BALITA DAN ANAK
17 Februari 2020

Alergi Kacang pada Anak, Ini yang Harus Diperhatikan

Harus bisa dideteksi sejak dini ya Moms
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Si Kecil yang sensitif terhadap berbagai macam masalah kesehatan, sangat rentan menderita yang namanya alargi. Salah satu alergi yang seringkali dialami anak adalah alergi makanan, terutama kacang.

Mungkin Moms sedikit khawatir jika mengenalkan kacang pada Si Kecil. Namun menurut American Academy of Pediatrics (AAP) bayi harus diberikan kacang lebih awal untuk mencegah reaksi alergi.

Baca Juga: 5 Jenis Hewan Peliharaan yang Aman Untuk Anak Alergi atau Asma

Bahkan bayi yang memiliki risiko lebih kecil terkena alergi kacang mulai mengonsumsi makanan yang mengandung kacang pada usia 6 bulan atau lebih.

Jadi bagaimana sebaiknya mengenalkan kacang pada anak? Berikut beberapa hal yang harus Moms ketahui mengenai alergi kacang pada anak.

Mengetahui Anak Alergi Terhadap Kacang

alergi kacang

Foto: Orami Photo Stock

Jadi bagaimana cara agar orang tua bisa tahu jika bayi mereka berisiko tinggi menderita alergi kacang?

Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), dua tanda utama Si Kecil berisiko menderita alergi kacang adalah alergi terhadap telur atau mengalami eksim parah.

Jika menemukan tanda tersebut pada anak, segera konsultasikan dengan dokter anak agar dapat melakukan tes alergi untuk mengetahui waktu terbaik untuk memperkenalkan kacang pada si buah hati.

Sebagai percobaan untuk anak, Moms dan Dads bisa mengaduk sedikit bubuk kacang tanah menjadi puree atau menaburkan lapisan tipis selai kacang pada roti anak,” kata Drew Bird, direktur Pusat Alergi Makanan di Kesehatan Anak di Dallas.

Baca Juga: Jangan Khawatir Jika Anak Alergi Kacang, Perawatan Ini Mungkin Membantu

Karena selai kacang biasanya sedikit lengket, cobalah untuk mencampur 2 sendok teh selai kacang halus dengan dua sendok teh air hangat untuk bayi yang baru memulai makan makanan padat.

Jika anak memang memiliki reaksi alergi, gejalanya dapat berupa pembengkakan bibir, batuk, muntah, atau ruam yang terlihat seperti gigitan nyamuk di sekitar mulut atau bagian tubuh lainnya, dan gejala-gejala itu akan terlihat setelah anak makan. Jika terlihat tandanya sedikit saja, segera hubungi dokter.

Obat yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Alergi Kacang pada Anak

alergi kacang

Foto: Orami Photo Stock

Jika anak mengalami alergi kacang, orang tua akan terus-menerus khawatir tentang alergen yang mungkin tidak disengaja termakan oleh anak. Namun, obat baru akan meredakan kekhawatiran orang tua.

U.S. Food and Drug Administration (FDA) mendukung penggunaan obat bernama PALFORZIA yang diproduksi oleh Aimmune Therapeutics, Inc. Imunoterapi oral ini bekerja dengan memberi anak-anak paparan kacang setiap hari, yang membantu membangun toleransi terhadap alergen.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengenali Perbedaan Pilek dan Alergi pada Anak

Tujuannya adalah mengurangi keparahan anafilaksis dan gejala alergi lainnya setelah terpapar kacang. PALFORZIA bisa dikonsumsi oleh anak berusia 4 hingga 17 tahun dengan diagnosis alergi kacang yang sudah dikonfirmasi oleh dokter.

Penting untuk dicatat, para peneliti menemukan bahwa reaksi anafilaksis meningkat tiga kali lipat ketika menggunakan obat ini. Mual, muntah, dan gatal-gatal di tenggorokan juga mungkin terjadi.

Itulah hal yang perlu diketahui mengenai alergi kacang pada bayi. Berhati-hati dan waspada selalu, ya, Moms.

Artikel Terkait