2-3 TAHUN
8 Desember 2017

Agar Tak Histeris, Bujuk Balita dengan 5 Cara Ini Saat ke Dokter Gigi

Jangan menyerah Moms, lakukan cara menyenangkan ini yuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Membiasakan balita menyikat giginya tiap malam, bisa saja sukses. Namun, saat mengajaknya ke dokter gigi tiap enam bulan sekali, bisa jadi tantangan yang gampang-gampang susah.

Seringkali balita merajuk bahkan menjerit histeris saat mulutnya harus diperiksa oleh dokter gigi. Tidak sedikit pula yang sama sekali tidak mau diajak ke dokter gigi. Bagaimana solusi mengatasinya? Ayo Moms, bujuk balita ke dokter gigi dengan tips berikut ini:

1. Sebab-akibat

Tunjukkan gambar-gambar tentang sakit gigi atau gigi rusak, jelaskan padanya bila giginya rusak ia tidak bisa makan makanan enak favoritnya.

2. Bermain dokter dan pasien

Dengan cermin, minta ia perlihatkan giginya, lalu hitung jumlahnya dan tanyakan apa ia rajin menggosok gigi. Atau jadikan boneka sebagai pasien dan tunjukkan apa yang akan dilakukan dokter gigi pada si pasien.

Ini akan memberikan gambaran pada balita hal yang akan ia lihat dan alami di ruang praktek dokter. Jangan lupa beritahu, bahwa setelah ke dokter gigi, giginya akan tumbuh berbaris rapi dan bersih.

Baca Juga : Cerdas Memilih Sikat dan Pasta Gigi Anak

3. Ajak dia saat Moms memeriksa gigi

Biarkan balita memerhatikan saat dokter memeriksa gigi Moms. Cara ini akan membuatnya lebih “akrab” pada suasana ruangan, bunyi peralatan dan keramahan dokter.

Bawalah mainan kecil favoritnya agar dia tidak bosan di dalam ruangan. Setelah selesai, beri senyuman atau tunjukkan ekspresi gembira. Melihat Moms nyaman ketika dirawat giginya akan membuatnya memahami bahwa kegiatan ini tidak menakutkan.

4. Lakukan saat giginya sehat

The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan agar anak-anak mulai mengunjungi dokter gigi saat usia satu tahun. Kunjungan awal ini akan membuat anak akrab dengan dokter gigi.

Untuk kunjungan pertama, tidak harus memaksanya duduk di kursi periksa jika ia tidak mau. Sebaiknya lakukan di pagi hari atau di akhir minggu ketika Anda punya waktu lebih banyak dan bisa fokus menemaninya ke dokter gigi.

5. Pilih dokter gigi spesialis anak

Kunjungi dokter gigi spesialis anak untuk awal perkenalannya dengan dokter gigi. Umumnya, dokter spesialis memiliki pendekatan yang bersahabat dan kesabaran ekstra untuk mendekati balita. Selain itu, dokter spesialis ini memberikan pelayanan dengan dekorasi ruangan yang ramah anak.

Beri penghargaan atas keberanian dan sikapnya yang manis saat dokter memeriksa giginya. Berikan juga motivasi yang membangun agar dia rajin menjaga kebersihan gigi sebelum bertemu lagi dengan dokter gigi pada kunjungan berikutnya.

(EGA)

Artikel Terkait