BALITA DAN ANAK
13 Februari 2020

7 Penyebab Sakit Lutut pada Anak dan Remaja

Simak penyebabnya dan sehingga Moms bisa mencegahnya
Artikel ditulis oleh Fitria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sakit lutut biasanya berhubungan dengan pria dan wanita paruh baya, bukan anak-anak. Jadi, ketika Si Kecil bilang dengkulnya nyeri, Moms mungkin mengira penyebab sakit lutut pada anak sekadar akibat jatuh atau loncat berlebihan dan akan sembuh dalam 1-2 hari.

Namun, bagaimana jika sakit lutut anak belum juga sembuh? Jangan-jangan, ini adalah gejala masalah lutut lainnya. Karena itu, jangan abaikan keluhan anak tentang sakit lutut.

Menurut Sally Tennant, ahli bedah ortopedi pediatrik di Inggris, mendiagnosis penyebab sakit lutut pada anak bisa jadi sulit karena gejalanya samar. Anak-anak juga sering kesusahan menggambarkan sakit yang mereka rasakan.

Selain itu, kecemasan akan pengobatan yang akan dijalani seringkali membuat anak mengecil-ngecilkan gejala yang mereka alami.

Penyebab Sakit Lutut pada Anak

Sakit lutut pada anak bisa memiliki banyak penyebab, di antaranya:

1. Beraktivitas Fisik Terlalu Keras

penyebab sakit lutut

Foto: i.ytimg.com

Misalnya meloncat-loncat, bermain fisik dalam waktu lama, membuat lutut tegang saat berolahraga, dan sebagainya.

2. Infeksi Bakteri di Lutut

Bisa menyebabkan kondisi seperti osteomyelitis dan artritis septik yang menimbulkan demam, bengkak, dan sakit di lutut sehingga anak sulit berjalan.

Peradangan bisa membuat nanah terperangkap di sendi. Hal ini menimbulkan kerusakan tulang rawan artikular secara cepat dan tidak bisa disembuhkan.

Karena itu, jika anak mengalami sakit lutut dan bengkak yang berlangsung lebih dari sehari, bawa ia ke dokter.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Lutut Sering Berbunyi Gemeretak

3. Artritis

penyebab sakit lutut

Foto: medicalnewstoday.com

Jika anak menunjukkan tanda seperti nyeri, inflamasi, kaku sendi, dan letih, hal tersebut bisa mengindikasikan penyakit reumatik parah seperti artritis juvenile.

Inflammatory arthritis inflamasi dan artritis reaktif yang lebih lazim dialami orang dewasa daripada anak-anak juga bisa menyebabkan sakit ringan di lutut atau kaku sendi.

3. Penyakit Osgood-Schlatter

Penyakit Osgood-Schlatter peradangan di tempat tulang kering melekat dengan tempurung lutut.

Kondisi ini biasa terjadi saat puber dan dapat dialami anak-anak yang berpartisipasi di bidang atletik dan olahraga.

Gejalanya bisa diatasi dengan beristirahat, mengompres dengan es, menggunakan obat analgesik, dan fisioterapi jika perlu.

Baca Juga: Benjol di Lutut, Hati-Hati Terkena Kista Baker

4. Cedera Jaringan Lunak Lutut

Cedera jaringan lunak lutut adalah kerusakan ligamen, urat, dan otot di area tertentu tubuh.

Penyebabnya adalah karena ligamen, urat, dan otot digunakan berlebihan atau mendapat tekanan berlebih. Kondisi ini banyak terjadi pada anak yang aktif.

5. Sindrom Patellofemoral (PFS)

penyebab sakit lutut

Foto: activeforlife.com

Menurut jurnal Knee Surgery, Sports Traumatology, Arthroscopy yang dipublikasikan pada November 2013, sindrom patellofemoral kemungkinan adalah penyebab sakit lutut anterior yang lebih banyak diderita oleh perempuan muda.

Penggunaan berlebihan, cedera, pergeseran tempurung lutut, kelebihan berat badan, atau tekanan yang dibebankan pada tempurung lutut menimbulkan kekasaran, pelunakan, atau kelelahan tulang rawan di bawah tempurung lutut.

Anak yang mengalami sindrom patellofemoral mengalami sakit ketika duduk lama, berjongkok, melompat, naik tangga, atau menekuk lutut.

Baca Juga: 3 Trik Mengatasi Kulit Kusam pada Siku dan Lutut

6. Tumor

Tumor di sekitar lutut biasanya jinak namun menyakitkan. Diperlukan diagnosis untuk memastikan pertumbuhan jaringan yang tidak normal.

Selain itu ada beberapa kemungkinan lain yang menyebabkan sakit lutut pada anak, di antaranya jumper’s knee, quadriceps tendinitis, cedera ligamen lutut anterior, atau robekan meniskus. Karena itu, konsultasikan kepada dokter jika sakit lutut pada anak mulai terlihat tidak wajar.

Itu dia Moms, penyebab sakit lutut pada anak yang harus diperhatikan. Tujuannya adalah supaya nantinya Moms bisa melakukan usaha pencegahan agar sakit lutut tidak terjadi.

Artikel Terkait