TREN
7 Juni 2016

7 Sikap Mengapa Anda Dijauhi Rekan Kerja

Sifat-sifat yang tidak disukai teman kerja
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (serenata.rosalia)
Disunting oleh (serenata.rosalia)

Sebuah organisasi tidak akan terbangun dengan baik jika 'hawa' persaingan tidak sehat terus ada di dalamnya. Alih-alih mengejar target, Anda terkadang lupa, bahwasanya attitude yang baik yang akan membedakan Anda antara 'pencapai-target-saja' menjadi 'pencapai-target-dengan-dengan-attitude-baik'. Berikut ini, kami akan berikan contoh sikap yang harus Anda hindari jika Anda tidak ingin rekan kerja Anda menjauh:

Egois dan Individual

“Saya tidak akan mengganggu pekerjaan kalian, maka dari itu, kalian tidak bisa mengganggu pekerjaan saya”. “Saya sedang dalam masalah besar, banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan, jika saya ceritakan masalah saya kepada kalian, belum tentu kalian membantu saya”. Contoh perkataan seperti itu perlu Anda buang jauh-jauh. Bagaimanapun, bukankah pekerjaan yang baik adalah pekerjaan hasil team work dengan kualitas komunikasi yang baik?

Judgemental Person

Siapa, sih, yang suka berdekatan dengan orang yang selalu mencari-cari kesalahan, menghakimi tanpa alasan yang jelas, bahkan seperti merasa dirinya selalu benar? Jika ada orang seperti ini, bisa jadi kehadiranya bukan sebagai penyeimbang dalam lingkungan kerja, justru menjadi malapetaka. Sebagus apapun prestasi Anda dalam pekerjaan, Anda akan dicap sebagai orang yang tidak layak untuk dijadikan partner kerja.

Teman = Kompetitor

Tidak salah jika Anda memiliki daya juang yang tinggi dalam bekerja, pimpinan Anda pun akan senang melihat Anda yang terus bersemangat dalam mencapai target. Tapi jangan sampai menjadikan teman Anda adalah musuh yang harus Anda kalahkan. Namun terkadang terlalu ambisius juga membuat Anda selalu berpikir bagaimana Anda mencapai target Anda setinggi-tingginya, tanpa memikirkan hal-hal buruk apa saja yang akan terjadi disekitar Anda, termasuk teman kerja.

Kasar

“Saya memang orang yang blak-blakan, jika kalian sakit hati dengan ucapan saya, itu urusan kalian”. Kadang kala, kita mendapat orang seperti ini dalam lingkungan kerja. Orang seperti ini merasa dirinya baik karena jujur dalam mengemukakan pendapat, tetapi tidak memikirkan perasaan orang lain. Untuk itu, hati-hatilah dalam bersikap, jangan sampai Anda menjadi salah satu orang seperti itu. Suatu saat Anda akan menyadari, attitude yang baik akan menghantarkan Anda kepada kesempatan pekerjaan yang lebih baik.

Negative Thinking

Negative thinking dapat dikatakan sebagai pola pikir yang selalu mengarah kepada hal-hal yang tidak baik. Terlalu sering berpikiran negatif juga akan membuat citra diri Anda ikut negatif. Penyebabnya bisa jadi karena tekanan pekerjaan yang terlalu tinggi. Jika sikap ini ada dalam diri Anda, Anda wajib waspada dan segera berbenah diri. Jadikan diri Anda pribadi yang hangat dan berpikiran tebuka, tidak melihat sesuatu hanya dari satu sisi saja.

Terlalu Sensitif

Kita sering mendengar istilah 'baper' akhir-akhir ini. Baper atau singkatan dari terbawa perasaan sering dikaitkan kepada orang yang terlalu sensitif ketika menanggapi suatu masalah.

Bisa jadi orang yang terlalu cepat bersedih dan rendah diri ketika dikritik atau bisa jadi orang yang terlalu cepat marah ketika sedang ditegur. Hal ini akan menjadikan orang-orang di sekitar Anda bingung dan terlalu hati-hati ketika berhadapan dengan Anda. Dengan begini, tidak akan banyak orang yang tahan berlama-lama dengan Anda.

Bossy

Ini mungkin sikap yang paling menyebalkan yang banyak terjadi di lingkungan kerja. Sikap yang menunjukan bahwa dirinya superior dan berhak memerintah siapa saja yang dia kehendaki., sering membuat peraturan yang tidak masuk akal, dan menganggap dirinya lebih pintar dari yang lain. Parahnya, Si Bossy ini terkadang sering 'melempar' pekerjaannya kepada siapa yang dianggapnya lemah.

(LMF)

Sumber Gambar: forbes.com

Artikel Terkait