BALITA DAN ANAK
23 Agustus 2019

7 Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari

Waspada jika Si Kecil kesulitan tidur di malam hari. Ketahui apa penyebabnya!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Tidur diperlukan agar semua fungsi tubuh dapat bekerja sebaik-baiknya. Kurangnya jam tidur karena ada masalah kesulitan tidur ternyata tidak hanya dapat dijumpai pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak.

Dengan kurang tidur, ada konsekuensi jangka panjang yang potensial dan perubahan dalam kesehatan kita, seperti sistem kekebalan tubuh tidak akan berfungsi dengan baik. Tidak mendapat tidur yang cukup juga akan cenderung menambah berat badan.

"Ada studi menarik, anak-anak dengan waktu tidur pendek lebih cenderung gemuk daripada anak-anak yang tidur cukup,” terang William Kohler, Direktur Florida Center of Sleep Medicine.

Berikut beberapa kemungkinan mengapa Si Kecil mengalami kesulitan tidur di malam hari. Ketahui penyebabnya agar bisa diatasi sesegera mungkin!

1. Stres

Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari - Stres.jpeg

Alasan anak susah tidur ternyata bisa jadi karena stres. Siapa bilang stres hanya bisa dialami oleh orang dewasa? Anak-anak pun dapat mengalaminya dan menjadi salah satu penyebab menjadi susah untuk tidur hingga insomnia. Depresi dan bipolar juga dapat disebabkan hal yang sama.

Jika Moms dan Dads melihat tanda-tanda ada sesuatu pada diri Si Kecil, ada baiknya untuk meluangkan waktu bersamanya dan tanyakan bagaimana keadaannya di sekolah, di lingkungan rumah atau bahkan tanyakan juga apakah di dalam rumah ia merasa nyaman atau tidak.

2. Kurang Tidur

Kurang tidur juga bisa jadi penyebab anak jadi susah tidur lho Moms. Waktu tidur yang kurang juga dapat menjadi penyebab pada akhirnya Si Kecil jadi tidak bisa tidur di malam hari. Biasanya Si Kecil keasyikan main hingga tidak tidur siang. Pastikan waktu tidurnya dalam sehari mencukupi.

Baca Juga: Balita Susah Tidur? Ini Cara Efektif Agar Anak Tidur Nyenyak

3. Penggunaan kafein atau stimulan lainnya

Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari - Kafein.jpeg

Minuman soda dan sebagian besar minuman berenergi mengandung kafein yang dapat memengaruhi proses tidur. Karena itulah, sebaiknya hindari Si Kecil mengkonsumsinya, termasuk juga minuman kopi dan cokelat yang mengandung kafein cukup tinggi,

Jika Si Kecil suka mengonsumsi minuman kopi atau cokelat, bisa jadi dia akan susah tidur.

4. Faktor Lingkungan

Suhu panas atau dingin, bising, hingga cahaya di kamar tidur dapat menjadi faktor yang mengganggu tidur Si Kecil. Moms dapat memastikan kondisi kamar sudah nyaman sehingga Si Kecil dapat tidur nyenyak.

Penggunaan gadget sebelum menjelang tidur juga berpengaruh pada tidur Si Kecil, lho. Sebaiknya matikan semua gadget sehingga ia bisa tertidur pulas tanpa gangguan.

Baca Juga: Balita Bermain Gadget, Bagaimana Aturannya?

5. Gangguan Medis

Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari - gangguan medis.jpeg

Asma di malam hari yang tidak terkontrol, hidung tersumbat akibat alergi atau kulit gatal akibat eksim bisa jadi menghalangi Si Kecil untuk mendapatkan waktu tidur yang berkualitas.

Gangguan medis lainnya, termasuk fibromyalgia, kram otot, nyeri, dan penyakit tiroid dapat menyebabkan insomnia. Berbagai penyakit lain yang biasa diderita anak-anak, seperti demam dan flu juga bisa membuatnya susah tidur. Jika sudah mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter anak.

6. Gangguan Perkembangan Syaraf

Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari - gangguan syaraf dan mental.jpeg

Ada beberapa gangguan perkembangan syaraf yang juga dapat membuat Si Kecil susah untuk tidur di malam hari, seperti autisme, keterbelakangan mental, dan sindrom Asperger.

Selain itu, jika si kecil didiagnosis ADHD atau gangguan yang ditandai oleh perilaku impulsif, hiperaktif, dan sulitnya memusatkan perhatian, ada kemungkinan ia pun dapat mengalami susah tidur.

“Anak-anak dengan ADHD sangat aktif sehingga akan butuh waktu lama untuk 'mematikan mesin' mereka. Level energi mereka ada sepanjang waktu,” ujar Dr. Gabrielle Carlson, Direktur Psikiatri Anak dan Remaja di Universitas Negeri New Yoir di Stony Book.

Hal serupa juga dikemukakan Lynne Lamberg, co-author The Body Clock Guide to better Health. Dia mengatakan, ADHD tampaknya merupakan kondisi 24 jam yang dapat mengganggu siang hari dan waktu tidur.

7. Efek Samping Penggunaan Obat-obatan

Perhatikan obat-obatan yang dikonsumsi Si Kecil saat sakit atau obat untuk masalah mentalnya. Efek samping dari obat-obatan tertentu, misalnya, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gangguan ADHD, antidepresan, kortikosteroid, dan antikonvulsan dapat menyebabkan insomnia.

Baca Juga: Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

Jika Moms dan Dads sudah memastikan semuanya dalam kondisi baik tapi Si Kecil masih tetap mengalami susah tidur, ada baiknya untuk segera memeriksakan dirinya ke dokternya.

(DI/ERN)

Artikel Terkait