TRIMESTER 1
6 Oktober 2019

9 Kekhawatiran Tertinggi selama Kehamilan dan Realitanya

Seberapa paranoid Moms menghadapi kehadiran janin?
Artikel ditulis oleh Nadia
Disunting oleh Dina Vionetta

Memiliki bayi dapat membawa banyak kekhawatiran baru bagi sebagian ibu. Terutama untuk Moms yang menjalani kehamilan pertama. Perubahan tubuh yang signifikan, mood swing, daftar yang harus dilakukan dan larangan, kadang-kadang bikin kewalahan. Apakah Moms juga mengalaminya?

Dilansir dari situs The Bump, kecemasan memang kerap dirasakan ibu hamil, dan ini wajar, lho. Namun, ada sebagian Moms yang khawatirnya berlebihan. Berikut ini Orami sudah merangkum 7 kekhawatiran umum yang dirasakan ibu hamil.

1. Takut Tidur Melukai Janin

01 TIDUR MELUKAI JANIN - sumber selfcom.jpg

Foto: self.com

Kekhawatiran: ’’Saya selalu takut jika posisi tidur saya membahayakan bayi. Takut saat tidur berguling-guling dan itu bisa melukai bayi!”

Realita: Adakah Moms yang berpikir seperti itu? Jika ya, Moms tidak sendirian. Posisi tidur saat hamil memang penting, Moms. Namun, bisa disesuaikan sesuai dengan usia kandungan. Jika sudah trimester ketiga, sebaiknya menghadap kiri dan gunakan bantal untuk menopang kaki serta punggung.

2. Wajah Berubah

02 WAJAH BERUBAH - sumber parentscom.jpg

Foto: parents.com

Kekhawatiran: ’’Ketakutan nomor satu saya hanya wajah yang berubah. Sebelum hamil hidung saya tidak selebar ini dan pipi saya tidak tembem. Setelah hamil balik seperti semula tidak, ya?’’

Realita: Menurut Ginekolog Dr. Roman, selama kehamilan, bukan hanya bentuk tubuh wanita yang berubah. Tapi juga wajah. Hal ini berkaitan dengan berat badan, retensi air, dan perubahan hormon di dalam tubuh Moms. Kabar baiknya adalah, hormon-hormon ini akan mereda setelah Moms melahirkan. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: Saat Hamil, Atasi Mood Swing dengan Trik Ini!

3. Makan Sesuatu yang Membahayakan Janin

03 MAKAN - sumber parentscom.jpg

Foto: parents.com

Kekhawatiran: ’’Saya khawatir tidak sengaja memakan yang bisa membahayakan bayi,’’

Realita: Ibu hamil sebenarnya boleh makan apa saja, selama itu bukan daging mentah, minuman beralkohol, dan makanan laut yang kotor. Bahkan, Moms masih diperbolehkan minum kafein dalam dosis sedang. Sebaiknya tidak perlu memikirkan hal ini, karena akan memicu stres. Selama Moms menjalankan diet sehat, maka semua akan baik-baik saja.

4. Kehilangan Bayi

04 KEHILANGAN BAYI - sumber mdlinx.jpg

Fto: mdlinx.com

Kekhawatiran: ’’Keguguran adalah hal yang paling saya takuti. Pada akhirnya tidak ada yang bisa saya lakukan selain makan dan beristirahat supaya bayi dalam kandungan saya sehat,’’

Realita: Memang rumit mengatasi ketakutan akan kehilangan bayi saat hamil. Umur tidak ada yang tahu, bukan? Tetapi penting juga untuk tidak membiarkan ketakutan ini menguasai pikiran Moms. Berdasarkan statistik American Pregnancy, sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama dan terjadi pada sekitar 15-25 persen dari semua kehamilan. Namun, sejak sekitar dua belas minggu dan seterusnya, Dr. Roman meyakinkan bahwa risikonya berkurang secara dramatis. Jadi, jika Moms telah melewati batas 14 minggu, risiko keguguran hanya sekitar satu persen.

Baca Juga: Catatan untuk Para Suami yang Menemani Istri Setelah Keguguran

5. Berat Badan Terus Naik

05 BERAT BADAN - sumber spectrum.jpg

Foto: spectrum.com

Kekhawatiran: ’’Berat badan saya terus naik sejak trimester pertama. Masuk trimester kedua, saya merasa terus kelaparan. Saya jadi takut lihat timbangan badan!’’

Realita: Tentu saja berat badan akan bertambah selama kehamilan. Jika butuh sembilan bulan untuk mengandung janin, maka tentu sisa-sisa lemaknya tidak bisa menghilang dalam semalam. Perlu ketekunan dalam berolahraga dan menjalankan diet sehat. Selain itu, ingatlah bahwa setiap orang kehilangan berat badan dengan langkah yang berbeda. Maka tentu saja jangan membandingkan diri dengan semua mama selebritis yang tampaknya sangat mudah mendapatkan kembali tubuh indah mereka.

6. Pecah Ketuban di Tempat Umum

06 PECAH KETUBAN - sumber globalnews.jpg

Foto: globalnews.com

Kekhawatiran: ’’Saya takut pergi ke mana pun karena takut ketuban pecah. Apa yang akan saya lakukan jika saya mengemudi, berbelanja, atau makan di restoran dan ketuban saya pecah?”

Realita: Ketuban pecah di tempat umum memang bisa saja terjadi. Meski begitu, ketuban tidak akan langsung pecah. Ada beberapa tanda yang akan memperingatkan tubuh. Seperti kontraksi palsu. Jika terjadi pecah ketuban, cairan tidak akan langsung habis. Moms masih punya waktu cukup lama untuk pergi ke dokter.

Baca Juga: Ini 5 Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Menghibur Sahabat yang Habis Keguguran

7. Kelahiran Prematur

07 PREMATUR - sumber healthline.jpg

Foto: healthline.com

Kekhawatiran: ’’Saya takut bayi saya lahir sebelum waktunya,’’

Realita: Dilansir dari laman CDC, persalinan prematur memengaruhi sekitar 10 persen dari semua kehamilan di AS. Tetapi sebagian besar dari kasus ini berkaitan dengan ibu yang sudah berisiko mengidapnya dan sudah diperingatkan oleh dokter mereka. Ini terjadi terutama dalam kasus-kasus di mana ada riwayat kelahiran prematur, kehamilannya berlipat ganda, atau rahim ibu belum sepenuhnya terbentuk.

Meski begitu, Moms tidak perlu gelisah. Cemas berlebihan berpotensi memicu ketuban pecah lebih dulu. Tenangkan diri Moms bahwa peluang terjadinya kelahiran prematur cukup kecil. Namun, selalu konsultasikan perkembangan janin dengan dokter ya!

8. Takut Buang Air Kecil di Celana

08 TAKUT KENCING DI CELANA - sumber the healthy.jpg

Foto: thehealthy.com

Kekhawatiran: ’’Setiap kali saya tertawa, bersin, batuk, kantung kemih saya tidak terkendali!’’

Realita: Moms mungkin akan mengalami beberapa skenario ‘kebocoran’ selama kehamilan. Terutama di trimester tiga akhir. Namun, bukan berarti tidak ada solusi. Moms bisa gunakan reusable pad atau pantyliner untuk mencegahnya. Sering-seringlah ke kamar mandi dan jangan lupa rawat area kewanitaan agar tetap kering.

9. Tidak Mampu Merawat Bayi

09 TAKUT MERAWAT BAYI - sumber newidea.jpg

Foto: newidea.com

Kekhawatiran: ’’Saya belum pernah merawat bayi. Menggendongnya saja takut. Bagaimana saya bisa mengurus bayiku nanti?”

Realita: Walaupun tahap bayi baru lahir jelas sangat sibuk dan melelahkan, tidak perlu waktu lama untuk menyadari bahwa seperti halnya kehamilan, Moms bisa berhasil melewatinya. Meskipun pada awalnya pasti kikuk, jangan khawatir. Moms akan segera mahir melakukannya.

(CIL/DIN)

Artikel Terkait