NEWBORN
17 Juli 2019

8 Hal yang Harus Moms Ketahui Tentang Bayi Prematur

Ada beberapa kondisi kesehatan yang mungkin dialami bayi prematur
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Dina Vionetta

Melahirkan bayi prematur tentunya sering kali memunculkan kekhawatiran terus-menerus.

Apalagi bayi lahir dengan kondisi yang belum sepenuhnya berkembang dan sangat rentan terhadap berbagai risiko kesehatan.

Untuk membantu Moms memahami buah hati yang lahir prematur, di bawah ini telah kami rangkum berbagai hal yang perlu diketahui tentang bayi prematur.

1. Bayi Prematur Memiliki Usia Koreksi

8 hal yang harus moms ketahui tentang bayi prematur 2

Jika bayi lahir prematur, Moms memiliki dua hari penting untuk diperhatikan yaitu hari lahirnya dan perkiraan kelahiran normal yang ditetapkan sebelum ia lahir.

Di mana perkiraan kelahiran normal akan membantu Moms menentukan usia koreksi pada bayi secara tepat.

Sebagai contoh, Si Kecil saat ini berusia 16 minggu dan lahir 5 minggu lebih awal dari tanggal cukup bulan. Maka usia koreksinya adalah 11 minggu.

Selama 2 tahun pertama, menggunakan usia koreksi bayi akan memudahkan Moms untuk mengetahui perkembangan Si Kecil.

2. Milestone Bayi Prematur Sesuai Dengan Usia Koreksi

Seperti yang telah disinggung di atas, American Academy of Pediatrics (AAP) menyampaikan bahwa perkembangan bayi lahir belum cukup umur harus disesuaikan dengan usia koreksi.

Jadi, jika bayi saat ini berusia 16 minggu dengan usia koreksi 11 minggu, maka milestone bayi yang seharusnya dicapai adalah perkembangan bayi usia 11 minggu.

Baca Juga: Kapan Bayi Prematur Mulai Belajar Berjalan?

3. Bayi Prematur Berisiko Mengidap Sleep Apnea

8 hal yang harus moms ketahui tentang bayi prematur 3

Sleep apnea (ketika bayi berhenti bernapas selama 20 detik atau lebih) adalah kondisi umum pada bayi prematur.

Tony Debra Yanowitz, MD, seorang neonatologist di Rumah Sakit Magee-Womens dari University of Pittsburgh Medical Center, mengatakan bahwa bayi yang dirawat di NICU diposisikan telungkup untuk membantu mengembangkan paru-paru bayi dan mengurangi sleep apnea.

Hal ini aman karena bayi berada dalam pengawasan tim medis di rumah sakit. Namun, tidak disarankan Moms lakukan sendiri di rumah karena berisiko mengalami sindrom bayi mati mendadak (SIDS).

4. Bayi Prematur Berhubungan Dengan Disabilitas Neurologis

Banyak penelitian yang menemukan bahwa sebagian besar disabilitas neurologis pada anak-anak berhubungan dengan kelahiran prematur.

Sistem saraf pusat seringkali merupakan yang paling umum memiliki berbagai jenis kelainan.

Masalah yang paling sering ditemui adalah gangguan kemampuan berbahasa, kemampuan belajar, dan attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD).

Beberapa masalah yang lebih serius termasuk cerebral palsy (CP) dan keterbelakangan mental.

Baca Juga: Punya Bayi Prematur, Begini Perkembangannya di Usia 2-3 bulan

5. Prematur Memiliki Kategori yang Berbeda-beda

8 hal yang harus moms ketahui tentang bayi prematur

Bayi lahir belum cukup bulan faktanya memiliki kategori atau jenis yang berbeda dalam dunia medis, yaitu:

- Late preterm: lahir antara usia kehamilan antara 34 hingga 37 minggu.

- Preemie: lahir pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu.

- Micro preemie: lahir kurang dari 25 minggu kehamilan.

6. Kontak Skin-to-skin Memiliki Manfaat Besar Bagi Bayi Prematur

Kontak skin-to-skin membantu menstabilkan detak jantung dan oksigen bayi. Hal ini juga berfungsi untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.

7. Bayi Prematur Ditimbang Dalam Gram, Bukan Kilogram

 102613223 c0091670 newborn baby s grip reflex spl

Karena bayi memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil, umumnya dokter atau petugas kesehatan akan menimbang mereka menggunakan satuan gram. Namun, ini hanya bersifat sementara hingga berat badan bayi prematur bertambah.

Baca Juga: Perkembangan Bayi Prematur Berbeda dengan Bayi Normal?

8. Bayi Prematur Berisiko Lebih Tinggi Terkena Anemia

Pada bayi prematur, anemia dapat disebabkan oleh produksi sel darah merah yang lebih lambat dibandingkan pada bayi cukup bulan. Maka dari itu, bayi sangat disarankan untuk sering melakukan tes darah.

Tidak semua bayi memiliki perkembangan yang sama. Tidak semua bayi memiliki kondisi yang sama pula.

Meskipun bayi lahir prematur, tidak berarti akan mengalami semua hal yang disebutkan di atas. Selalu pantau kondisi kesehatan Si Kecil dan konsultasikan dengan dokter.

(RGW)

Artikel Terkait