KESEHATAN
21 Mei 2020

Mengenal Penyakit Afasia, Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Berbeda dengan disleksia, afasia merupakan gangguan berbahasa dan penyakit ini belum ada obatnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Menurut Aphasia.org, afasia adalah gangguan bahasa, yang mempengaruhi produksi atau pemahaman bicara dan kemampuan membaca atau menulis.

Afasia bisa sangat parah sehingga membuat komunikasi dengan pasien hampir mustahil.

Walau begitu, bisa juga sebaliknya, yakni bisa sangat ringan.

Afasia pun dapat mempengaruhi terutama satu aspek penggunaan bahasa, seperti kemampuan untuk mengetahui nama-nama objek atau kemampuan untuk menyatukan kata-kata menjadi kalimat, atau kemampuan membaca.

Penyebab Afasia

Penyakit afasia - penyebab afasia (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Penyebab paling umum dari afasia adalah kerusakan otak akibat stroke - penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak.

Kehilangan darah ke otak menyebabkan kematian sel otak atau kerusakan di daerah yang mengontrol bahasa.

Kerusakan otak yang disebabkan oleh cedera kepala yang parah, tumor, infeksi atau proses degeneratif juga dapat menyebabkan afasia.

Dalam kasus ini, afasia biasanya terjadi dengan jenis masalah kognitif lainnya, seperti masalah memori atau kebingungan.

Afasia progresif primer adalah istilah yang digunakan untuk kesulitan bahasa yang berkembang secara bertahap.

Ini disebabkan oleh degenerasi sel-sel otak secara bertahap yang terletak di jaringan bahasa.

Kadang-kadang jenis afasia ini akan berkembang menjadi demensia yang lebih umum.

Baca Juga: 4 Aktivitas Pendukung Terapi Wicara Balita yang Bisa Dilakukan di Rumah

Gejala Afasia

Penyakit afasia - gejala afasia (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Afasia adalah tanda dari beberapa kondisi lain, seperti stroke atau cedera kepala.

Tetapi juga bisa muncul secara bertahap dari tumor otak yang tumbuh lambat atau penyakit yang menyebabkan kerusakan permanen progresif (degeneratif).

Seseorang dengan afasia memiliki gejala, yakni:

  • Berbicara dalam kalimat pendek atau tidak lengkap
  • Berbicara dalam kalimat yang tidak masuk akal
  • Ucapkan kata-kata yang tidak dikenal
  • Tidak mengerti percakapan orang lain
  • Tulis kalimat yang tidak masuk akal

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Disleksia pada Anak, Ini Ciri-cirinya

Penyembuhan Afasia

Penyakit afasia - perawatan afasia (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Perawatan untuk seseorang dengan afasia tergantung pada faktor-faktor seperti usia, penyebab cedera otak, jenis afasia, posisi, dan ukuran lesi otak.

Misalnya, seseorang dengan afasia mungkin memiliki tumor otak yang memengaruhi pusat bahasa otak. Pembedahan untuk mengobati tumor otak juga dapat meningkatkan afasia.

Seseorang dengan afasia yang mengalami stroke dapat mengambil manfaat dari sesi dengan ahli patologi wicara-bahasa.

Terapis akan bertemu secara teratur dengan orang tersebut untuk meningkatkan kemampuannya untuk berbicara dan berkomunikasi.

Terapis juga akan mengajarkan orang itu cara berkomunikasi yang tidak melibatkan ucapan. Ini akan membantu orang tersebut mengimbangi kesulitan bahasa.

Itulah penjelasan tentang afasia. Jika kerabat terdekat Moms mengalami afasia, jangan khawatir berlebihan dulu, ya. Sebab, tetap ada hal yang bisa Moms lakukan untuk mengatasinya.

Baca Juga: Begini Reaksi Bayi Tuli Saat Pertama Kali Dengan Suara Orang Tuanya, Mengharukan!

Artikel Terkait