PARENTING
17 Februari 2020

7 Kesalahan Perawatan Luka Anak Yang Harus Dihindari

Baca dan jangan sampai salah lagi ya Moms!
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tanpa disadari, orang tua seringkali melakukan kesalahan perawatan luka anak yang justru memperbesar risiko infeksi atau memperlambat waktu pulih.

Bila diperhatikan, kesalahan perawatan luka anak kebanyakan bersumber dari saran mulut ke mulut atau praktik turun temurun yang sebenarnya tidak efektif.

Ini Dia Kesalahan Perawatan Luka Anak

Supaya tidak salah kaprah lagi, sebaiknya mulai hentikan melakukan berbagai kesalahan perawatan luka anak berikut ini ya, Moms.

1. Tidak Segera Membersihkan Luka

kesalahan perawatan luka anak

Foto: mvppediatric.com

Kebiasaan langsung menempelkan plester pada luka anak tanpa dibersihkan terlebih dahulu bisa membuat bakteri dan kotoran terperangkap, sehingga risiko terjadinya infeksi jadi semakin besar.

Langkah paling vital dalam perawatan luka adalah membersihkannya di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran.

Bila memungkinkan, luka dan area kulit sekitarnya juga sebaiknya digosok perlahan dengan menggunakan sabun dan kain bersih.

Baca Juga: Cegah Infeksi, Perhatikan 4 Langkah Perawatan Luka di Telapak Kaki Balita

2. Penggunaan Alkohol Untuk Membersihkan Luka

kesalahan perawatan luka anak

Foto: medicalnewstoday.com

Menurut Dr. Kazu Suzuki, kepala Tower Wound Care Center, kebiasaan membersihkan luka terbuka dengan alkohol atau hidrogen peroksida harus segera dihentikan.

Selain akan membakar kulit, kesalahan perawatan luka anak ini juga merusak jaringan sensitif pada luka.

Yang sebaiknya Moms lakukan adalah membersihkan luka dibawah air mengalir atau menggunakan pembersih yang mengandung agen antiseptik seperti polyhexanide.

3. Tidak Menutup Luka Agar Cepat Kering

kesalahan perawatan luka anak

Foto: dailymail.co.uk

Kesalahan perawatan luka anak lain yang harus dihindari adalah tidak menutup luka supaya terkena angin dan cepat kering.

Pasalnya, semakin lama luka dibiarkan terbuka maka akan semakin besar pula risiko bakteri dan partikel asing penyebab infeksi masuk ke dalam luka.

Sebaiknya luka ditutup dengan kain kasa atau plester berpori agar sel kulit tetap lembap dan bisa beregenerasi dengan normal.

Baca Juga: Ini Perawatan Luka Bakar yang Tepat Dilakukan untuk Si Kecil

4. Tidak Rutin Mengganti Penutup Luka

kesalahan perawatan luka anak

Foto: familyeducation.com

Dokter Cynthia Vuittonet, MD, dari Hackensack Meridian Health Raritan Bay Medical Center menjelaskan kalau memberikan obat dan menutup luka selama berhari-hari tanpa diganti tidak akan mempercepat pemulihan luka.

Kesalahan perawatan luka anak ini justru membuat area luka terlalu lembap sehingga lebih lama pulih lho, Moms.

Penutup luka sebaiknya diganti setidaknya dua kali dalam sehari, sambil membersihkan area kulit di sekitar luka dengan menggunakan sabun agar tetap bersih dan kering.

5. Mendinginkan Luka Bakar Dengan Es

kesalahan perawatan luka anak

Foto: britannica.com

Saat Si Kecil mengalami luka bakar, jangan sekali-kali menempelkan es untuk mendinginkan atau membersihkan lukanya, Moms.

Seperti dikutip dari situs biodermis.com, menempelkan es langsung pada luka bakar justru akan menyebabkan frostbite dan kerusakan jaringan halus.

Selain itu, es juga membuat luka jadi lebih sulit sembuh dan pulih seperti semula.

Baca Juga: 5 Langkah Pertolongan Pertama untuk Perawatan Luka Si Kecil

6. Mengoleskan Mentega Pada Luka Bakar

kesalahan perawatan luka anak

Foto: leaf.tv

Nah, ini dia kesalahan perawatan luka anak yang sering ditemui dan harus segera dihentikan.

Mengoleskan mentega atau zat berminyak lain pada luka bakar akan membuat udara panas terjebak di dalam kulit. Akibatnya, luka bakar jadi lebih sulit sembuh maupun diobati dengan benar.

Pertolongan pertama pada luka bakar yang seharusnya dilakukan adalah menaruh luka dibawah air mengalir selama setidaknya 10 menit, keringkan perlahan, lalu tutupi dengan kasa atau kain longgar yang tidak menempel pada kulit.

7. Mengeluarkan Objek Yang Menusuk Kulit

kesalahan perawatan luka anak

Foto parenting.firstcry.com

Cedera memang tidak pernah bisa diduga, tapi Moms perlu tahu kalau objek penyebab luka tusuk pada anak sebaiknya tidak buru-buru dikeluarkan sendiri. Apalagi kalau posisinya cukup dalam.

Selain bisa menyebabkan pendarahan hebat yang membuat Si Kecil kehabisan darah, juga berisiko lebih melukai bagian dalam tubuh.

Pada situasi seperti ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan pendarahan sebisa mungkin dan segera membawa Si Kecil ke UGD untuk ditangani oleh dokter.

Baca Juga: Moms, Ini 6 Langkah Jitu Perawatan Luka Pada Kulit Bayi

Bila Moms tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan untuk merawat luka anak, lebih baik bawa ke dokter secepat mungkin agar bisa ditangani secara profesional. Jangan coba-coba bereksperimen dengan perawatan luka yang belum pasti hasilnya ya, Moms.

Apa Moms tahu, kesalahan perawatan luka anak lain yang harus dihindari?

Artikel Terkait