KEHAMILAN
29 Juni 2020

Akupuntur saat Hamil, Apakah Aman?

Pengobatan dengan akupunktur di rumah sakit di Inggris juga, dilakukan pada ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Akupunktur, sebuah teknik pengobatan alternatif ala Tiongkok. tekni pengobatan ini dikenal ampuh menyembuhkan banyak penyakit. Namun perlu diketahui apakah aman menjalani akupunktur untuk meringankan nyeri punggung saat hamil?

Proses akupunktur sendiri dilakukan dengan memasukkan jarum-jarum ke sejumlah bagian tubuh. Dalam proses penyembuhan ini, ditransfer kekuatan hidup yang disebut "qi" (dibaca: chi), melalui jarum.

Pengobatan ini sudah dilakukan di sebagian besar klinik nyeri dan rumah sakit di Inggris, sebagai bentuk pengobatan komplementer atau alternatif.

Dilansir Daily Mail, pengobatan dengan akupunktur di rumah sakit di Inggris juga, dilakukan pada ibu hamil. Untuk mengobati keluhan tekanan darah tinggi dan rendah, morning sickness, nyeri panggul, sampai dan menginduksi persalinan.

Baca Juga: Cara Cepat Hamil dengan Akupunktur, Bisakah?

Akupunktur saat Hamil

Nah, sebelum melakukan akupunktur untuk meringankan nyeri punggung saat hamil, yuk simak dulu faktanya di bawah ini!

1. Beri Tahu Terapis sebelum Melakukan Akupunktur

akupunktur untuk meringankan nyeri punggung saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Meski aman, akupunktur biasanya tidak disarankan jika Moms memiliki alergi logam atau infeksi di daerah di mana jarum mungkin dimasukkan.

Akupunktur pada umumnya aman untuk meringankan nyeri punggung saat hamil. Namun, yang paling penting, beri tahu praktisi akupunktur jika Moms sedang hamil. Soalnya terdapat titik akupunktur tertentu tidak dapat digunakan dengan aman selama kehamilan.

Baca Juga: Amankah Melakukan Akupuntur Saat Hamil?

2. Bisa juga Mengubah Posisi Bayi

Akupunktur untuk meringankan nyeri punggung saat hamil dan mengubah posisi bayi freepik.JPG

Foto: Freepik.com

Tidak dimungkiri menjelang kelahiran, tidak semua posisi bayi ideal. Jika pada akhir trimester ketiga, atau pada usia kehamilan sekitar 8 bulan, bayi masih sungsang, disarankan untuk mencoba akupunktur.

Seperti dikutip dari Medium, ada beberapa jenis posisi sungsang, tetapi yang paling umum adalah sungsang terbuka. Yakni ketika pantat bayi turun dengan kakinya mengarah ke atas dan kakinya di dekat kepalanya.

"Jika seseorang memiliki presentasi sungsang dan mereka ingin merasa seperti mereka telah mencoba segalanya di bawah matahari untuk mencoba membuat bayinya terbalik. Ada baiknya mencoba akupunktur," kata Christine Greves, M.D., dokter kandungan bersertifikat papan di Rumah Sakit Ibu dan Anak, Winnie Palmer dalam jurnalnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menemukan bahwa akupunktur plus moksibusi lebih efektif untuk mengubah posisi bayi sungsang. Metode seperti itu tampaknya menjadi pilihan yang sahih bagi ibu hamil yang mau melahirkan normal.

3. Memiliki Beberapa Risiko

Akupunktur untuk meringankan nyeri punggung saat hamil juga memiliki risiko.JPG

Pergi ke akupunktur untuk meringankan nyeri punggung saat hamil juga, perlu mempertimbangkan lisensi praktisinya.

Ahli Kesehatan Perempuan, Jennifer Wider menyatakan, memang akupunktur memiliki tanggapan yang baik dari para pasiennya, bahwa itu efektif meredakan berbagai gejala kehamilan. Mulai dari mual dan muntah, hingga nyeri punggung.

"Namun jika Anda melihat ahli akupunktur berlisensi yang berspesialisasi dalam perawatan ibu hamil, risikonya akan rendah," katanya.

Risiko yang dapat timbul antara lain, bertambah rasa sakit, mengalami kemerahan atau infeksi di tempat tusukan jarum, hingga cedera akibat jarum. Wider memperingatkan, ada beberapa titik akupunktur yang perlu dihindari. Salah satunya di pergelangan kaki, yang diperkirakan bisa memicu kontraksi.

Baca Juga: Benarkah Akupuntur Meningkatkan Kesuburan? Yuk, Simak Penjelasannya

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang akupunktur untuk meringankan nyeri punggung saat hamil. Jika penasaran ingin mencoba, tetap konsultasikan dengan dokter ya Moms!

Artikel Terkait