NEWBORN
13 November 2020

8 Penyebab Bayi Muntah, Cari Tahu Moms!

Jika muncul berkali-kali atau semburannya kuat, Moms perlu segera menghubungi dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Daftar isi artikel

Umumnya, penyebab bayi muntah sangat beragam berdasarkan usianya. Muntah mungkin terjadi sesekali selama bulan pertama pasca kelahiran bayi. Jika muncul berkali-kali atau semburannya cenderung tidak biasa dan lebih kuat, Moms perlu segera menghubungi dokter.

Mungkin kondisi tersebut hanya disebabkan gangguan makan yang cukup ringan. Namun, penyebab bayi muntah juga bisa menjadi pertanda bahwa si kecil mengalami kondisi yang lebih serius.

Penyebab Bayi Muntah

Apa sih sebab-sebab yang mungkin membuat Si Kecil muntah? Yuk kita cari tahu di bawah ini.

1. Masalah Gangguan Makan

penyebab bayi muntah

Foto: Orami Photo Stock

Bayi harus belajar semuanya dari awal, termasuk cara memberi makan dan menelan ASI tetap turun. Bersamaan dengan gumoh, bayi bisa muntah sesekali setelah disusui. Ini paling sering terjadi pada bulan pertama kehidupan.

Muntah yang dialami bayi kemungkinan berhubungan dengan masalah gangguan makan, seperti halnya makan berlebih. Penyebab yang cukup jarang terjadi adalah alergi terhadap protein dari payudara Moms.

Hal ini bisa terjadi karena perut bayi kita masih belum terbiasa mencerna makanan. Mereka juga secara tidak langsung harus belajar untuk tidak menelan susu terlalu cepat atau makan berlebih.

Muntah setelah menyusui biasanya berhenti setelah bulan pertama. Berikan bayi Moms lebih sering, makanan yang lebih kecil untuk membantunya menghentikan muntah.

Namun saat kontrol bayi ke dokter, Moms harus memberitahukan hal ini ke dokter anak jika bayi sering muntah dan dalam jumlah banyak. Hal ini bisa menggiring ke masalah medis lainnya, bukan hanya kesulitan makan.

Baca Juga: Sudah Tahu 5 Penyebab Anak Mual dan Cara Mengatasinya?

2. Infeksi Bakteri atau Virus

Kongesti atau infeksi pernapasan bisa menyebabkan muntah, terutama saat batuk. Lendir yang dikeluarkan saat pilek bisa menetes ke bagian belakang tenggorokan bayi dan memicu refleks muntah atau gangguan perut. Beberapa bayi muntah untuk membersihkan lendir dari sistem pencernaan mereka.

Flu perut atau infeksi gastriotestinal virus merupakan penyebab umum muntah lainnya. Jika infeksi virus atau bakteri mempengaruhi lapisan perut atau usus bayi, gejala mungkin termasuk kehilangan nafsu makan, diare, sakit perut, dan demam. Biasanya muntah akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 12 sampai dengan 24 jam.

Gejala lain pada bayi yang dapat berlangsung selama 4 hari atau lebih:

  • berair, kotoran encer atau diare ringan
  • bayi yang cepat marah atau menangis
  • nafsu makan Si Kecil yang buruk
  • kram perut dan nyeri
  • juga dapat menyebabkan demam, tetapi ini sebenarnya kurang umum terjadi pada bayi.

Pneumonia, infeksi saluran kemih, meningitis, hingga infeksi telinga juga bisa menyebabkan mual dan muntah pada bayi.

Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Menangani Demam Pada Bayi

3. Menangis Berlebihan

penyebab bayi muntah

Foto: Orami Photo Stock

Tangisan yang terlalu berkepanjangan akan memicu refleks muntah dan menyebabkan bayi muntah. Meskipun mengganggu bayi maupun Moms, muntah saat bayi menangis tidak akan membahayakan kondisinya secara fisik. Jika si kecil tampak sehat, tidak ada alasan bagi Moms untuk merasa khawatir.

4. Flu dan Batuk

Bayi mudah masuk angin dan flu karena mereka memiliki sistem kekebalan tubuh baru yang masih berkembang dan belum sempurna. Terlebih saat bayi berada di tempat penitipan bayi, ia akan bertemu banyak orang dan bisa saja di sinilah bayi terinfeksi virus dan bakteri yang terbawa oleh orang lain. Bayi bisa saja sering mengalami pilek pada tahun pertama kehidupannya.

Pilek dan flu dapat menyebabkan berbagai gejala pada bayi. Bersamaan dengan pilek, bayi Moms mungkin juga akan muntah meski tidak demam.

Terlalu banyak lendir di hidung (hidung tersumbat) dapat menyebabkan cairan dari hidung menetes ke tenggorokan. Hal ini dapat memicu serangan batuk hebat yang terkadang menyebabkan muntah pada bayi dan anak-anak.

Seperti pada orang dewasa, pilek dan flu pada bayi adalah virus yang akan hilang setelah sekitar satu minggu. Dalam beberapa kasus, kemacetan sinus dapat berubah menjadi infeksi. Bayi Moms akan membutuhkan antibiotik untuk mengobati semua bakteri.

Baca Juga: Kenali 6 Tanda Anak Terkena Infeksi Telinga

5. Infeksi Telinga

penyebab bayi muntah

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi telinga adalah penyakit umum pada bayi dan anak-anak. Ini karena tabung telinga bayi dan anak-anak yang lebih horizontal daripada vertikal seperti pada orang dewasa.

Menurut jurnal Ear infections, virus atau bakteri (kuman) menyebabkan infeksi telinga tengah. Kuman dapat melakukan perjalanan dari belakang tenggorokan ketika tabung eustachius tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan infeksi telinga tengah.

Jika Si Kecil mengalami infeksi telinga, bayi mungkin juga akan mengalami mual dan muntah. Ini terjadi karena infeksi telinga dapat menyebabkan pusing dan kehilangan keseimbangan. Gejala lain dari infeksi telinga pada bayi yang bisa Moms lihat adalah:

  • sakit di satu atau kedua telinga
  • menarik-narik atau mencakar di atau dekat telinga
  • pendengaran teredam
  • diare

Sebagian besar infeksi telinga pada bayi dan anak-anak akan hilang tanpa perawatan medis kok Moms. Namun, penting bagi Moms membawa anak berkonsultasi ke dokter jika Si Kecil membutuhkan antibiotik untuk membersihkan infeksi. Infeksi telinga yang serius dapat merusak telinga bayi yang lembut, namun jarang terjadi.

6. Mabuk Kendaraan

Beberapa bayi cenderung mengalami mabuk. Ini bisa jadi masalah jika rutinitas harian Moms dan si kecil adalah melakukan perjalanan menggunakan mobil.

Para ahli mempercayai bahwa mabuk perjalanan terjadi akibat adanya keterputusan antara apa yang bayi lihat dan apa yang dipahaminya dengan bagian tubuh yang peka gerak, seperti telinga bagian dalam dan beberapa sarafnya.

Baca juga: Pergi Berlibur? Ini Cara Mencegah Mabuk di Perjalanan

7. Terlalu Panas

penyebab bayi muntah

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum Moms memakaikan bayi baju yang tebal, berbulu, dan membuat panas, Moms harus perhatikan cuaca di luar terlebih dahulu. Jika panas, maka memakai baju tebal adalah hal yang salah, meskipun modelnya mungkin membuat Si Kecil terlihat semakin lucu.

Meskipun benar bahwa tubuh anak akan hangat dan nyaman, bayi bisa kepanasan dengan cepat dalam cuaca yang panas lho Moms. Ini karena tubuh mungil mereka kurang mampu mengeluarkan panas. Terlalu panas dapat menyebabkan anak muntah dan dehidrasi.

Selain itu, anak pun akan kelelahan akibat panas atau dalam kasus yang jauh lebih serius, sengatan panas. Gejala yang akan timbul seperti:

  • kulit pucat dan berkeringat
  • lekas marah dan menangis
  • kantuk atau floppyiness

Segera lepaskan pakaian dan jauhkan bayi dari sinar matahari atau sumber panas lainnya. Cobalah untuk menyusui (atau berikan bayi mium jika mereka berusia 6 bulan atau lebih. Dapatkan pertolongan medis segera jika bayi Moms tidak terlihat membaik.

Baca Juga: Dehidrasi pada Anak, Mengapa Lebih Rentan Terjadi?

8. Zat Beracun

Alasan kenapa bayi muntah juga bisa disebabkan akibat menelan sesuatu yang beracun, seperti tanaman herbal, obat-obatan, atau zat kimia. Kemungkinan si kecil mengalami keracunan makanan atau air yang sudah terkontaminasi oleh zat-zat beracun.

9. Obstruksi Usus

penyebab bayi muntah

Foto: Orami Photo Stock

Muntah yang terjadi secara tiba-tiba dan terus menerus bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi langka yang melibatkan obstruksi usus, seperti insususepsi, malrotasi, atau penyakit Hirschsprung.

Karena terjadinya penyumbatan yang menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan masalah kesehatan yang lainnya, penyumbatan biasanya membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Bahkan, kondisi ini kemungkinan membutuhkan tindakan pembedahan.

10. Stenosis Pilorus

Biasanya kondisi langka ini berkembang dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi. Bayi dengan stenosis pilorus sendiri mengalami muntah karena otot yang mengarah dari perut ke dalam usus menebal, sehingga isi perut bayi tidak bisa lewat. Biasanya ini menyebabkan muntah hebat dan berkepanjangan pada bayi.

Karena kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi, kekurangan gizi dan masalah kesehatan lainnya pada bayi, kondisi ini membutuhkan perhatian medis dengan segera. Jika menurut Moms si kecil mungkin mengalami kondisi ini, segera hubungi dokter. Stenosis pilorus bisa ditangani melalui operasi untuk membuka area yang sempit pada usus bayi.

Baca Juga: Redakan Diare dan Muntah pada Bayi dengan Makanan Ini

11. Refluks Asam Lambung

penyebab bayi muntah

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang gumoh justru memburuk dalam beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan bayi. Meskipun tidak terjadi secara hebat, kondisi ini muncul sepanjang waktu.

Kondisi terjadi akibat otot di ujung bawah esofagus menjadi terlalu rileks dan memungkinkan isi perut bayi kembali naik ke atas. Kondisi semacam ini merupakan penyakit refluks asam lambung, atau GERD.

Saat mengalami kondisi ini, otot-otot perut bayi akan menguat, dan muntah bayi Moms akan hilang dengan sendirinya. Sementara itu, Moms dapat membantu memperlambat muntah dengan:

  • menghindari makan berlebih
  • memberikan pakan yang lebih kecil, lebih sering
  • sering membuat Si Kecil bersendawa
  • menopang bayi dalam posisi tegak selama sekitar 30 menit setelah menyusui

Itu dia Moms beberapa hal yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari dan ternyata menjadi penyebab bayi muntah. Apakah Moms pernah menemukan gejala muntah yang berhubungan dengan penyakit berbahaya pada Si Kecil?

Artikel Terkait