BALITA DAN ANAK
19 November 2019

5 Alasan Anak Malas Belajar, Tidak Selalu Salah Si Kecil

Bisa jadi karena gaya belajarnya yang berbeda
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tentunya setiap orang tua ingin anaknya cerdas demi meraih masa depan yang gemilang. Untuk menjadi pintar, Si Kecil juga harus rajin belajar.

Tetapi, pada satu titik orang tua akan dihadapkan dengan tantangan terbesar dalam mengasuh anak di usia sekolah, yaitu anak yang malas belajar.

Baik itu enggan mengerjakan pekerjaan rumah (PR), sulit mengikuti pelajaran yang sudah diajarkan guru, atau tidak mencatat hal-hal yang sudah dijelaskan di kelas.

Sebelum memarahi anak, ada baiknya Moms mencari tahu terlebih dulu penyebab anak malas belajar.

Baca Juga: Haruskah Anak Diberi Hadiah Supaya Mau Belajar?

Alasan Anak Malas Belajar

Dengan mengetahui alasan anak malas belajar, orang tua bisa mendiskusikannya dengan anak dan memotivasinya agar lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas sekolah dan memerhatikan guru.

1. Gaya Belajar Tidak Sesuai

anak malas belajar

Alasan anak malas belajar yang pertama adalah gaya belajar tidak sesuai. Gaya belajar yang tidak tepat bisa membuat anak malas belajar dan menjadi tidak termotivasi di sekolah.

Orang tua perlu peka dalam melihat gaya belajar mana yang paling sesuai untuk anak.

Setiap anak unik dan memiliki cara tersendiri dalam belajar, mengenali gaya belajar anak bisa membantu anak untuk mengerti pelajarannya dengan lebih baik.

Gaya belajar anak secara garis besar terbagi menjadi empat jenis, yaitu visual, auditori, membaca dan menulis, serta kinestetik. Keempat gaya belajar ini berbeda satu sama lainnya dan membentuk ciri khas anak:

  • Anak dengan gaya belajar visual, lebih mudah untuk mengerti pelajaran dengan penglihatan, seperti menggunakan gambar, ilustrasi, diagram, video, dan sebagainya.
  • Anak dengan gaya belajar auditori, lebih mudah menangkap informasi melalui suara. Anak dengan gaya belajar auditori lebih cepat mengingat pelajaran dari guru yang sedang berbicara.
  • Anak dengan gaya belajar membaca dan menulis, gampang memahami materi pelajaran dalam bentuk tulisan dan ditandai dengan kegemarannya untuk mencatat di buku cetak ataupun catatan.
  • Anak dengan gaya belajar kinestetik, cepat menyerap informasi saat dilakukan atau dipadukan dengan hal-hal praktis. Gaya belajar kinestetik membuat anak lebih senang belajar dengan langsung mempraktekkan materi pelajarannya.

Gaya belajar yang tidak tepat membuat anak kesulitan untuk mengerti bahan pelajaran dan membuat anak malas belajar.

2. Lingkungan yang Tidak Mendukung

anak malas belajar-3

Alasan anak malas belajar yang selanjutnya adalah lingkungan tidak mendukung. Lingkungan sekitar anak adalah salah satu faktor yang sering tidak diperhatikan oleh orang tua. Sebuah riset menemukan lingkungan rumah yang positif berhubungan dengan prestasi akademik yang baik.

Sementara, lingkungan rumah yang tidak kondusif mampu membuat anak malas belajar di rumah.

Begitupun juga dengan lingkungan sekolah, penelitian mendapati bahwa lingkungan sekolah berpartisipasi sebanyak 40 persen terhadap prestasi akademik siswa.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa siswa dengan fasilitas sekolah yang mencukupi, serta lingkungan dan guru yang baik, punya performa akademik yang lebih baik daripada sekolah dengan sedikit fasilitas dan lingkungan yang tidak mendukung pembelajaran, serta guru yang tidak memiliki kualifikasi.

Tidak hanya itu, ditemukan juga bahwa sekolah dengan fasilitas yang cukup dan modern mampu meningkatkan pembelajaran anak.

Anak malas belajar tidak selalu merupakan salah dari anak. Bisa jadi, ia hanya membutuhkan perubahan di lingkungan sekitarnya.

3. Bullying

anak malas belajar-4

Alasan anak malas belajar yang selanjutnya adalah bullying. Orang tua dan pihak sekolah perlu peka dalam melihat apakah anak memiliki masalah di sekolah, salah satunya adalah bullying.

Dalam jurnal International Education Studies, bullying atau perundungan berdampak negatif terhadap prestasi akademik anak. Anak malas belajar bisa menjadi salah satu indikasi bahwa anak mengalami bullying.

Orang tua perlu jeli dalam melihat kondisi anak karena bullying tidak hanya bersifat fisik dan verbal, tetapi juga bisa melalui media sosial maupun dikucilkan oleh teman-temannya.

Baca Juga: Yuk Coba! Ini 7 Cara Membantu Anak Disgrafia Belajar Di Rumah

4. Masalah dalam Proses Belajar

anak malas belajar-1.png

Alasan anak malas belajar yang selanjutnya adalah ada masalah dalam proses belajar. Anak malas belajar bisa jadi dikarenakan adanya masalah atau gangguan belajar yang dialami oleh anak.

Gangguan belajar dapat membuat anak malas belajar karena kesulitan dalam menangkap atau memahami informasi yang diberikan.

Beberapa gangguan belajar yang umumnya dialami anak adalah ADHD dan disleksia. Anak ADHD ditandai dengan kesulitan anak untuk fokus, perilaku yang impulsif, dan hiperaktif.

Sementara disleksia merupakan gangguan belajar yang menyebabkan anak menjadi sulit membaca. Disleksia diakibatkan oleh ketidakmampuan anak dalam mengaitkan pelafalan dengan kata-kata.

Kedua gangguan belajar ini menghalangi proses pembelajaran anak dan tentunya membuat anak malas belajar.

5. Gangguan dalam Emosi

anak malas belajar-5

Alasan anak malas belajar yang selanjutnya adalah gangguan dalam emosi. Alasan lain dari anak malas belajar mungkin dikarenakan adanya masalah pada emosi anak, seperti rasa cemas yang berlebih atau depresi.

Rasa cemas yang berlebih bisa mengganggu anak dalam mengerjakan tugas, kerja kelompok, ataupun presentasi.

Suasana hati sangat berperan dalam konsentrasi, energi, dan motivasi anak. Depresi menurunkan suasana hati anak dan mengganggu performa akademik anak.

Depresi biasanya ditandai dengan suasana hati yang sedih secara berkepanjangan, pemikiran untuk melukai diri atau mengenai bunuh diri, keinginan untuk melakukan bunuh diri, ataupun percobaan untuk melukai diri atau bunuh diri.

Baca Juga: Ciri-ciri Gangguan Belajar Pada Anak

Cara Mengatasi Anak Malas Belajar

anak malas belajar-2.jpg

Orang tua dapat membantu anak menjadi termotivasi dengan mendampingi anak untuk mengetahui gaya belajar yang efektif untuknya. Orang tua bisa memulainya dari topik pelajaran yang disukai anak.

Lingkungan rumah juga harus kondusif dan mendukung anak untuk belajar. Orang tua bisa menyediakan satu ruangan atau tempat khusus di rumah untuk anak belajar dengan kursi dan meja yang nyaman.

Ruangan belajar anak tidak hanya harus nyaman tetapi juga tidak dekat dengan hal-hal yang bisa membuat anak terdistraksi, seperti mainan, televisi, dan sebagainya.

Orang tua dapat melengkapi ruang belajar anak dengan peralatan yang memadai, seperti pensil, rak buku, dan sebagainya.

Bila alasan anak malas belajar dikarenakan gangguan dalam emosi atau masalah dalam proses belajar, maka orangtua perlu membawa anak berkonsultasi ke psikolog dan dokter untuk diperiksa dan dilakukan penanganannya.

Kunci dari mengatasi anak malas belajar adalah kepekaan orang tua dan keterbukaan serta pengertian orang tua untuk berbicara secara pribadi dengan anak untuk mengetahui apa yang sebenarnya membuat anak malas belajar.

Berbicara dengan anak adalah hal yang penting dan perlu dilakukan, terutama jika orang tua merasa bahwa anak mengalami bullying ataupun masalah pribadi lainnya di sekolah yang memicu anak malas belajar.

Penerimaan dan pengertian orang tua terhadap kemampuan dan keunikan anak bisa membantu anak untuk merasa diterima dan termotivasi dalam pelajarannya.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait