BAYI
4 Juni 2020

Bayi Alergi Hewan Peliharaan, Ini Faktanya!

Mata berair hingga asma adalah gejala alergi hewan peliharaan pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing bisa menjadi adalah hal yang menyenangkan. Apalagi jika Moms adalah penyuka hewan. Namun, adanya hewan peliharaan di rumah ternyata cukup berisiko menimbulkan alergi pada bayi.

Menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology, alergi muncul pertama kali pada masa bayi atau masa kanak-kanak dan lebih sering terjadi pada keluarga dengan riwayat alergi.

Sistem kekebalan bayi sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk menyerang zat asing, tetapi jika dia memiliki alergi, pemicu tertentu seperti bulu binatang, dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan.

Baca Juga: 5 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Untuk Bayi

Apa Itu Alergi Hewan Peliharaan?

XX Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Untuk Bayi 2.jpg

Alergi hewan peliharaan adalah reaksi kekebalan terhadap bulu binatang, serpihan kulit, air liur, air seni, atau kotoran. Bulu binatang atau rambut itu sendiri tidak memilili banyak alergen, tetapi dapat menjebak serbuk sari, debu, jamur, dan alergen lainnya.

Ketika seorang bayi dengan alergi hewan peliharaan menghirup ketombe atau bersentuhan dengan air liur atau kotoran hewan peliharaan, sistem kekebalan tubuhnya terus waspada dan melepaskan histamin serta lebih dari 40 bahan kimia lainnya untuk melawan alergen.

Histamin ini akan menggelembungkan hidung dan saluran udara, dan bahan-bahan kimia tersebut. Dampaknya, akan menyebabkan sejumlah gejala alergi di antaranya, hidung dan mata berair, bersin, dan gejala asma, seperti batuk atau mengi.

Faktanya, kebanyakan asma dimulai pada anak usia dini dan dapat dipicu oleh hewan. Jika alergen bersentuhan dengan kulit bayi, maka Si Kecil juga mungkin mengalami ruam atau gatal-gatal.

Setiap jenis hewan, termasuk anjing, hamster, marmut, dan terutama kucing dapat menyebabkan reaksi pada bayi yang alergi.

Gejala Alergi Hewan Peliharaan pada Bayi

XX Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Untuk Bayi 3.jpg

Ada beberapa gejala alergi hewan peliharaan pada bayi yang bisa Moms amati. Berikut daftarnya.

  • Gatal
  • Mata berair
  • Muncul ruam
  • Hidung meler
  • Kerap bersin
  • Batuk
  • mengi di dalam ruangan

Baca Juga: Bayi Sering Bermain dengan Hewan Peliharaan, Boleh Tidak?

Gejala-gejala ini juga terjadi sepanjang tahun, bukan musiman. Jika itu yang terjadi maka gejala-gejala tersebut merupakan tanda alergi terhadap tungau, jamur, atau hewan peliharaan.

Gejala alergi hewan peliharaan pada bayi ini bahkan dapat terjadi ketika Si Kecil tidak bersentuhan dengan binatang tersebut. Karena alergen dapat ditemukan di seluruh lingkungan dalam ruangan. Untuk itu, tidak mudah Butuh untuk mengetahui apakah penyebabnya adalah peliharaan atau sesuatu yang lain masalahnya.

Sayangnya, bayi juga mungkin masih memiliki reaksi terhadap hewan peliharaan, bahkan ketika hewan tersebut sudah dikeluarkan dari rumah.

"Dengan paparan kronis, gejala, setelah dipicu, dapat terjadi selama berhari-hari setelah paparan (hewan peliharaan) disingkirkan," kata ahli alergi James L. Sublett, wakil ketua komite alergen dalam ruangan dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI) seperti dilansir dari babycenter.com.

Untuk itu, menyingkirkan anjing atau kucing dari rumah, selama periode pengujian, tidak akan memberi banyak informasi. Karena mungkin masih ada bulu atau cairan dari hewan peliharaan di rumah yang menempel di baju, untuk memicu alergi pada Si Kecil, bahkan ketika hewan peliharaan tidak ada.

Sehingga diperlukan waktu beberapa bulan bagi Moms yang ingin mendeteksi apakah Si Kecil alergi terhadap hewan peliharaan.

Cegah Alergi dengan Paparan Hewan Peliharaan sejak Dini

XX Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Untuk Bayi 4.jpg

Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, sebuah penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa paparan dini terhadap hewan (khususnya kucing dan anjing) sebenarnya dapat melindungi anak-anak dari penyakit ini.

Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan anak-anak yang dibesarkan di pertanian mengembangkan lebih sedikit alergi dan asma. Itu menandakan bahwa semakin anak terpapar alergen, semakin mampu juga tubuhnya beradaptasi dengan alergi.

Baca Juga: 4 Cara Agar Hewan Peliharaan Bersahabat dengan Bayi

Namun, jika akhirnya Moms yakin bahwa hewan peliharaan yang menjadi penyebab munculnya sejumlah gejala alergi pada Si Kecil, maka sebaiknya segera menyingkirkan alergen terkait. Yakni, hewan peliharaan.

Namun, jika Moms belum benar-benar yakin, maka segera bawa bayi menemui pakar alergi ya Moms.

Artikel Terkait