GAYA HIDUP
22 September 2019

7Jenis Alergi Langka di Dunia, Ada yang Alergi Sinar Matahari!

Diantaranya, Alergi Air Hingga Sinar Matahari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Alergi terjadi pada sekitar 30 persen populasi di dunia. Sebagian besar mengalami alergi yang terbilang umum, seperti alergi bulu binatang, alergi polusi atau debu, dan lainnya.

Namun, ada pula sebagian orang yang mengalami alergi langka atau alergi yang jarang terjadi di dunia.

Nah, berikut ini ada tujuh alergi langka di dunia yang mungkin belum Moms ketahui, sebagaimana dikutip dari treated.com dan benenden.co.uk:

1. Semen (Hipersensitivitas Plasma Seminalis)

shutterstock_716883061.jpg

Reaksi alergi langka ini disebabkan oleh protein pada sperma pria. Menurut penelitian, alergi tersebut dialami pada 12 persen perempuan.

Gejalanya, setelah hubungan seksual di mana sperma bersentuhan dengan vagina, timbul kemerahan, bengkak, gatal, dan sakit.

Baca Juga: Rahasia Tetap Aktif Bercinta untuk Perempuan Karir

2. Air (Aquagenic Urticaria)

air - www.huffingtonpost.com_.jpg

Dari berbagai kasus alergi langka, alergi terhadap air adalah alergi yang paling langka. Ketika terjadi kontak dengan air,tubuh akan bereaksi gatal-gatal, ruam atau angioedema.

”Ruam sering digambarkan sangat gatal, tidak nyaman, dan bisa menyakitkan,” jelas Holly.

Aquagenic urticaria dapat dipicu oleh paparan air dari mandi, berenang, dan paparan hujan. Bahkan, dalam kasus yang lebih tidak biasa, bisa pula dipicu oleh paparan keringat atau air mata.

Tidak banyak yang diketahui tentang alergi ini, akan tetapi kemungkinan dipicu oleh perubahan tingkat histamin (zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel di dalam tubuh ketika mengalami reaksi alergi).

3. Sinar Matahari (Polymorphic Light Eruption/PLE)

sinar matahari - forbes.com.jpg

Gejala alergi muncul dalam bentuk ruam baik itu berukuran kecil, besar ataupun bercak setelah terpapar sinar matahari.

Ruam cenderung muncul satu atau dua hari setelah paparan sinar matahari dan biasanya muncul pada musim semi-musim panas.

Pada kasus yang lebih ekstrem, dapat berdampak serius pada kualitas hidup penderita alergi tersebut karena dapat menghambat aktivitas di luar ruangan.

4. Keringat (urtikaria cholinergic urticaria/CU)

keringat - planetfitness.com.jpg

Ruam yang disebabkan oleh keringat memberikan reaksi plak merah dan rasa terbakar pada permukaan kulit.

Kondisi tersebut terjadi ketika suhu tubuh meningkat, seperti saat berolahraga atau situasi yang membuat stres, mandi air panas, dan berada di area yang panas (seperti sauna atau dapur).

Penyebabnya diduga karena antibodi sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan terhadap peningkatan suhu kulit.

Baca Juga: Tangan Sering Berkeringat? Ini Penjelasannya!

5. Deodoran (dermatitis aksila)

deodorant - roswellpark.org.jpeg

Alergi produk kosmetik cukup umum terjadi, tercatat 23 persen wanita Inggris melaporkan reaksi dermatitis.

Namun demikian, reaksi alergi yang diakibatkan deodoran atau antiperspiran yang digunakan pada daerah ketiak jarang terjadi.

6. Bau ikan

shutterstock_241878163.jpg

Sekitar satu dari 200 orang memiliki reaksi alergi ketika mereka menelan makanan laut.

Akan tetapi, dari angka tersebut sekitar 15 persennya mengalami reaksi alergi hanya dengan mencium aroma ikan atau makanan laut lainnya.

Saat proses memasak, ikan dan makanan laut melepaskan protein yang sangat kecil disebut amina yang dapat menyebabkan reaksi alergi di saluran udara dan paru-paru.

7. Getaran (vibratory urticaria)

shutterstock_193500968.jpg

Para peneliti telah menemukan bahwa getaran dapat memicu pelepasan zat peradangan ke dalam tubuh yang menyebabkan gatal-gatal dan ruam.

Aktivitas sederhana seperti bertepuk tangan, berlari, atau menggunakan bor dapat memicu reaksi alergi.

Nah,tujuh hal tersebut merupakan alergi yang termasuk dalam kategori alergi langka di dunia. Penanganannya pun bersifat individual.

(SWN)

Artikel Terkait