DI ATAS 5 TAHUN
7 Maret 2018

7 Cara Pintar Memilih Pengasuh Anak

Ikuti cara berikut untuk mengetahui pengasuh yang baik dan senang anak-anak
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Urusan mencari orang yang pas untuk mengasuh Si Kecil memang teramat penting. Apalagi jika Mom adalah ibu bekerja. Namun, ibarat mencari pasangan hidup, mencari orang yang pas dengan Mom dan buah hati memang susah-susah gampang.

Memang, sih, Mom bisa mencari pengasuh dari yayasan penyalur tenaga kerja. Tinggal pilih, kualifikasi seperti apa yang diinginkan, apakah sekadar asisten rumah tangga (ART), atau suster/baby sitter.

Baca Juga : 9 Tips Merawat Anak dari Selebriti

Tapi, bagaimana dengan jaminan dan kredibilitasnya? Pasalnya, tak semua yayasan bersedia memberi garansi bila terjadi suatu masalah dengan ART atau baby sitter-nya, misalnya mengundurkan diri mendadak, atau yang paling fatal... melakukan tindak kriminal seperti menculik. Duh, amit-amit!

Baca Juga : Baby Sitter Aniaya Balita 2,5 Tahun, Ini Tips Agar Anak Aman Ditinggal Bersama Pengasuh

Oleh karena itu, beberapa orang, merasa lebih nyaman mencari pengasuh anak berdasarkan referensi dari anggota keluarga atau teman. Alasannya, kalau ada masalah, paling tidak ada saudara atau kerabat yang tahu asal-usul PRT atau baby sitter tersebut.

Pilihan apa pun yang diambil oleh Mom, psikolog A. Kassandra Putranto, menganjurkan para orang tua untuk melakukan beberapa hal sebelum memutuskan untuk mempekerjakan pengasuh anak. Ini dia beberapa di antaranya:

  1. Pastikan calon pengasuh memiliki referensi yang terpercaya. Jangan mempekerjakan orang yang tidak dikenal atau tidak punya track record.
  2. Lakukan obervasi terhadap penampilan calon pengasuh. Amati apakah dia terlihat bersih dan merawat diri dengan baik, lewat caranya berpakaian, dan berdandan.
  3. Amati cara berbicara dan isi pembicaraannya. Calon pengasuh mengaku suka dengan anak-anak? Amati raut wajahnya saat dia berinteraksi dengan anak, apakah terlihat tulus atau justru terpaksa.
  4. Tanyakan pengalamannya dalam mengasuh anak. Misal, berapa lama dia telah menekuni profesi ini? Pernahkah mendapatkan pelatihan atau tidak? Atau, kalau belum berpengalaman sebagai pengasuh, tanyakan apakah dia pernah mengasuh adiknya yang masih kecil.
  5. Ajukan pertanyaan yang sifatnya role play. Misal, tanyakan apa yang akan ia lakukan saat anak Anda tak mau makan. Atau, apa yang akan ia lakukan saat anak marah karena keinginannya tidak dituruti.
  6. Amati bahasa tubuhnya. Anda harus waspada padanya jika calon pengasuh menolak untuk melakukan kontak mata, terlihat ragu-ragu, atau melakukan gerakan tangan yang berlebihan saat menjawab pertanyaan.
  7. Minta calon pengasuh untuk melakukan interaksi dengan anak. Amati cara ia berkomunikasi dengan anak, termasuk tutur kata yang digunakan saat berbicara dengan anak.

Baca Juga : Plus Minus Menggunakan Jasa Babysitter Untuk Merawat Anak

Bila calon pengasuh idaman sudah ditemukan, bicarakan dengan jelas apa yang Mom harapkan darinya, dan tentukan apa saja yang menjadi tugas dan kewajiban pengasuh.

Meski begitu, jangan pernah lupa bahwa pengasuh hanyalah orang yang membantu Mom untuk merawat Si Kecil. Jadi, ketika Mom sedang tidak bekerja atau punya waktu luang, pastikan Moms tetap turun tangan dalam mengasuh buah hati, ya!

(BIL)

Artikel Terkait