TRIMESTER 1
13 September 2019

9 Tanda Hamil Anggur yang Harus Diwaspadai

Positif, pertumbuhan rahim lebih cepat, hormon HCG tinggi, tapi janin tak berkembang? Waspada hamil anggur!
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Kehamilan merupakan momen yang membahagiakan bagi Moms dan Dads. Kehamilan yang sehat dan normal tentunya akan menjadi anugerah terindah saat Si Kecil lahir ke dunia.

Tapi tak sedikit kehamilan yang berakhir tak membahagiakan dan harus digugurkan karena beberapa masalah kesehatan atau bahkan kondisi janin yang tidak berkembang atau yang kita kenal dengan hamil anggur.

Nah, agar kita tidak keliru dan waspada dengan kondisi kehamilan seperti ini. Alangkah lebih baiknya Moms mengetahui mengenai kehamilan anggur ini.

Dilansir dari Southern Cross Medical Library, kehamilan anggur atau yang dikenal dalam istilah medis mola hodatidosa atau kehamilan mola terjadi ketika jaringan di sekitar sel telur yang dibuahi tumbuh secara tidak normal.

Berbagai gejala dapat muncul pada bulan keempat kehamilan tetapi seringkali kehamilan mola ditemukan ketika keguguran terjadi.

Baca Juga: Mengidap Lupus Saat Hamil? Ketahui Risikonya

Tindakan perawatan yang dilakukan biasanya meliputi pelebaran dan kuretase (D&C) setelah keguguran untuk mengangkat jaringan molar dalam rahim, jika tidak diangkat, memiliki risiko kecil berkembang menjadi kanker.

Tanda-tanda Hamil Anggur yang Harus Diwaspadai

Wanita dengan kehamilan mola sama seperti kehamilan pada umumnya, yang mana saat melakukan tes kehamilan hasilnya positif dan gejala awal yang sama dari kehamilan normal.

Namun, tanda hamil anggur kemudian dapat muncul dan harus diwaspadai, meliputi:

1. Pertumbuhan Rahim Lebih Cepat

tanda hamil anggur yang harus diwaspadai.jpg

Pada kondisi ini rahim mengalami ukuran yang tidak normal, bahkan tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Bahkan perut dari wanita dengan hamil anggur akan lebih besar dari wanita dengan kehamilan yang normal.

2. Mual dan Muntah

Mual dan muntah banyak dikatakan para ahli merupakan tanda kehamilan yang sehat dan janin berkembang. Tapi, ternyata mual dan muntah berlebih hingga parah juga bisa menjadi tanda hamil anggur.

3. Terdapat Benjolan

tanda hamil anggur yang harus diwaspadai 2.jpg

Saat meraba vagina akan terdapat benjolan seperti kista yang menyerupai anggur. Jika hal ini terjadi, maka segera konsultasikan dengan dokter kandungan Moms.

Baca Juga: Apakah Kutil Kelamin Bisa Disembuhkan?

4. Janin kosong

Saat melakukan pemeriksaan kehamilan, tak hanya janin yang tidak berkembang, bahkan tidak ada gerakan ataupun detak jantung yang terdeteksi.

Jika hal ini terjadi setelah pemeriksaan lebih dari dua kali, maka Moms patut curiga terhadap tanda hamil anggur.

5. Hipertiroidisme

tanda hamil anggur yang harus diwaspadai 3.jpg

Produksi hormon tiroid yang berlebihan sehingga menghasilkan banyak hormon tiroksin, yang malah bisa menyebabkan penurunan berat badan dan peningkatan nafsu makan.

6. Perdarahan

Keluarnya cairan yang gelap dari vagina pada awal kehamilan yang berwarna merah cokelat sampai dengan merah terang selama trimester pertama.

Umumnya disertai dengan benjolan-benjolan seperti buah anggur yang keluar dari vagina.

7. Kadar HCG yang Sangat Tinggi

tanda hamil anggur yang harus diwaspadai 4.jpg

Hormon kehamilan yang dibuat oleh plasenta atau yang kita kenal dengan istilah hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) meningkat sangat pesat melebihi wanita dengan kehamilan yang normal.

8. Preeklamsia Dini

Tekanan darah tinggi atau preeklamsia selama kehamilan biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu. Tapi, pada kondisi hamil anggur tekanan darah akan naik dari mulai awal kehamilan.

Baca Juga: Insomnia saat Hamil? Atasi dengan 6 Cara Ini!

9. Nyeri Panggul

tanda hamil anggur yang harus diwaspadai 5.jpg

Sakit pinggang ataupun nyeri panggul memang merupakan keluhan kehamilan pada umumnya.

Tapi sejak awal pada kehamilan anggur ini biasanya nyeri panggul akan terasa sangat parah seperti tekanan berlebih yang amat sangat mengganggu.

Pada umumnya dari banyak kasus hamil anggur biasanya mengalami keguguran spontan, tapi ada juga beberapa kasus yang tidak mengalami hal ini.

Sehingga dilakukan tindakan pemberian obat untuk memicu rahim sehingga kehamilan pun terlepas atau gugur, kemudian dilatasi dan kuretase akan dilakukan.

Dilansir dari Mayo Clinic, setelah prosedur pada kehamilan anggur dilakukan, biasanya dokter merekomendasikan menunda kehamilan selama enam bulan hingga satu tahun untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.

(PSF/ERW)

Artikel Terkait