BAYI
14 Juli 2020

Ternyata Alergi Musiman Juga Bisa Terjadi pada Bayi

Jika Moms dan dads punya riwayat alergi musiman, Si Kecil juga bisa kena lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Di musim penghujan seperti sekarang ini, hidung meler dan batuk tampaknya kerap menjangkiti bayi, karena sistem kekebalan tubuhnya memang belum terbentuk sempurna.

Namun, jika gejala flu atau pilek tersebut tidak juga membaik dan tampaknya terus terjadi, kemungkinan Si Kecil menderita alergi, yang disebut rhinitis alergi musiman.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), setidaknya hingga 40 persen anak-anak bahkan bayi bisa menderita rinitis alergi. Selain itu, anak-anak juga lebih mungkin mengembangkan alergi jika salah satu atau kedua orang tuanya memiliki alergi.

Sementara berdasarkan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), serbuk sari tanaman menyebabkan alergi hingga 40 persen pada anak-anak.

Kemudian, zat dalam ruangan, seperti jamur, tungau debu, dan bulu hewan peliharaan, juga dapat memicu alergi musiman pada bayi.

Baca Juga: Moms, Yuk Kenali Ciri-ciri Alergi Dingin Pada Bayi

Dapatkah Terjadi Alergi Musiman pada Bayi?

Ternyata Alergi Musiman Juga Bisa Terjadi Pada Bayi

Foto: whattoexpect.com

Alergi musiman biasanya disebabkan oleh serbuk sari dari gulma, rumput, dan pohon. Jenis alergi ini sebenarnya sangat jarang terjadi pada bayi, dan biasanya tidak terlihat sampai anak-anak berusia 2 atau 3 tahun paling awal.

"Alergi berkembang setelah paparan kumulatif terhadap alergen," jelas Anne Miranowski, M.D, seorang ahli alergi anak di Fairfax, Virginia seperti dilansir dari parents.com

Namun, ketika Si Kecil tumbuh menjadi balita, alergi mungkin muncul. Ia berisiko lebih tinggi jika Moms atau Dads juga memiliki alergi. Tapi pemicunya mungkin sangat berbeda.

Jika mungkin Moms alergi terhadap serbuk sari, Si Kecil mungkin bereaksi terhadap kucing. Tetapi bahkan jika Moms dan Dads tidak pernah merasa gatal atau bersin, anak Anda belum tentu tidak terpapar alergi.

Belakangan ini, alergi pada anak-anak terus meningkat, dan banyak yang tidak memiliki riwayat alergi di keluarga. Beberapa ahli berpikir bahwa gaya hidup super bersih, sangat higienis juga berperan dalam menimbulkan alergi musiman pada bayi.

Jika anak-anak hidup dalam lingkungan yang hampir bebas kuman, sistem kekebalan tubuh mereka akan berkelahi dengan penjajah lainnya, seperti serbuk sari atau partikel rumah tangga

Bagaimana Cara Mengetahui Alergi Musiman pada Bayi?

Ternyata Alergi Musiman Juga Bisa Terjadi Pada Bayi

Foto: todaysparent.com

"Jika Anda mengajak bayi berjalan-jalan di luar dan sering melihat hidungnya menjadi meler atau tersumbat, kemudian mata gatal, dan kesulitan bernapas, bayi Anda mungkin memiliki alergi," kata Renee Matthews, M.D., pakar asma dan alergi di Chicago seperti dilansir dari parents.com.

Tetapi anak-anak biasanya tidak terganggu oleh pemicu luar seperti rumput dan ragweed sampai setelah usia 3 tahun, jadi penyebabnya mungkin sesuatu yang lain sama sekali.

Selain itu, bayi dapat terganggu oleh alergen rumah tangga seperti jamur, tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan kecoak. Alergi hidung setidaknya mempengaruhi sebanyak 40 persen anak-anak, dan gejalanya dapat mulai sedini 6 bulan.

Karena itu, perhatikan baik-baik saat bersin atau gatal pada Si Kecil. Ini bisa memberi Moms petunjuk tentang apa yang bertanggung jawab terhadap reaksi alerginya.

Misalnya, tungau debu hidup di tempat tidur dan furnitur, jadi jika Si Kecil alergi terhadap tungau debu, ia mungkin akan terbangun dengan mata gatal dan pilek setelah menghirupnya semalaman.

Atau jika bayi tidak bisa mentolerir bulu hewan peliharaan, Moms mungkin memperhatikan bahwa gejalanya muncul ketika mengunjungi Nenek dan kucingnya.

Baca Juga: Kenali Alergi Hewan Peliharaan pada Bayi dan Gejalanya

Apa Yang Menyebabkan Alergi Musiman pada Bayi dan Balita?

Ternyata Alergi Musiman Juga Bisa Terjadi Pada Bayi

Foto: healthline.com

Gejala alergi musiman biasanya terjadi selama musim semi, musim panas, dan musim gugur. Tergantung di mana Moms tinggal, awal dan akhir musim ini bervariasi, serta tanaman tertentu yang juga dapat menyebabkan keluhan.

Ketika si kecil menghirup satu atau lebih alergen musiman, sistem kekebalannya mengeluarkan antibodi yang mempercepat pelepasan protein yang disebut histamin dalam aliran darah yang, pada gilirannya, menyebabkan gejala alergi.

Ada beberapa allergen musiman yakni serbuk sari pohon, serbuk sari rumput, dan gulma serbuk sari.

Gejala Alergi Musiman pada Bayi dan Balita

Ternyata Alergi Musiman Juga Bisa Terjadi Pada Bayi

Foto: parenting.firstcry.com

Seorang bayi dengan alergi musiman sering memiliki lingkaran hitam di bawah mata, menyeka hidungnya dengan cara naik, bernapas melalui mulutnya, bersin, menggosok hidung dan matanya, hingga batuk atau mengi.

Selain itu, biasanya, Si Kecil mungkin mengeluhkan beberapa hal berikut:

  • Hidung gatal dan berair
  • Hidung tersumbat
  • Mata gatal, berair atau bengkak
  • Tenggorokan dan langit-langit mulut gatal, terutama di pagi hari (dari pernapasan mulut)
  • Kulit yang gatal
  • Gangguan tidur dan kelelahan
  • Kesulitan bernafas
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit telinga

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Biasa Menyebabkan Alergi Pada Bayi

Jika ada gejala-gejala di atas, atau Moms dan Dads memiliki riwayat alergi pada keluarga, maka ada kemungkinan Si Kecil juga cenderung mengalami alergi musiman.

Selain itu, tidak ada salahnya Moms atau Dads mengunjung dokter untuk mendapat diagnosa yang lebih tepat.

Artikel Terkait