NEWBORN
5 Desember 2017

8 Penyebab Bayi Muntah

Jika muncul berkali-kali atau semburannya kuat, Moms perlu segera menghubungi dokter
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Umumnya, penyebab muntah pada anak sangat beragam berdasarkan usianya. Muntah mungkin terjadi sesekali selama bulan pertama pasca kelahiran bayi. Jika muncul berkali-kali atau semburannya cenderung tidak biasa dan lebih kuat, Moms perlu segera menghubungi dokter.

Mungkin kondisi tersebut hanya disebabkan gangguan makan yang cukup ringan. Namun, penyebab bayi muntah juga bisa menjadi pertanda bahwa si kecil mengalami kondisi yang lebih serius.

Penyebab Bayi Muntah

  1. Masalah Gangguan Makan

Selama beberapa bulan pertama usia bayi, muntah kemungkinan berhubungan dengan masalah gangguan makan, seperti halnya makan berlebih. Penyebab yang cukup jarang terjadi adalah alergi terhadap protein dari payudara Moms.

  1. Infeksi Bakteri atau Virus

Kongesti atau infeksi pernapasan bisa menyebabkan muntah, terutama saat batuk. Lendir yang dikeluarkan saat pilek bisa menetes ke bagian belakang tenggorokan bayi dan memicu refleks muntah atau gangguan perut. Beberapa bayi muntah untuk membersihkan lendir dari sistem pencernaan mereka.

Flu perut atau infeksi gastriotestinal virus merupakan penyebab umum muntah lainnya. Jika infeksi virus atau bakteri mempengaruhi lapisan perut atau usus bayi, gejala lainnya mungkin termasuk kehilangan nafsu makan, diare, sakit perut, dan demam. Biasanya muntah akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 12 sampai dengan 24 jam.

Pneumonia, infeksi saluran kemih, meningitis, hingga infeksi telinga juga bisa menyebabkan mual dan muntah pada bayi.

  1. Menangis Berlebihan

Tangisan yang terlalu berkepanjangan akan memicu refleks muntah dan menyebabkan bayi muntah. Meskipun mengganggu bayi maupun Moms, muntah saat bayi menangis tidak akan membahayakan kondisinya secara fisik. Jika si kecil tampak sehat, tidak ada alasan bagi Moms untuk merasa khawatir.

  1. Mabuk Kendaraan

Beberapa bayi cenderung mengalami mabuk. Ini bisa jadi masalah jika rutinitas harian Moms dan si kecil adalah melakukan perjalanan menggunakan mobil.

Para ahli mempercayai bahwa mabuk perjalanan terjadi akibat adanya keterputusan antara apa yang bayi lihat dan apa yang dipahaminya dengan bagian tubuh yang peka gerak, seperti telinga bagian dalam dan beberapa sarafnya.

Baca juga: Pergi Berlibur? Ini Cara Mencegah Mabuk di Perjalanan
  1. Zat Beracun

Alasan kenapa bayi muntah juga bisa disebabkan akibat menelan sesuatu yang beracun, seperti tanaman herbal, obat-obatan, atau zat kimia. Kemungkinan si kecil mengalami keracunan makanan atau air yang sudah terkontaminasi oleh zat-zat beracun.

  1. Obstruksi Usus

Muntah yang terjadi secara tiba-tiba dan terus menerus bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi langka yang melibatkan obstruksi usus, seperti insususepsi, malrotasi, atau penyakit Hirschsprung.

Karena terjadinya penyumbatan yang menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan masalah kesehatan yang lainnya, penyumbatan biasanya membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Bahkan, kondisi ini kemungkinan membutuhkan tindakan pembedahan.

  1. Stenosis Pilorus

Biasanya kondisi langka ini berkembang dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi. Bayi dengan stenosis pilorus sendiri mengalami muntah karena otot yang mengarah dari perut ke dalam usus menebal, sehingga isi perut bayi tidak bisa lewat. Biasanya ini menyebabkan muntah hebat dan berkepanjangan pada bayi.

Karena kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi, kekurangan gizi dan masalah kesehatan lainnya pada bayi, kondisi ini membutuhkan perhatian medis dengan segera. Jika menurut Moms si kecil mungkin mengalami kondisi ini, segera hubungi dokter. Stenosis pilorus bisa ditangani melalui operasi untuk membuka area yang sempit pada usus bayi.

  1. Refluks Asam Lambung

Terkadang gumoh justru memburuk dalam beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan bayi. Meskipun tidak terjadi secara hebat, kondisi ini muncul sepanjang waktu. Kondisi terjadi akibat otot di ujung bawah esofagus menjadi terlalu rileks dan memungkinkan isi perut bayi kembali naik ke atas. Kondisi semacam ini merupakan penyakit refluks asam lambung, atau GERD.

Ternyata ada beberapa penyakit berbahaya yang menjadi penyebab bayi muntah. Apakah Moms pernah menemukan gejala muntah yang berhubungan dengan penyakit berbahaya pada si kecil?

(RGW)

Artikel Terkait