PROGRAM HAMIL
24 Juni 2019

Adopsi Dulu agar Hamil Kemudian, Mitos atau Fakta?

Adakah hubungan antara adopsi dengan kehamilan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Pasangan yang sedang berjuang untuk mempunyai keturunan mungkin pernah mendengar ucapan atau “anjuran” ini: Adopsi dulu aja, nanti pasti hamil.

Benarkah mengadopsi anak dapat membuat Moms yang sebelumnya susah punya momongan akhirnya dapat hamil? Seperti apa penjelasannya?

“Konsep” adopsi dulu agar hamil itu sebenarnya fakta atau hanya mitos?

Yuk, cari tahu faktanya, Moms.

Baca Juga: Memperbaiki Kualitas Sel Telur Agar Cepat Hamil Dalam 90 Hari

Membongkar Mitos Adopsi Dulu agar Hamil

Adopsi Dulu agar Hamil Kemudian, Mitos atau Fakta 01.jpg

Foto: unsplash.com

Dalam situs web ARC Infertility disebutkan bahwa “konsep” adopsi dulu agar hamil itu sesungguhnya hanya mitos, walaupun pada kenyataannya memang ada perempuan-perempuan yang mengalami kondisi tersebut.

Dari total pasangan yang mengadopsi anak, sekitar 5% di antaranya kemudian hamil secara alami.

Dr. Sherry A. Ross, M.D., dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Santa Barbara, California mengatakan, ia pun pernah menemui kasus-kasus seperti itu. Namun, penulis buku She-ology: The Definitive Guide to Women’s Intimate Health. Period. ini mengatakan, tidak ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan kebenaran “konsep” adopsi dulu agar hamil itu.

Dikutip dari situs web Health, Ross mengatakan, “Penjelasan paling masuk akal adalah masalah infertilitas yang dialami oleh para pasangan tersebut sebenarnya tidak mutlak.” Artinya, walaupun para pasangan tersebut mengalami masalah infertilitas, namun, mereka sebenarnya masih berpeluang untuk mempunyai keturunan secara alami.

Dr. Thomas A. Molinaro, M.D., dokter spesialis kesuburan dari Reproductive Medicine Associates of New Jersey memiliki pendapat yang senada dengan Ross. “Kebanyakan pasangan bukannya tidak subur (sterile), namun lebih ke kurang subur (subfertile). Artinya, mereka bukannya tidak bisa hamil sama sekali. Hanya, peluang mereka untuk hamil lebih rendah dari kebanyakan pasangan,” ujar Molinaro.

Ross juga mengatakan, “Banyak pasangan dengan masalah infertilitas sebenarnya tidak harus menjalani prosedur in vitro fertilization (IVF) untuk dapat hamil.” Mereka hanya perlu waktu lebih lama untuk dapat hamil.

Tetapi, mereka khawatir bila menunggu terlalu lama kondisi kesuburan mereka akan menurun sehingga peluang untuk hamil menjadi makin sulit. Oleh karena itu, mereka memilih untuk menjalani prosedur IVF agar dapat cepat punya anak ketimbang menunggu hingga mereka dapat hamil secara alami.

Beberapa tahun setelah punya anak, banyak dari pasangan tersebut kemudian hamil secara alami.

Baca Juga: Ingin Menunda Kehamilan? Coba Cara Ini Agar Tidak Hamil

Jika Memang Menganut Konsep Adopsi Dulu agar Hamil

Adopsi Dulu agar Hamil Kemudian, Mitos atau Fakta 02.jpg

Foto: rmn.ph

Penjelasan serupa juga berlaku bagi pasangan yang mengadopsi anak atau bagi “konsep” adopsi dulu agar hamil. Molinaro mengatakan, pasangan-pasangan tersebut memang memiliki masalah infertilitas, tetapi bukan berarti peluang untuk hamil tertutup sama sekali.

Melihat kecilnya peluang untuk hamil secara alami, mereka lalu memutuskan untuk mempunyai anak melalui jalur adopsi. Tak jarang, beberapa tahun setelahnya pasangan tersebut dapat hamil dan melahirkan anak secara alami.

Baca Juga: Hal Alamiah Ini Seringkali Jadi Kendala Ibu Setelah Melahirkan

(AN)

Artikel Terkait