BALITA DAN ANAK
2 Agustus 2019

Alergi Telur pada Anak: Gejala dan Cara Mengatasinya

Alergi telur merupakan reaksi pada protein di dalam telur
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Si Kecil yang sistem kekebalan tubuhnya belum terbangun dengan sempurna, rentan terserang berbagai penyakit dan alergi pada tubuh. Salah satu jenis alergi yang seringkali kita temui pada anak adalah alergi telur.

"Alergi telur pada anakadalah salah satu alergi makanan yang paling umum dan biasanya muncul pada masa kanak-kanak,” ujar Edwin Kim, asisten profesor kedokteran dan pediatri di Fakultas Kedokteran UNC, serta direktur UNC Food Allergy Initiative.

Ketika seorang anak terserang alergi telur, sistem kekebalan tubuhnya, yang umumnya akan bertahan dengan melawan infeksi yang menyerang, akan memiliki reaksi yang berlebihan pada protein di dalam telur.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

Saat anak minum atau makan sebuah produk yang mengandung telur di dalamnya, tubuh akan mengira bahwa protein tersebut adalah serangan yang berbahaya. Sistem kekebalan tubuh Si Kecil akan memberikan respon dengan bekerja keras untuk melawan serangan tersebut.

Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan reaksi alergi pada tubuh Si Kecil.

Apa Saja Gejala Alergi Telur pada Anak?

anak alami alergi dan pengaruhnya pada berat badan 2

Alergi telur pada anak akan muncul sesaat setelah dia mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung telur. Tubuhnya akan melepaskan senyawa kimia seperti histamin. Pelepasan ini akan menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • mengi
  • kesulitan Bernapas
  • batuk
  • suara serak
  • sesak pada tenggorokan
  • sakit perut
  • muntah
  • diare
  • mata gatal, berair, atau bengkak
  • gatal-gatal
  • bintik-bintik merah
  • pembengkakan
  • hingga penurunan tekanan darah, menyebabkan pusing atau kehilangan kesadaran (pingsan).

Baca Juga: 6 Langkah Mencegah Alergi Tungau di Kamar Tidur

Reaksi alergi telur pada anak dapat bervariasi. Terkadang anak yang sama pun bisa bereaksi secara berbeda dalam waktu yang berbeda. Beberapa reaksi terhadap telur bersifat ringan dan hanya melibatkan satu bagian tubuh, seperti gatal-gatal pada kulit. Meski begitu, reaksi yang ditunjukkan selanjutnya bisa jadi lebih parah.

"Alasan mengapa gejala alergi makanan sering berbeda dengan [kondisi] lain seperti intoleransi laktosa adalah karena ada tumpang tindih dalam beberapa gejala lainnya," Dr. Virginia Stallings, dokter anak nutrisi bersertifikat di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Alergi telur pada anak dapat menyebabkan reaksi parah yang disebut anafilaksis. Anafilaksis akan ditandai dengan beberapa gejala yang sama dengan reaksi ringan, tetapi dapat dengan cepat berubah lebih parah. Anak bisa saja mengalami kesulitan bernapas atau pingsan. Lebih dari satu bagian tubuh mungkin terlibat. Jika tidak diobati, anafilaksis dapat mengancam nya seseorang.

Mengatasi Alergi Telur pada Anak

mengatasi anak yang takut disuntik hero

Jika anak Moms alergi terhadap telur, selalu sediakan dua injeksi otomatis epinefrin jika terjadi reaksi yang parah. Injektor otomatis epinefrin adalah obat resep yang tersedia dalam wadah kecil yang mudah dibawa dan mudah digunakan. Jika sudah cukup umur, Moms bisa membantu anak untuk menyuntikkan obat tersebut sendiri.

Baca Juga: Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?

Selain itu, dokter juga dapat memberi Moms beberapa pilihan tindakan untuk menangani alergi, yang membantu kita mempersiapkan diri, mengenali, dan mengobati reaksi alergi telur pada anak.

Bagikan kepada siapa saja yang merawat anak kita, termasuk saudara dan guru-guru di sekolah. Juga pertimbangkan untuk meminta anak memakai gelang peringatan medis.

Jika anak mulai menunjukkan gejala alergi yang serius, seperti pembengkakan mulut atau tenggorokan atau kesulitan bernafas, berikan epinefrin auto-injector segera. Jika belum terlihat membaik, sebaiknya Moms membawa Si Kecil ke dokter.

(AWD)

Artikel Terkait