DI ATAS 5 TAHUN
6 Mei 2020

Abdominal Migrain Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Sakit perut, muntah, mual dan diare berulang bisa disebabkan oleh migrain perut
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Buah hati Moms yang tampak sering mengalami sakit perut, mual, dan muntah tanpa alasan jelas bisa jadi bukan menderita gangguan pencernaan, melainkan mengalami migrain perut atau abdominal migrain pada anak.

Ya, migrain yang selama ini identik dengan sakit di kepala rupanya juga bisa terjadi di perut anak. Seperti dijelaskan dalam sebuah studi yang dilansir oleh Pediatric Health, Medicine, and Therapeutics, abdominal migrain dialami oleh 1% sampai 4% anak berusia 3-10 tahun.

Yuk Moms, simak dulu informasi yang sudah kami rangkum berikut untuk tahu lebih banyak tentang abdominal migrain pada anak.

Baca Juga: Jangan Sampai Sakit, Kenali 4 Pencetus Migrain Ini

Gejala Abdominal Migrain Pada Anak

Abdominal Migrain Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 1.jpg

Foto: Freepik.com

Dengan gejala yang hampir mirip, abdominal migrain pada anak memang sering disangka sebagai masalah kesehatan lain seperti sindrom iritasi usus besar, penyakit Crohn, atau sindrom muntah siklik.

Gejala yang sering dikeluhkan oleh anak penderita abdominal migrain diantaranya adalah rasa sakit di area tengah perut, demam ringan, serta diare dan muntah tanpa sebab jelas yang berulang.

Serangan atau episode abdominal migrain bisa berlangsung selama 2-72 jam, tapi kemudian hilang sama sekali dan anak kembali terlihat sehat tanpa merasakan gejala apapun. Namun, beberapa minggu sesudahnya Si Kecil akan kembali mengalami hal yang sama.

Baca Juga: 6 Cara Mencegah Migrain yang Sering Menggangu

Penyebab Abdominal Migrain Pada Anak

Abdominal Migrain Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 2.jpg

Foto: Freepik.com

Menurut Dr. Rina M. Sanghavi, M.D., FAAP, rekan profesor kedokteran anak di University of Texas Southwestern, sampai saat ini penyebab abdominal migrain pada anak masih belum diketahui secara pasti.

Namun, para peneliti menduga ada hubungannya dengan perubahan pada hubungan perut dan otak, ketidakseimbangan bakteri di usus, reaksi terhadap makanan tertentu, lambatnya gerakan makanan di usus, ataupun riwayat keturunan penyakit migrain.

Abdominal migrain pada anak juga diduga bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti:

  • Stress dan perubahan emosional.
  • Kandungan nitrat dan bahan kimia lain di dalam produk makanan olahan.
  • Terlalu banyak menelan udara dari mulut.
  • Mabuk perjalanan.
  • Konsumsi kafein atau makan tidak teratur.
  • Kurang tidur.

Baca Juga: Meski Tidak Diketahui Penyebabnya, 5 Hal Ini Bisa Jadi Pemicu Migrain

Pengobatan Abdominal Migrain Pada Anak

Abdominal Migrain Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya  3.jpg

Foto: Biteforfoodies.com

Jika setelah dilakukan tes Si Kecil positif didiagnosis menderita abdominal migrain, dokter mungkin akan memberikan resep obat anti-inflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, obat anti mual, dan berbagai obat lain.

Untuk mencegah abdominal migrain, pastikan Si Kecil cukup tidur, makan teratur, dan cukup minum. Jangan lupa ingatkan untuk menjauhi makanan yang bisa memicu serangan, cokelat, teh, kopi, dan makanan olahan.

Baca Juga: 5 Makanan Penyebab Migrain yang Harus Dihindari

Berita baiknya, sebagian besar kasus abdominal migrain pada anak akan hilang saat Si Kecil tumbuh besar. Namun, sebagian kecil penderitanya ada yang kemudian mengalami migrain kronis saat dewasa.

Nah, apa yang biasanya Moms lakukan untuk meredakan sakit perut yang dialami anak?

Artikel Terkait