KESEHATAN
3 Oktober 2019

8 Mitos dan Fakta Multiple Sclerosis

Penderita MS masih bisa beraktivitas seperti biasa lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Multiple Sclerosis ( MS) adalah penyakit langka yang berkaitan dengan autoimun. Penyakit ini muncul karena sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan lemak yang melindungi serabut saraf (mielin).

Hal ini menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan seluruh tubuh.

Umumnya MS tidak menunjukkan gejala yang kasat mata dan bisa diprediksi. Penderita MS dari luar terlihat baik-baik saja, namun saat penyakit ini kambuh, mereka bisa saja tiba-tiba lumpuh, mengalami kelelahan sampai menderita sakit kepala yang tak kunjung sembuh. Gejala MS pun tidak sama antara penderita yang satu dengan yang lain

Namun, dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan, orang yang hidup dengan MS dapat memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi. Berikut beberapa mitos dan fakta MS yang wajib kita ketahui ya moms.

Mitos No. 1: Orang dengan Multiple Sclerosis Tidak Dapat Aktif Secara Fisik

MS tetap bisa aktif.jpg

Fakta: Dahulu, para ahli memang meyakini bahwa aktivitas fisik akan memperburuk multiple sclerosis, sehingga mereka menyarankan agar gaya hidup aktif dikurangi atau diturunkan kadar aktivitasnya.

Namun, saat ini, para dokter sudah tahu bahwa tetap aktif adalah salah satu cara terbaik untuk tetap sehat dengan MS dan menunda kecacatan. "Kami menganggapnya sebagai penyakit kronis yang dapat dikelola.

Banyak orang hidup dengan MS bisa menjalani hidup dengan baik dan aktif," kata Nancy L. Sicotte, MD, direktur Program Multiple Sclerosis di Cedars Sinai Medical Center di Los Angeles seperti dikutip dari health.com.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Ini Cocok Untuk Menenangkan Pikiran dan Relaksasi Saraf

Namun, menurut Mary Karpinski, seorang pekerja sosial master berlisensi dan koordinator penelitian dari UBMD Physicians Group di Williamsville, New York, mitos ini tetap ada.

Karpinski mengungkapkan, dirinya masih sering bertemu keluarga yang ingin menjaga anak-anak mereka dengan multiple sclerosis dari aktivitas fisik ntuk melindungi mereka.

"Penelitian sekarang menunjukkan bahwa lebih baik bagi Moms untuk keluar dan bergerak. Pilih aktivitas yang sesuai dengan minat dan kemampuan fisik Anda, dan pastikan Moms aktif di beberapa hari dalam seminggu,” jelas Mary seperti dikutip dari everydayhealth.com.

Mitos No. 2 : Penderita MS Membutuhkan Kursi Roda

MS butuh kursi roda atau alat bantu jalan.jpg

Fakta: Banyak orang dengan MS tidak lantas harus menggunakan kursi roda atau alat bantu lain untuk berjalan.

"Ketika pasien datang setelah diagnosis mereka, mereka biasanya hancur karena mereka pikir itu berarti bahwa mereka akan berada di kursi roda dalam lima tahun, tetapi ini sama sekali tidak benar," kata Dr Sicotte.

Mitos No. 3: Seorang dengan MS Akan Melalui Proses yang Sama

Ms tidak bisa disembuhkan.jpg

Fakta: Yang benar adalah, tidak ada dua kasus MS yang sama. Beberapa orang mengalami mati rasa ringan pada tungkai, yang lain mungkin mengalami kelumpuhan parah atau bahkan kehilangan penglihatan.

"Anda bahkan tidak dapat melihat anggota keluarga yang memiliki MS untuk mengatakan, 'Ini adalah bagaimana MS saya akan berperilaku,'" kata Carrie Lyn Sammarco, DrNP, seorang praktisi perawat di Multiple Sclerosis Comprehensive Care Center di NYU Langone Medical Center

Baca Juga: Mengenali Gangguan Saraf pada Anak agar Tidak Terlambat Ditangani

Mitos No. 4: Hanya Orang Tua yang Mendapatkan MS

Mitos MS hanya melanda orang tua .jpg

Fakta: MS bukanlah penyakit penuaan. Kebanyakan orang mendapatkannya di usia 20-an, 30-an atau 40-an. Konon, anak-anak kecil, remaja dan bahkan manula dapat mengembangkan MS.

National Multiple Sclerosis Society melaporkan bahwa 200 orang di Amerika Serikat didiagnosis setiap minggu.

Mitos No.5 : Wanita dengan MS Tidak Bisa Hamil

MS tidak bisa hamil.jpg

Fakta: Kehamilan sebenarnya bisa menjadi hal yang baik untuk wanita dengan MS. Mayoritas akan mengalami remisi selama trimester ketiga, meskipun banyak yang kambuh setelah melahirkan.

Bahkan ada semakin banyak bukti bahwa kehamilan dapat menurunkan risiko wanita terkena MS sejak awal.

Sebuah penelitian di Australia menunjukkan bahwa wanita dengan setidaknya satu anak memiliki kemungkinan 50 persen lebih rendah untuk mengalami MS daripada mereka yang tidak memiliki anak.

Pengurangan risiko menjadi lebih besar pada setiap kehamilan berikutnya. Para peneliti belum tahu pasti mengapa itu bisa terjadi, tetapi mereka menduga bahwa hormon adalah faktor penyebabnya.

Baca Juga: Mengenal Multiple Sclerosis, Penyakit yang Membuat Selma Blair Nyaris Lumpuh

Mitos No. 6 : Risiko MS ada Dalam Gen

MS ada dalam gen.jpg

Fakta: Gen memang memainkan peran, tetapi mereka bukanlah segalanya dan akhir dari semua. "Jika Anda menderita multiple sclerosis, kemungkinan besar akan ada kasus MS atau autoimunitas lain di keluarga Moms, tetapi ini hanya bagian dari persamaan," jelas Dr. Sicotte.

Risiko seseorang terkena MS setidaknya sekitar 20 kali lebih tinggi, jika kita memiliki anggota keluarga dekat dengan penyakit ini, tetapi faktor lingkungan dan kemungkinan adanya infeksi juga dapat berpengaruh.

Mitos No. 7: MS Tidak Menyebabkan Rasa Sakit

MS tidak merasakan sakit.jpg

Fakta: Banyak orang yang hidup dengan multiple sclerosis dapat mengatakan yang sebenarnya tentang mitos MS ini. Yakni, mereka memang merasa sakit.

Meski demikian, beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin tidak menganggap nyeri sebagai gejala MS, kata John Corboy, MD, seorang profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Colorado di Aurora.

"Multiple sclerosis jelas menyebabkan rasa sakit," katanya.

Baca Juga: Mengenal Amyotrophic Lateral Sclerosis, Penyakit yang Diderita Stephen Hawking

Mitos No 8.: MS Bisa Disembuhkan

Ms bisa tetap aktif.jpg

Fakta: Sayangnya, hingga kini MS belum ada obatnya. Namun, remisi jangka panjang dimungkinkan bagi banyak orang.

Beberapa mungkin tidak pernah mengalami gejala lebih lanjut setelah didiagnosis, tetapi bukti perkembangan masih dapat muncul pada pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru dari otak.

"Perubahan MRI terjadi 7 hingga 10 kali lebih sering dari aktivitas klinis," kata Dr. Sicotte. Kabar baiknya adalah bahwa ada lebih banyak perawatan yang tersedia saat ini daripada sebelumnya.

Selain itu, sudah ada kemajuan dalam transplantasi sel induk, serta teknologi mutakhir lainnya sehingga bukan tidak mungkin, suatu hari nanti MS dapat disembuhkan.

Artikel Terkait