BALITA DAN ANAK
6 September 2019

Amankah Anak Pakai Pasta Gigi Mengandung Xylitol?

Sebenarnya, apakah aman jika anak memakai pasta gigi dengan kandungan xylitol? Ini penjelasannya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Moms, apakah mengetahui tentang xylitol?

Bahan yang dikenal juga dengan gula alkohol, digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula biasa namun dengan tingkat kemanisan yang hampir sama dengan gula.

Xylitol berasal dari ekstrak tanaman bernama birch, yang berasal dari Finlandia. Xylitol juga dapat ditemukan pada buah dan sayuran.

Faktanya, bahan pemanis alami ini baik untuk kesehatan tubuh, seperti mencegah infeksi telinga, mengandung antioksidan, bahkan juga bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut.

Baca Juga: Anak Menelan Pasta Gigi Saat Sikat Gigi, Berbahayakah?

Xylitol dinilai dapat mencegah gingivitis atau peradangan pada gusi yang disebabkan penumpukan bakteri pada gigi anak-anak atau orang dewasa.

Selain itu, xylitol juga menjadi pendukung fungsi air liur dalam menetralisir keasaman plak secara lebih baik.

Pemanis alami memberikan sensasi dingin pada mulut dan tidak meninggalkan rasa mual.

Amankah Pasta Gigi Mengandung Xylitol Untuk Anak?

Amankah Anak Pakai Pasta Gigi Mengandung Xylitol-1.jpg

Foto: smiles.ie

Xylitol juga dapat terkandung pada pasta gigi, namun apakah aman untuk anak-anak?

Lalu, kandungan apa yang lebih tepat digunakan pada pasta gigi anak?

Dokter gigi anak, drg. Nydia Hanan, yang saat ini aktif praktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda ini, akan menjawab kegelisahan Moms.

“Pasta gigi mengandung xylitol aman digunakan untuk anak-anak yang sudah tumbuh gigi seri dan geraham pertamanya paling belakang," ungkap drg. Nydia, saat berbincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, pada Selasa (9/4) lalu.

Menurut drg.Nydia, pastikan saja gigi anak tidak sampai berlubang, ya. Xylitol adalah senyawa kimia pemanis buatan pengganti gula. Jika tertelan asalkan tidak dalam jumlah banyak, masih aman.

Pasta Gigi yang Cocok untuk Anak

Amankah Anak Pakai Pasta Gigi Mengandung Xylitol-2.jpg

Foto: freepik

Terlepas dari xylitol yang aman pada pasta gigi anak, sebenarnya kandungan fluoride lebih dianjurkan untuk anak. Pasalnya, kandungan fluoride ini berguna untuk mencegah gejala karies pada gigi anak.

“Pasta gigi dengan fluoride diberikan pada anak-anak ketika mereka sudah bisa berkumur dengan benar. Topikal yang menjadi aplikasi fluoride dapat melindungi gigi dari karies. Fluor bekerja untuk menghambat metabolisme bakteri plak,” ujar drg. Nydia, menjelaskan.

Untuk itu Moms, ketika anak sudah bisa diajarkan berkumur sendiri, gunakan pasta gigi mengandung fluoride dengan ukuran sebesar kacang polong.

Tindakan ini sebagai pencegahan karies gigi pada anak dan efektif digunakan saat anak berusia 2,5-3 tahun ketika gigi geligi sudah menuju lengkap/ lengkap yaitu 20 gigi sulung/susu.

Karies gigi bukan penyakit gigi yang bisa dianggap sepele karena dapat berakibat fatal. Jika tidak segera ditangani, karies ini dapat menyebabkan nyeri, gigi tanggal, infeksi berbahaya, bahkan kematian.

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Karies Hitam di Gigi Anak

“Orang tua wajib mengetahui faktor yang memengaruhi perkembangan karies gigi pada anak. Salah satu penyebab umumnya adalah kebiasaan minum susu botol pada usia bayi hingga tertidur," ujar drg. Nydia yang juga tergabung sebagai anggota IDGAI (Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia) Jawa Timur ini.

Menurutnya, gula yang terkandung pada susu mengendap menjadi asam yang merusak hingga memicu gigi berlubang. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis juga bisa jadi pemicunya.

Kondisi ini bisa diperparah jika orang tua tidak membiasakan anak untuk rutin menyikat gigi sejak dini.

Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut Si Kecil karena anak-anak belum bisa merawat giginya sendiri.

Cara mengatasi karies gigi pada anak tergantung usia dan tingkat keparahannya.

Pada tahap ringan, yaitu baru muncul bercak kuning/cokelat di gigi, membersihkan gigi secara teratur oleh orang tua membantu mencegah karies gigi pada anak bertambah luas.

Namun pada tahapan yang lebih parah, sebaiknya segera bawa Si Kecil agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

(DG)

Artikel Terkait