamine pyrophosphate. Ketika tubuh kekurangan tiamin, anak bisa mengalami penyakit beri-beri sebab tubuh menggunakan cara yang kurang efisien untuk memecah glukosa, dan menghasilkan banyak asam laktat.

"Penumpukan asam laktat berkontribusi terhadap kematian neuron di daerah otak yang rentan. Kerusakan pada area otak ini bisa menghasilkan sindrom klinis ensefalopati Wernicke, dengan ciri inti seperti perubahan status mental, kelainan pergerakan mata, dan ataksia," jelas dokter Gregory Day, MD, ahli neurologi perilaku di Knight Alzheimer Disease Research Center, St. Louis.

Cara Mencegah Beri-beri Pada Anak

anak mengalami penyakit beri-beri

Foto: healthcautions.com

Untuk mencegah beri-beri pada anak, Moms perlu menerapkan pola makan seimbang dan memenuhi kebutuhan vitamin B1 yang anak perlukan. Ini dia tujuh cara ampuh yang bisa Moms lakukan untuk mencegah beri-beri pada anak terjadi.

  • Memasukkan kacang-kacangan (termasuk kacang poling) ke dalam menu makan anak.
  • Mengonsumsi ikan dan daging.
  • Mengonsumsi gandum dan biji-bijian.
  • Mengonsumsi nasi.
  • Mengonsumsi susu dan sereal.
  • Mengonsumsi asparagus, bayam, taoge, dan bit.
  • Hindari memasak makanan yang banyak mengandung vitamin B1 terlalu lama, karena akan menurunkan kadar vitamin B1 di dalamnya.

Baca Juga: 4 Manfaat Bayam untuk Kesehatan

Jenis Penyakit Beri-beri

beranak mengalami penyakit beri-beriiberi-2.jpg

Foto: healthcautions.com

Dikutip dari Connecticut Childrens, anak yang mengalami penyakit beri-beri dapat dibedakan menjadi dua jenis. Setiap jenisnya memiliki gejala yang berbeda.

Beri-beri basah: Jenis ini dapat memengaruhi sistem kardiovaskular, menyebabkan sirkulasi, dan penumpukan cairan yang buruk di jaringan. Gejala yang ditunjukkan anak yang mengalami penyakit beri-beri meliputi anak mengalami sesak napas selama aktivitas fisik, bangun dengan napas pendek, detak jantung yang cepat, kaki bagian bawah bengkak.

Beri-beri kering: Beri-beri kering dapat menyebabkan degenerasi saraf. Degenerasi biasanya dimulai pada tungkai dan lengan dan dapat menyebabkan atrofi otot dan hilangnya refleks. Anak yang mengalami penyakit beri-beri kering menunjukkan gejala seperti penurunan fungsi otot (terutama pada tungkai bawah), kesemutan atau baal pada kaki dan tangan, kebingungan mental, kesulitan bicara, hingga kelumpuhan.

Manfaat dan Fungsi Vitamin B1

Tiamin umumnya digunakan untuk mengobati orang yang memiliki penyakit jantung, gangguan metabolisme, penuaan, sariawan, katarak, glaukoma, dan mabuk perjalanan. Tiamin juga dapat mencegah beri-beri pada anak dan memiliki manfaat lain seperti:

Baca Juga: 5 Tips Jitu Memilih Suplemen Vitamin Untuk Anak

1. Anti Stres

anak mengalami penyakit beri-beri

Foto: martindudekphoto.com

Menurut University of Maryland Medical Center tiamin juga disebut vitamin "anti-stres". Penelitian telah menemukan bahwa B1 dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengendalikan suasana hati dan gangguan fisiologis akibat stres.

"Tiamin juga digunakan untuk mempertahankan sikap mental positif, mencegah kehilangan memori, meningkatkan kemampuan belajar, melawan stres dan meningkatkan energi," kata dokter Sherry Ross, dokter kandungan dan ahli kesehatan wanita Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California.

2. Mengobati Katarak

anak mengalami penyakit beri-beri

Foto: news.sky.com

Menurut Pusat Medis Milton S. Hershey, banyak penelitian juga menyimpulkan bahwa vitamin B1, bersama dengan vitamin lain, jika dikonsumsi dengan benar dapat mencegah katarak. Ya, tak hanya untuk orang dewasa, katarak juga bisa dialami anak.

3. Mencegah Obesitas

anak mengalami penyakit beri-beri

Foto: neoskosmos.com

Sebuah studi oleh Laboratorium Farmakoterapi di Osaka University of Pharmaceutical Sciences di Takatsuki, Jepang menemukan bahwa tiamin memiliki potensi untuk mencegah obesitas dan gangguan metabolisme pada tikus. Peneliti lain percaya bahwa vitamin B berperan dalam metabolisme tubuh dan mungkin interregnal untuk pengobatan gangguan metabolisme.

Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak Dengan 6 Cara Ini

Terakhir, untuk Moms yang masih menyusui juga wajib mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B1. Sebab, bayi pun memiliki risiko terkena beri-beri jika ASI yang bayi minum kekurangan tiamin atau jika mereka hanya minum susu formula tanpa vitamin B1.

Artikel Terkait