DI ATAS 5 TAHUN
18 April 2019

Si Kecil Melewatkan Sarapan, Ini 4 Dampaknya

Penting memilih makanan yang bergizi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Agar kebutuhan nutrisi harian Si Kecil tercukupi, Moms perlu memberikan makanan yang sehat dan porsi makan yang cukup, dan ini perlu dimulai di pagi hari sebelum anak beraktivitas.

Ketika Si Kecil sarapan, ia mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan tubuh usai tidur selama 8-10 jam di malam hari. Karena pada dasarnya, anak 'berpuasa' semalam.

Dengan sarapan, maka kadar glukosa dalam darah pun kembali meningkat. Tanpa sarapan, anak tidak memiliki cukup energi untuk beraktivitas, apalagi ia sedang dalam masa tumbuh kembang dan aktif. 

Lalu, hal lain apa lagi yang terjadi pada Si Kecil jika ia melewatkan sarapan? Kita cari tahu yuk Moms!

Baca Juga: Ini 5 Cara Mengatasi Anak Sulit Makan Buah dan Sayuran

1. Anak Jadi Gelisah dan Mudah Marah

sarapan 2

Foto: videoblocks.com

Makan sarapan dengan kualitas baik dapat meningkatkan perasaan kewaspadaan dan motivasi untuk belajar. Metabolisme anak yang tinggi dan tingkat pertumbuhan yang cepat, membuat mereka membutuhkan nutrisi optimal.

Ditambah, Si Kecil juga memiliki waktu tidur yang lebih lama, sehingga di malam hari mereka tidak makan dalam waktu lama. Karenanya, makan sarapan bergizi sangat penting untuk menyediakan bahan bakar sebelum beraktivitas.

Ketika kadar glukosa darah rendah, hormon seperti adrenalin dan kortisol dilepaskan dan dapat menyebabkan perasaan gelisah dan mudah marah.

Hal ini dapat memengaruhi konsentrasi anak yang bisa mengganggu saat ia sedang bersekolah. Tubuh anak berjuang untuk mendapatkan energi yang cukup di pagi hari untuk mengatasi tuntutan sekolah.

2. Mengganggu Kegiatan Sekolahnya

sarapan1

Foto: oiplayschool.com

Makan sarapan padat nutrisi dapat menyebabkan kinerja akademik yang lebih baik. Penting memastikan Si Kecil sarapan berulang kali agar ia merasa sejahtera dengan perasaan kurang lapar.

Sebaliknya, anak-anak yang secara teratur melewatkan sarapan lebih cenderung jadi anak yang mengganggu di kelas atau ia tidak masuk sekolah.

3. Berat Badan Naik

Tahukah Moms, anak-anak yang melewatkan sarapan lebih cenderung mengemil lho!

Jika anak sering mengemil, maka akan berdampak pada perkembangan kelebihan berat badan dan obesitas di masa kanak-kanak, sehingga penting mendidik anak-anak ke dalam sarapan rutin yang baik pada awal hari sangat penting.

Makanan sarapan seperti susu, sereal, dan roti adalah sumber nutrisi yang baik yang memengaruhi fungsi otak, dan menjauhkan Si Kecil untuk makan kudapan manis yang tidak sehat.

4. Kekurangan Nutrisi

sarapan3

Foto: theconversation.com

Anak yang melewatkan sarapan cenderung mengonsumsi makanan dengan tambahan gula, hal ini berdampak pada kepadatan gizi yang lebih rendah secara keseluruhan.

Selain itu, asupan beberapa nutrisi penting seperti vitamin A, kalsium, serat, zat besi, folat, protein, karbohidrat, dan lemak semuanya lebih rendah pada anak-anak yang tidak makan sarapan.

Baca Juga: Apakah Makanan Instan Berdampak pada Pertumbuhan Anak?

Alasan Anak Tidak Sarapan Pagi

Ada beberapa alasan mengapa anak bisa tidak sarapan sebelum mulai beraktvitas. Biasanya dikarenakan manajemen waktu yang buruk sehingga terburu-buru, atau Si Kecil yang kurang nafsu makan.

Faktor lain melewatkan sarapan juga bisa disebabkan oleh status sosial ekonomi, karena akses makanan mungkin terbatas pada beberapa keluarga.

Pola hidup tidak sehat orang tuanya dapat menjadi faktor pengaruh Si Kecil kerap melewatkan sarapan. Apabila Moms dan Dads sebelumnya telah terbiasa tidak sarapan, ini membentuk pola makan yang sama bagi anak.

Nah, itu dia bahaya yang bisa dialami jika Si Kecil melewatkan sarapannya. Pastikan ia mendapat asupan nutrisi penting untuk tumbuh kembang dan kecerdasannya ya, Moms.

(AP/AND)

Artikel Terkait