SELEBRITI
10 Juni 2019

Akhirnya Hamil setelah 3 Bulan Terapi PCOS, Begini Perjuangannya Fitrop

Fitrop sempat dilarang lakukan program hamil selama setahun!
placeholder

Sumber: Instagram.com/fitrop

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sempat mengalami TBC kelenjar dan didiagnosis menderita PCOS (polycystic ovary syndrome), kini Fitrop dan sang suami tengah berbahagia. Pasalnya, Fitrop kini tengah mengandung anak pertama setelah sebelumnya ia tidak diperbolehkan melakukan program kehamilan.

Hal ini disampaikan oleh Fitrop melalui unggahan Instagram-nya. Tampak Fitrop bersama suaminya, Irvan Toge, membuat sebuah video pendek yang menunjukkan kebahagiaan karena akhirnya mendapatkan keturunan.

Selain mengunggah video pendek, Fitrop juga menjelaskan perjuangannya sampai pada akhirnya ia berhasil mengandung.

Fitrop mengunggah foto sebuah karangan bunga dengan tulisan "Wife & Husband 2014", "Mom & Dad 2019", disertai foto mereka berdua, dan gambar USG janin di dalam perutnya.

Ia pun turut menuliskan cerita tentang dirinya dan suami sampai akhirnya Fitrop berhasil mengandung anak pertamanya, yang ia beri julukan "Debathyl" yang merupakan kependeka dari "dede bayi centhyl (centil)".

Seperti apa perjuangan Fitrop hingga akhirnya hamil? Yuk kita cari tahu Moms!

Baca Juga: Bahaya PCOS Bagi Wanita yang Sedang Program Hamil

1. Dilarang Hamil selama Setahun karena TBC Kelenjar

46149177_2140126359586222_4912707305878943103_n.jpg

Sebelum didiagnosis PCOS, Fitrop mengidap terlebih dahulu menderita penyakit TBC kelenjar yang mengharuskan dirinya mengonsumsi obat selama 1 tahun. Ia juga diberitahu agar tidak terlebih dahulu melakukan program hamil.

"Aku dilarang program hamil karena kan obat TB keras banget. Jadi ya udah dijalanin aja. Alhamdulillah sih sekarang udah (minum obatnya), tinggal abisin sisa-sisanya aja. Maksudnya kayak detox," jelas Fitrop dikutip dari Kumparan.

Fitrop sendiri memprioritaskan agar tubuhnya menjadi lebih sehat terlebih dahulu, baru setelah itu ia dan Toge akan memikirkan tentang memiliki keturunan.

2. Curiga Karena Siklus Haid Tak Teratur

fitrop-terapi pcos.jpg

Foto: instagram.com/fitrop

Setelah sembuh dari TBC kelenjar, Fitrop pun mulai merencanakan kehamilan. Sayangnya, keinginannya untuk cepat hamil belum bisa terlaksana. Salah satu masalahnya adalah PCOS yang dideritanya. Diceritakan, Fitrop awalnya curiga ketika mengetahui dirinya memiliki siklus datang bulan yang tidak teratur dan acak-acakan.

"Dari dulu ga pernah tau penyebab siklus bulanan aku acak2an tu knp (bisa dapetnya 3 bulan sekali, sekalinya dapet bisa sampai 20 hari) Beberapa kali sempet periksa bbrp obgyn selalu came up dgn jawaban 'normal kok, gak ada kista miom atau pun polip.' Kalo normal tapi kenapa siklusnya bisa ngaco?" tulisnya.

Sampai akhirnya, Fitrop membaca Highlight Instagram dari akun @mestyariotedjo tentang PCOS. Fitrop merasa terpukul ketika melihat gejala yang disebutkan itu sama dengan apa yang sedang ia alami.

"MEI 2018, baca highlightnya @mestyariotedjo tentang PCOS dan.. DEG! 'Kok gejalanya sama ky gw ya.' Akhirnya mulai ngobrol dan tercetuslah nama dr @tommygpratama yg memang mendalami PCOS ini. Akhirnya bertekad utk ngebenerin si PCOS ini krn aku mikir 'selama ada yg salah di badan aku klo pun aku mau promil atau IVF pun nanti, takutnya hasilnya pun gak akan sesuai harapan.. Jadi fokus sembuhin PCOS dulu aja," jelasnya.

Baca Juga: Kisah Tya Ariestya Mengidap PCOS dan Perjuangannya Memiliki Anak Lewat Program Bayi Tabung

3. Konsultasi ke Dokter dan Fokus Sembuhkan Dirinya

fitrop1

Foto: instagram.com/fitrop

Ia pun pergi berkonsultasi ke dr. Gita Pratama, SpOG(K), dokter kandungan dengan akun Instagram @tommygpratama. Fitrop melakukan beberapa tes laboratorium yang dibutuhkan untuk mencari tahu apa yang salah pada dirinya.

Akhirnya, diketahui jika PCOS ini terjadi secara genetik karena keturunan dari sang ibu.

"Dec 2018, krn kesibukan shooting, dll akhirnya baru sempat dateng ke dr @tommygpratama dan berdasar hasil lab dll ketauan lah klo aku ada PCOS genetik turunan dr mamah, krn mamah pun dulu begitu.

Dan pengobatan pun dimulai dgn cara merapikan siklus bulanan. Dikasih obat agar mens, dan penyubur yang diminum di hari ke 3 saat dtg bulan," jelas Fitrop lagi.

Lalu pada bulan Januari 2019, Fitrop inisiatif membeli minyak esensial PPP (Progressence Phyto Plus) untuk menambah kesuburan.

"Berdasar DM bertubi-tubi, akhirnya aku beli dan rutin pake PPP dari @indo.oil (bukan endorse! Beneran beli sendiri). Aku pke setetes di nadi terus aku gosok belakang kuping (ky pake parfum) dan 1 tetes di bawah puser tiap mau tidur," ungkap Fitrop.

Baca Juga: 9 Diet Sehat untuk Merencanakan Kehamilan

4. Mengubah Gaya Hidup untuk Perbaiki Fungsi Organ

fitrop-perjuanga pcos.jpg

Foto: instagram.com/fitrop

Pada bulan Februari 2019, Fitrop mengikuti tantangan untuk tidur lebih cepat, maksimal jam 10 malam. Ia menjelaskan karena di jam ini, fungsi organ hati bekerja secara maksimal dari jam 10 malam hingga jam 2 dini hari.

Diakui, tantangan ini berat bagi seorang Fitrop yang memiliki mobilitas tinggi.

"Ikut tantangan dr @reinorambey untuk tidur cepet di bawah jam 10 krn fungsi liver bekerja maks jam 10-2 malam. Berat, tapi aku coba jalanin 2 mingguan," jelas Fitrop.

5. Panik karena Kembali Telat Datang Bulan

47693735_657891041273393_3951353398214236603_n.jpg

Di bulan Maret 2019, Fitrop akui dirinya sempat merasa khawatir bila PCOS-nya kembali kambuh. Ini karena siklus haidnya kembali telat di bulan tersebut.

"Maret 2019, Sempet worried PCOSnya kambuh, setelah siklusnya rapi dari Jan di bawah pengawasan dan treatment dr @tommygpratama kok siklusnya telat bulan ini? Padahal obat rutin minum," ungkapnya.

Dr Tommy menyarankan Fitrop untuk melakukan tes kehamilan, ia menggunakan testpack, dan melihat dua garis muncul yang menandakan dirinya positif hamil.

"Akhirnya berkat saran dr @tommygpratama aku pun memberanikan untuk testpack, Garis 2 itu pun Alhamdulillah muncul. #MasyaAllah #Tabarakallah," tambahnya.

Nah, itu dia Moms perjuangan Fitrop setelah 5 tahun menikah dan kini dirinya akan dikaruniai seorang anak. Setiap orang tentu punya perjuangan yang berbeda-beda untuk mendapatkan keturunan ya Moms.

Moms juga mungkin punya perjuangan yang tidak kalah berat. Bagaimana perjuangan Moms untuk bisa hamil? Share yuk!

Artikel Terkait