BALITA DAN ANAK
23 Mei 2019

7 Cara Mengatasi Susah Makan pada Anak Autis

Coba terapkan cara ini selama sebulan penuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla

Anak autis lima kali lebih berisiko mengalami susah makan dibanding anak-anak lain.

Ada anak yang hanya mau makan makanan yang itu-itu saja (misalnya junk food), ada pula yang terlihat tak berselera makan sama sekali karena tidak mampu menerjemahkan rasa lapar.

Penyebabnya bisa jadi karena alasan medis, seperti alergi, intoleransi, masalah pencernaan, dan sebagainya.

Untuk mengetahui secara pasti, diperlukan pemeriksaan medis.

Di luar itu, ada beberapa hal yang bisa Moms usahakan agar anak autis mau makan.

Coba langkah-langkah ini selama sebulan penuh secara konsisten agar anak autis lebih nyaman dengan beragam makanan sehat:

1. Sajikan Ragam Makanan Bergizi Setiap Makan dan Ngemil

shutterstock_1331055542.jpg

Foto: Shutterstock

Menghidangkan satu jenis protein, satu macam sayur atau buah, serta satu jenis karbohidrat bersama sedikit keripik favorit anak tampak terlalu banyak bagi anak yang susah makan.

Meski belum tentu dimakan, Moms pasti mau memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberikan pilihan bergizi pada si kecil.

Jika anak tak menyantapnya di waktu makan, masih ada waktu ngemil dengan pilihan yang sama beragam namun dengan porsi lebih kecil.

Keripik favorit anak berfungsi untuk mengundang anak ke meja makan dan makan bersama Moms.

Baca Juga: Benarkan Vaksinasi Campak Jadi Pemicu Autisme Pada Anak?

2. Bermain dengan Makanan

shutterstock_298593938.jpg

Foto: Shutterstock

Jika kita melihat dari sudut pandang anak, makanan adalah sumber pertengkaran di rumah.

Buatlah anak memandang makanan secara positif lagi dengan mengajaknya bermain.

Ada banyak cara yang bisa Moms lakukan, misalnya main “belanja di pasar”.

Moms juga bisa mengajak anak ke supermarket atau pasar, lalu dorong dia untuk menyentuh, mencium, serta mengidentifikasi bentuk dan warna aneka makanan.

Buatlah lagu tentang makanan dan libatkan ia saat Moms memasak atau membuat kue.

Kalau anak tidak suka memegang makanan dengan tangan, berikan ia sendok atau pisau tumpul untuk membentuk makanan.

Baca Juga: 7 Tips Mengasuh Anak dengan Autisme

3. Makan Bersama

shutterstock_1238092756.jpg

Foto: Shutterstock

Jangan sepelekan manfaat makan bersama.

Meski tak selalu lengkap bersama seluruh anggota keluarga karena kesibukan masing-masing, usahakan Moms dan si kecil duduk bersama di meja makan minimal 15 menit.

Berikan anak makanan yang sama dengan anggota keluarga lain walau mungkin dia akan menolaknya.

Awalnya anak mungkin tidak makan apa-apa, tapi ia akan melihat Moms makan, mencium aroma, dan mendengar suara makanan dikunyah.

Langkah ini baik untuk mendorong anak ikut makan.

4. Jangan Tunggu Anak Lapar

shutterstock_1104272273.jpg

Foto: Shutterstock

Anak-anak autis jarang mengaku lapar atau ingin makan seperti anak-anak lain.

Karena itu, tawarkan makan atau ngemil setiap 2,5 jam. Lakukan secara konsisten.

Jangan tunggu ia lapar atau bertanya dulu apakah anak lapar sebelum menawarkan makanan.

Sebab, jawabannya kemungkinan akan “tidak”.

5. Buat Jadwal Makan Visual

shutterstock_1240964359.jpg

Foto: Shutterstock

Anak autis cenderung menyukai rutinitas yang jelas.

Tulis jadwal makan dan ngemil atau gunakan gambar, lalu tempelkan di kamar, dapur, atau tempat anak banyak menghabiskan waktu.

Moms bisa menggunakan timer agar anak bisa mengukur bahwa waktu makan sudah dekat.

Tujuannya adalah memberikan anak waktu untuk bersiap-siap sebelum makan, sehingga kecemasan yang sering terjadi pada anak autis bisa teratasi.

Baca Juga: 5 Persiapan Sebelum Traveling Bersama Anak dengan Autisme

6. Bergerak Sebelum Makan

shutterstock_1018503487.jpg

Foto: Shutterstock

Di terapi okupasi, gerakan sering digunakan untuk “membangunkan” tubuh dan indra anak.

Coba ajak anak bergerak sebelum makan, misalnya berjalan mengitari meja makan mengikuti irama musik.

7. Biarkan Anak Mengambil Makanannya Sendiri

shutterstock_1086963257.jpg

Foto: Shutterstock

Saat makan bersama keluarga, biarkan anak mengambil makanannya sendiri.

Jadi, ia merasa punya kendali atas makanannya.

Kemudian, minta ia mengambilkan makanan untuk anggota keluarga lain.

Dengan demikian, anak akan merasakan aspek sensori makanan setiap ia mengambilkan makanan.

(EMA/CAR)

Artikel Terkait