KEHAMILAN
14 September 2020

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi?

Kopi memang enak dan menyegarkan. Tapi aman tidak ya untuk ibu hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Secangkir kopi, entah bagaimana bisa menjadi minuman ajaib yang membuat kita segar seharian. Makanya jangan heran, jika penggemar kopi cukup banyak, mulai dari anak muda, hingga orang tua. Jika Moms sudah biasa mengandalkan setidaknya satu atau dua cangkir kopi untuk memberi tenaga sepanjang hari, Moms mungkin mulai takut mengonsumsinya setelah Moms hamil.

Banyak yang bilang kopi harus dihindari oleh ibu hamil. Sebenarnya bukan kopinya yang harus dihindari, namun kandungan kafeinnya yang dikatakan berbahaya bagi ibu hamil dan janin di dalam kandungannya. Namun mungkin ada saatnya kita ingin sesekali mencoba minum kopi.

Apakah ada efek samping negatif yang akan dialami? Amankah minum kopi selama hamil? Yuk kita simak penjelasan di bawah ini, Moms.

Baca Juga: Efek Kafein Pada Kesuburan, Baik atau Buruk?

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi?

bolehkah ibu hamil minum kopi

Foto: Orami Photo Stock

Ibu hamil minum kopi mungkin masih menjadi pro dan kontra. Sebagian mengatakan tak boleh, namun ada yang bilang boleh asalkan sesuai takaran.

Ibu hamil boleh minum kopi jika mau, namun secukupnya. Kabar baiknya adalah Moms tidak lagi harus menghentikan kebiasaan kafein sepenuhnya begitu sedang mengandung.

“Ya, Anda masih dapat menikmati secangkir kopi setiap saat selama kehamilan. Namun pastikan Moms tidak mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein dalam sehari. Itu sekitar dua cangkir kopi instan atau satu cangkir kopi filter,” ujar Sarah Schenker, pakar diet, sebagaimana dikutip dari babycentre.co.uk.

Takaran kopi yang bisa diminum ini sudah ada peraturannya. Pedoman terkini dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan para ahli lainnya mengatakan bahwa aman bagi wanita hamil untuk mengonsumsi hingga 200 miligram kafein sehari, atau sekitar satu cangkir kopi 12 ons setiap hari.

Menurut jurnal Coffee and Pregnancy, lebih dari itu mungkin bisa meningkatkan risiko keguguran, meskipun bukti yang ada tidak terlalu meyakinkan. Tetapi karena kafein dapat menembus penghalang plasenta, kebanyakan dokter merekomendasikan untuk tetap bertahan dengan batas 200 miligram.

Selain itu, Moms juga akan memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah. Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan saat mereka bertambah tua. Ada juga bukti bahwa minum banyak kafein secara rutin dalam kehamilan meningkatkan risiko keguguran.

Baca Juga : Berbagai Minuman Bernutrisi Untuk Ibu Hamil

Bagaimana jika Moms bukan penggemar kopi, tetapi menyukai secangkir teh? Jumlah kafein per porsi akan bervariasi dari satu bahan ke bahan lainnya, berikut adalah beberapa pedoman umum:

  • 8 ons kopi tetes seduh: 137 mg
  • 8 ons teh yang diseduh: 48 mg
  • 8 ons minuman energi: 100 mg

Ingatlah bahwa kafein juga ditemukan dalam cokelat dan soda. Dan meskipun tidak perlu berhenti sepenuhnya kafein saat Moms hamil, pasti ingin memperhatikan seberapa banyak batas mengonsumsi kafein tersebut.

Jika Moms sering menikmati scangkir kopi di kedai kopi favorit, hati-hati ya Moms, karena kedai kopi cenderung menyajikan minuman yang jauh lebih kuat daripada yang Moms buat di rumah.

Kandungan kafein dari espresso, dan kopi berdasarkan espresso, seperti cappuccino, dan latte, dapat bergantung pada setiap warung atau toko kopi.

Begitu pula dengan ibu hamil yang minum es kopi. Tak ada masalah dengan minuman dingin selama Moms tidak dalam kondisi sakit.

Ingat pula kandungan gula di dalam kopi sebab ibu hamil berisiko mengalami preeklamsia karena tekanan darah tinggi. Salah satu faktornya adalah terlalu banyak konsumsi gula.

Bagaimana Kopi Mempengaruhi Ibu Hamil?

ibu hamil minum kopi

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin merasa bahwa kopi tidak memengaruhi diri Moms sama sekali. Di sisi lain, ada kemungkinan Moms akan bereaksi berbeda terhadap kafein setelah hamil. Kopi khususnya bersifat diuretik, jadi akan sering membuat kita buang air kecil. Jadi jangan heran jika Moms sering ke kamar mandi ya.

Walaupun ketika belum hamil Moms bisa meminum tiga cangkir kopi sehari tanpa masalah, Moms sekarang mungkin menemukan bahwa bahkan satu cangkir kecil akan membuat kita merasa mulas atau membuat tubuh gemetar atau gugup. Beberapa wanita juga merasakan perubahan hal tersebut selama kehamilan.

Satu catatan yang perlu diperhatikan: Terlalu banyak kafein selama kehamilan dapat memengaruhi kemampuan tubuh kita untuk menyerap zat besi, yang dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi atau anemia. Jika Moms sudah menderita kadar zat besi rendah, maka mungkin ingin menghentikan konsumsi kafein secara total saat hamil. Bicaralah dengan dokter kandungan jika Moms mengkhawatirkan hal ini.

Baca Juga: 4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil Tua, Ingat ya Moms!

Kandungan Kafein Dalam Olahan Kopi

Amankah Jika Ibu Hamil Minum Es Kopi.jpg

Foto: babycenter.co.uk

Olahan kopi yang beragam membuat Moms harus memahami dulu jumlah kafein. Sebab, ibu hamil minum kopi adalah hal yang normal tetapi harus diawasi jumlah kafeinnya. Berikut jumlah kandungan kafein dalam kopi yang kita konsumsi.

  • Kopi instan memiliki jumlah kafein paling sedikit daripada jenis minuman lainnya. Dengan hanya 63 miligram dalam satu cangkir, Moms dapat memiliki hingga 3 porsi dalam satu hari saat hamil tanpa perlu khawatir sama sekali tentang efek samping negatif.
  • Berikutnya adalah espresso. Sebagian besar kopi khusus dari kedai kopi mengandung satu shot espresso di dalamnya. Setiap satu shot mengandung hingga 64 miligram kafein di dalamnya, yang berarti tetap berada dalam zona aman.
  • Kandungan kafein dalam es kopi. Dengan lebih dari 200 mg cangkir, kopi yang disajikan dengan dingin mungkin perlu dibatasi saat hamil. Semakin lama ampas kopi berada di dalam air, semakin tinggi jumlah kafeinnya.Untuk mengonsumsinya dengan aman, Moms bisa menambahkan jumlah air dan krim yang sama untuk mencairkannya dan membuatnya aman untuk diminum. Jangan biarkan es kopi ini dibiarkan terlalu lama sebab berdampak buruk bagi jumlah kafein di dalamnya. Selama Moms tetap dalam kisaran aman asupan kafein yang tercantum di atas, kopi boleh diminum saat hamil.

Memperhatikan apa yang masuk ke tubuh Moms adalah penting pada setiap tahap kehamilan kita, tetapi jangan biarkan hal itu menghalangi Moms dari menikmati secangkir kopi di pagi hari.

Sebab, bisa jadi dengan ibu hamil minum kopi atau ibu hamil minum es kopi memberikan ketenangan tersendiri. Apakah Moms termasuk yang gemar minum kopi saat hamil?

Tips untuk Mengurangi Kafein selama Kehamilan

menambah energi ibu hamil dengan prenatal yoga

Foto: Orami Photo Stock

Karena akan selalu lebih baik jika kita bisa berhati-hati saat sedang hamil atau mengharapkan kelahiran, pertimbangkan untuk mengurangi kafein menjadi satu atau dua cangkir (kecil) paling banyak dalam sehari. Jika Moms tetap ragu, berikut beberapa cara untuk membantu Moms mengurangi asupan kafein selama hamil.

1. Cari Tahu Apa yang Kita Sukai

Apakah itu dari rasa kopi yang kita minum setiap hari? Moms bisa menguranginya dengan beralih ke minuman tanpa kafein yang lebih berkualitas dan menikmati rasanya tanpa kafein (bahkan espresso pun bisa datang tanpa kafein).

Moms selalu minum soda berkarbonasi? Tipsnya, saat Moms minum air soda, jus bersoda, atau soda bebas kafein, konsumsilah dalam jumlah yang sedang jika penuh atau gula atau dimaniskan secara artifisial. Apakah Moms kecanduan energi kafein?

Dapatkan dorongan energi yang lebih sehat dari camilan karbohidrat kompleks dan protein, yang bisa kita dapatkan dari produk seperti dari keju dan kerupuk atau buah kering dan kacang-kacangan, berolahraga secara teratur juga bisa membantu, bisa dengan berjalan kaki 10 menit misalnya sudah bisa meningkatkan energi kita, dan cukup tidur (namun jangan terlalu banyak ya Moms, karena justru bisa membuat kita semakin lelah).

Baca Juga : Benarkah Ibu Hamil Makanan Empuk Bagi Nyamuk?

2. Ketahui Kopi dengan Kandungan Kafein Paling Banyak

Moms harus tahu bahwa kandungan kopi paling banyak akan kita temukan di dalam latte dan es Americano (kopi hitam). Dan bahkan dalam English Breakfast pun ada. Tapi tahukah Moms bahwa kafein juga bersembunyi di banyak minuman soda, minuman berenergi, dan yogurt serta es krim rasa cokelat yang kita sukai?

Yang terpenting Saat menghitung asupan kafein yang kita konsumsi setiap harinya, pastikan Moms menghitungnya secara tepat ya.

3. Lakukan secara Perlahan-lahan dan Bertahap

Cobalah untuk beralih dari enam cangkir kopi sehari menjadi tidak mengonsumsi sama sekali tentu akan mengejutkan sistem pencernaan kita dan membuat tubuh menjadi lebih lelah, rewel, bahkan muncul sakit kepala.

Jadi ubah semuanya dengan mengambil pendekatan bertahap sebagai gantinya. Mulailah dengan mengurangi satu cangkir sehari sampai Moms mencapai dua cangkir kecil sehari (atau lanjutkan jika Moms ingin benar-benar bebas kafein).

Bahkan jika tampak terlalu cepat atau instan, tetap minum dengan jumlah cangkir yang sama, tetapi gantikan setengah dari masing-masing cangkir tanpa kafein dan setengahnya lagi menggunakan kafein, dan kemudian perlahan-lahan menyapih diri kita sendiri, baik dari rasa dan cara dengan mengurangi jumlah reguler dan meningkatkan jumlah kopi tanpa kafein.

Sebelum Moms menyadarinya, cangkir kita sudah akan jauh lebih ringan untuk kandungan kafein dan dalam batas yang sesuai untuk kehamilan. Cara lain untuk menurunkan asupan Moms adalah dengan membuat latte sendiri. Potong kopi kembali menjadi setengah cangkir, dan isi sampai penuh dengan susu panas.

4. Dapatkan Energi dengan Cara Kuno

Konsumasi kopi dalam jumlah yang lebih kecil, namun minum dengan lebih sering, yang merupakan ide yang baik saat Moms hamil, bagaimanapun tetapi ide yang sangat baik ketika Moms menghilangkan kafein pada sistem tubuh kita, akan menjaga energi dengan menjaga gula darah kita agar tidak turun.

Vitamin prenatal juga akan membantu tubuh kita menjaga stamina tanpa kafein. Sekarang Moms bisa mengambil uang yang biasanya Moms gunakan untuk membeli kopi setiap hari, lalu dibelikan makanan lainnya seperti donat atau camilan lain. Dan hindari minum kopi setiap hari. Di akhir minggu, manjakan diri Moms, karena keberhasilan ini.

Baca Juga: Perhatikan, Begini Cara Memenuhi Asupan Vitamin A untuk Ibu Hamil

Meskipun pemikiran untuk mengurangi konsumsi pokok dalam diet kopi mungkin membuat kita merasa sedikit frustrasi, ingatlah bahwa hal ini hanya terjadi sementara saat Moms hamil saja. Tidak lama lagi setelah Moms melahirkan, Moms akan dapat minum beberapa cangkir kopi favorit tanpa khawatir. Dan saat bayi lahir, Moms bisa minum lagi.

Artikel Terkait