BAYI
12 Agustus 2019

Alergi Telur Pada Bayi? Begini Gejala dan Cara Mengatasinya

Si Kecil alergi dengan telur? Moms harus lakukan hal di bawah ini!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Bayi terkadang memiliki reaksi alergi terhadap telur.

Jika itu terjadi, mereka tidak akan bisa makan telur untuk sementara waktu.

Sudah tahukah Moms, bagaimana sih gejala alergi telur pada bayi? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Gejala Awal Alergi Telur Pada Bayi

Alergi Telur Pada Bayi Begini Gejala dan Cara Mengatasinya 1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Dikutip dari hopskinallchildrens.org, berikut adalah gejala-gejala yang mungkin ditunjukkan jika Si Kecil mengalami alergi telur:

  • Gejala pada kulit: eksim, gatal-gatal, ruam, atau bengkak
  • Gejala pada sistem pencernaan: sakit perut, mual, diare, muntah, atau gatal di sekitar mulut
  • Gejala pada sistem pernapasan: mengi, ingusan, atau kesulitan bernapas
  • Gejala pada sistem kardiovaskular: detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, atau masalah jantung

“Gejala awal dari reaksi alergi makanan pada bayi bisa sulit dikenali karena bayi yang tidak alergi terkadang juga mengalaminya. Bayi juga bisa memiliki penyakit yang bukan alergi, tetapi memiliki gejala yang sama, seperti infeksi, masalah jantung, kejang, atau masalah paru-paru,” kata ahli alergi Dr. Scott Sichere, seperti dikutip dari allergicliving.com.

Oleh karena itu, Dr. Scott menyarankan agar Moms mengamati gambaran besar yang merujuk pada reaksi alergi.

Misalnya, munculnya gatal-gatal dan muntah setelah makan telur. Di mana itu bisa dicurigai sebagai reaksi alergi atau anafilaksis.

Baca Juga : Anak Alergi Susu Sapi, Apa Yang Harus Mama Lakukan?

Gejala Tingkat Lanjut atau Parah

Alergi Telur Pada Bayi Begini Gejala dan Cara Mengatasinya 2.jpg

Foto: medscape.com

Sementara menurut mayoclinic.com, reaksi alergi telur pada bayi yang sudah parah dapat menyebabkan anafilaksis.

Ini merupakan kondisi darurat yang mengancam jiwa dan bayi harus segera dilarikan ke UGD untuk mendapatkan suntikan epinefrin (adrenalin) secara langsung).

Adapun tanda dan gejala anafilaksis meliputi:

  • Nyeri perut dan kram
  • Kontriksi saluran udara, termasuk tenggorokan bengkak atau adanya benjolan di tenggorokan yang membuat bayi kesulitan bernapas
  • Kejang dengan penurunan tekanan darah yang parah, pusing, atau kehilangan kesadaran
  • Jantung berdegup kencang

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Alergi Telur Pada Bayi Begini Gejala dan Cara Mengatasinya 3.jpg

Foto: healthline.com

Perawatan gejala alergi telur pada bayi akan tergantung pada keparahan reaksi alergi yang ditunjukkan.

Dokter akan berusaha memangkas jumlah gejala dan intensitasnya sehingga bayi tidak akan menghadapi ancaman serius. Mengutip momjunction.com, terdapat dua cara mengatasi alergi telur pada bayi, yaitu:

1. Pengobatan

Jika gejalanya ringan, maka dokter akan meresepkan antihistamin. Momd dapat memberikannya secara oral di rumah.

Sementara dalam kasus anafilaksis, dokter akan memberikan suntikan epinefrin/ adrenalin.

Selain itu, biasanya disarankan untuk membeli suntikan epinefrin untuk digunakan saat Si Kecil kembali mengalami syok anafilaksis.

Dokter akan mengajari Moms cara menggunakannya dan meresepkan sejumlah epinefrin auto-injector yang harus Moms gunakan.

2. Modifikasi Diet

Selain pemberian obat, dokter biasanya juga akan meminta Moms untuk menghilangkan telur dari menu makan Si Kecil dan menghindari makanan yang mengandung telur.

Jika Si Kecil masih menyusu eksklusif, Moms juga harus berhenti mengonsumsi telur dan makanan yang mengandung telur. Cara ini akan membantu mencegah terulangnya gejala alergi.

Baca Juga : Berbahayakah Alergi Untuk Tumbuh Kembang Balita?

Alergi Bukan Berarti Menghindari Alergennya Seumur Hidup

Alergi Telur Pada Bayi Begini Gejala dan Cara Mengatasinya 4.png

Foto: yorktest.com

Meskipun pada awalnya dokter merekomendasikan untuk menghindari konsumsi telur pada bayi dengan reaksi alergi telur, itu bukan berarti Si Kecil harus menghindarinya seumur hidup.

Apalagi alergi telur pada sebagian besar bayi biasanya hilang dengan sendirinya setelah berusia 5 tahun dan mereka dapat dengan bebas mengonsumsinya.

“Jika seorang anak memiliki gejala seperti eksim setelah makan makanan tertentu. Tidak perlu menghindari alergen terkait seumur hidup atau merasa cemas terhadap reaksi alergi parah yang mungkin kembali timbul,” kata Dr. Brian Schroer, MD, seorang ahli alergi pediatri, seperti dikutip dari health.clevelandclinic.org.

Apakah Moms melihat reaksi alergi telur pada Si Kecil?

(RGW/CAR)

Artikel Terkait