KESEHATAN
11 Maret 2020

Ada 8 Kasus Baru Pasien Corona di Indonesia, Satu Pasien Diduga Local Transmission

Hingga kini, sudah ada 27 kasus COVID-19 di Indonesia
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Jubir Pemerintah untuk COVID-19, dr. Achmad Yurianto, kembali mengumumkan 8 pasien corona di Indonesia bertambah. Hal ini diketahui dari rilisan pers pada situs Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, dr. Yurianto telah mengumumkan 13 kasus COVID-19 di Indonesia per hari Senin sore (9/3/2020), dan sebanyak tujuh dari 13 pasien ini masuk ke dalam klasifikasi imported case.

Lalu, pada Selasa sore (10/3/2020), dr. Achmad Yurianto mengumumkan tambahan delapan kasus pasien positif COVID-19. Sehingga, total pasien hingga hari ini berjumlah 27 kasus.

Berikut ini keterangan yang dirangkum terkait pasien COVID-19 di Indonesia yang kembali bertambah.

Baca Juga: Dari Persatuan Dokter Emergensi Indonesia, Ini Panduan Mencuci Tangan untuk Hindari Virus COVID-19

Pasien Corona di Indonesia Bertambah 8 Kasus

pasien corona di Indonesia-6.jpg

Foto: marijuanapatients.org

Dalam rilisan pers tersebut, dr. Yurianto mengatakan dirinya yang sempat bertemu dengan Kabalitbangkes (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan).

"Saya bertemu tim laboratorium yang menangani ini dan kemudian saya sempat bertemu Kabalitbangkes. Saya umumkan lagi kasus positif," terangnya di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3) petang.

Dari delapan kasus baru tersebut, sebanyak dua diantaranya merupakan warga negara asing. Berikut ini rincian mengenai delapan kasus baru virus COVID-19 di Indonesia.

  • Kasus 20, perempuan 70 tahun WNI, merupakan bagian dari tracing sub-kluster Jakarta.
  • Kasus 21, perempuan, 47 tahun, WNI, hasil tracing sub-kluster Jakarta.
  • Kasus 22, perempuan, 36 tahun WNI, merupakan imported case.
  • Kasus 23, perempuan, 73 tahun, WNI, imported case dan saat ini pasien sedang menggunakan ventilator karena faktor pengorbit cukup banyak, tetapi kondisi stabil.
  • Kasus 24, laki-laki, 46 tahun, WNI, imported case.
  • Kasus 25, perempuan, 53 tahun, WNA, imported case dengan kondisi stabil.
  • Kasus 26, laki-laki, 46 tahun, WNA, imported case dengan kondisi stabil.
  • Kasus 27, laki-laki, 33 tahun, WNI, kondisi stabil. Pasien ini diduga local transmission yang sedang dilacak sumbernya, karena bukan imported case dan tidak jelas bagian dari klaster yang lain.

Baca Juga: Pentingnya Imunisasi BCG, Mencegah Penyakit TBC yang Lebih Berbahaya dari Corona

Penjelasan Kasus 27 yang Diduga Local Transmission

pasien corona di Indonesia-5.jpg

Foto: setkab.go.id

Terkait Kasus 27, dr. Yurianto menjelaskan bahwa akan dilakukan pelacakan sumbernya, karena tidak berasal dari luar negeri dan bukan dari kluster atau sub-kluster Jakarta.

"Pasien Kasus 27 local transmission, yang pasti tidak berasal dari luar negeri. Masih belum jelas siapa temannya, akan kita coba sebut orang-orang yang positif," kata dr. Yurianto.

Lebih lanjut ia menegaskan, tracing itu penting karena kebanyakan virus menular dari jarak dekat.

Selain itu, pengawasan pintu masuk juga diperketat karena banyak orang yang masuk dalam keadaan gejala minimal, atau kondisi fisik dalam kondisi ringan hingga sedang.

"Kita mengimbau semua, baik ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun bukan, kalau sakit batuk, pilek, dan sebagainya pakai masker, sehingga saat batuk atau bersin, virus yang ada di dalam tidak keluar. Edukasi kita pada PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), harus kita kedepankan dalam pengelolaan penyakit COVID-19," terang dr. Yurianto.

"Demikian hari ini saya sampaikan penambahan konfirmasi positif dari Kasus nomor urut 20 sampai dengan nomor urut 27, total jumlah (kasus baru) 8," tutup dr. Achmad Yurianto mengutip rilisan pers Sekretariat Kabinet.

Baca Juga: Jangan Panik, Mayoritas Kasus Virus Corona COVID-19 Ringan dan Bisa Disembuhkan

Artikel Terkait