NEWBORN
20 Agustus 2019

Adakah Pengukuran ASI untuk Sekali Minum?

Penting untuk ibu ketahui, adakah pengukuran ASI yang tepat bagi bayi untuk sekali minum?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Bagi setiap ibu yang baru melahirkan sang buah hati, rasanya sudah mengetahui bahwa ASI sangat penting untuk dikonsumsi setiap hari.

Bayi yang berusia 0-6 bulan harus mendapatkan ASI eksklusif tanpa pendamping makanan atau minuman apa pun.

ASI eksklusif berguna untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, mencegah bayi terinfeksi penyakit, dan menjaga agar pertumbuhan serta perkembangan bayi berjalan secara optimal.

ASI eksklusif juga berguna agar membuat bayi tidak rewel dan hubungan dengan ibunya dibangun lebih intim.

ASI itu mengandung banyak zat baik bagi tubuh bayi.

Menurut dr. Aini, seorang konselor laktasi yang praktik di RSIA Permata Bekasi dan RSIA Kemang Medical Care, ASI mengandung air, protein, lemak, asam amino esensial, makrofag, limfosit, immunoglobulin, laktoferin, dan berbagai jenis hormon di antaranya oksitosin dan melatonin.

Baca Juga: Perhatikan Aturan Ini saat Menyimpan ASI Perah

Gambaran Pengukuran ASI untuk Sekali Minum

Adakah Pengukuran ASI untuk Sekali Minum-1.jpg

Melihat banyaknya jenis kandungan dan manfaat dari ASI, bayi diharapkan bisa mendapatkan asupan ASI yang cukup setiap harinya.

Namun, adakah gambaran seberapa banyak ukuran ASI untuk bayi dalam sekali minum?

“Bagi Moms yang memberikan DBF atau ASI secara langsung, harus memerhatikan tanda-tanda bayi sudah merasa kenyang atau cukup ASI. Jika terjadi kelebihan ASI, bayi kerap menjadi gumoh. Sebenarnya hal tersebut normal terjadi. Namun, kalau gumoh terlalu banyak, sebaiknya perlu dicek ke klinik laktasi untuk mengetahui perlekatan sudah baik atau belum,” ujar dr. Aini, saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Senin (22/4) lalu.

Apa saja tanda-tanda bayi sudah kenyang atau cukup ASI? Menurut dr. Aini, ini tanda yang harus Moms perhatikan pada Si Kecil, yaitu sebagai berikut:

  1. Saat menyusu, bayi punya irama menyusu tersendiri;
  2. Hisapan bayi saat menyusu akan terasa nyaman bagi ibu;
  3. Payudara yang penuh sehabis dihisap bayi akan melunak;
  4. Bayi akan melepas payudara setelah merasa kenyang;
  5. Bayi buang air kecil sesuai dengan hari usianya;
  6. Buang air besar pada bayi akan berubah warna;
  7. Berat badan bayi dapat turun di 7 hari awal. Namun, pada usia bayi 14 hari, berat badan bayi diharapkan sudah naik.

Baca Juga: 5 Masalah Umum Dalam Pemberian ASI Eksklusif dan Solusinya

Takaran ASIP yang Tepat untuk Sekali Minum

Adakah Pengukuran ASI untuk Sekali Minum-2.jpg

Foto: firstcry.parenting

Seperti halnya menyusu secara langsung, ASIP atau ASI perah, yang diperas kemudian disimpan untuk diberikan kepada bayi, tidak mempunyai takaran pasti dalam sekali minum.

Setiap bayi pada dasarnya akan memiliki takarannya masing-masing, jadi tidak perlu mengukur ASIP yang mau diberikan.

“Tidak perlu mengukur ASIP yang diberikan. Misalkan, pada bayi berusia 3 bulan pasti akan berbeda dengan yang sudah berusia 1 tahun. Jadi, biarkan bayi minum semaunya saja. Kami juga tidak mengajarkan untuk menghitung ASI yang akan diminum,” ungkap dr. Aini, menjelaskan.

Bayi yang sudah berusia 1 tahun pasti akan minum lebih sedikit ASIP karena sudah menerima MPASI bayi dan makan lebih sering.

Berbeda dengan bayi 3 bulan yang masih berada pada masa ASI eksklusif.

Media pemberian ASIP juga tidak perlu memakai dot karena mekanisme menghisapnya berbeda dengan payudara.

Sebagai penggantinya, Moms bisa menggantinya dengan gelas kecil atau sedotan.

Jadi, baik ASI atau ASIP tidak ada takaran pasti untuk diminum oleh bayi.

Terpenting, Moms mengetahui tanda-tanda bayi sudah mendapat cukup ASI sehingga asupan nutrisi dan gizinya terjaga setiap hari.

Selamat menikmati masa menyusui, ya!

Baca Juga: Cegah Bingung Puting, Berikan ASIP dengan 3 Media ini

(DG)

Artikel Terkait