KEHAMILAN
2 Juni 2020

Amankah Mengonsumsi Jahe Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Jahe bisa mengurangi mual saat hamil, namun bolehkah Moms banyak mengonsumsi jahe?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Jahe merupakan salah satu bahan herbal yang memiliki banyak khasiat.

Saat hamil, apalagi di trimester pertama, jahe dapat membantu mengurangi morning sickness.

Manfaatnya tersebut dianggap aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Namun, amankah ibu hamil mengonsumsi jahe?

Berikut ini informasi mengenai konsumsi jahe selama kehamilan.

Mengonsumsi Jahe saat Hamil

Amankah Mengonsumsi Jahe Saat Hamil.jpg

Foto: wisegeek.com

Jahe merupakan salah satu bumbu dapur yang dikenal dengan rempah banyak manfaat.

Dilansir dari First Cry Parenting, ibu hamil direkomendasikan untuk mengonsumsi jahe mentah atau jahe segar dalam jumlah yang cukup atau tidak boleh berlebihan.

Ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi jahe kering selama kehamilan.

Menurut Natural Food Series, seorang ahli farmasi dan gizi, Michael Jessimy mengatakan bahwa porsi cukup saat mengonsumsi jahe adalah kunci.

Sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi jahe akan mengurangi mual dan muntah yang biasa terjadi di awal trimester atau biasa dikenal dengan morning sickness.

Jahe juga dipercaya dapat mengatasi sakit kepala, sakit perut, dan pembengkakan saat hamil.

Jika bosan dengan sajian jahe segar, jahe dalam bentuk permen dapat menjadi alternatif yang baik.

Baca Juga: Konon Berkhasiat Atasi Virus Corona, Ini 5 Manfaat Jahe Merah

Efek Samping Mengonsumsi Jahe saat Hamil

Amankah Mengonsumsi Jahe Saat Hamil 2.jpg

Foto: ytimg.com

Moms perlu mengetahui bahwa ada beberapa kondisi ibu hamil yang tidak direkomendasikan mengonsumsi jahe.

Dikutip dari jurnal BMC Complementary Medicine and Therapies, hindari mengonsumsi jahe jika kondisi kehamilan tidak memungkinkan, seperti memiliki riwayat keguguran sebelumnya. memiliki gangguan pembekuan darah, mengalami pendarahan vagina, memiliki riwayat diabetes gestasional, serta ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi.

Khasiat jahe akan berubah menjadi dampak buruk jika tidak memperhatikan dosis dan kondisi kehamilan.

Jika ibu hamil tidak memperhatikan dosis, seperti mengonsumsi jahe lebih dari 5 gram, maka akan meningkatkan efek samping.

Efek samping yang akan terjadi pada ibu hamil bisa berupa ruam pada kulit, gas, sakit perut, maag, iritasi mulut, pendarahan, dan yang paling fatal adalah keguguran.

Baca Juga: Inilah 7 Khasiat Jahe untuk Menjaga Kesehatan Balita Secara Alami

Cara Baik Mengonsumsi Jahe

Amankah Mengonsumsi Jahe Saat Hamil 3.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Jika kondisi kehamilan memungkinkan untuk mengonsumsi jahe, pastikan tetap mengonsumsinya dengan cara yang tepat.

Ibu hamil dapat mengonsumsi jahe dalam bentuk teh, permen, atau mencampur jahe ke dalam makanan.

Moms dapat menambahkan jahe cincang pada makanan seperti sup atau tumisan.

Memasukkan jahe ke dalam air panas juga dapat menjadi salah satu rekomendasi atau menambahkan jahe dengan kayu manis dan daun mint ke dalam teh.

Jahe juga dapat menjadi penambah rasa lezat pada ikan bakar atau panggang.

Setiap kondisi kehamilan pasti berbeda-beda. Jahe memang dipercayai banyak orang sebagai rempah yang memiliki banyak manfaat, bahkan untuk ibu hamil.

Namun, tidak semua informasi dapat diambil mentah.

Moms perlu memperhatikan kondisi kehamilan serta dampak apa yang akan terjadi.

Jika Moms ragu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat arahan yang tepat sesuai dengan kondisi kehamilan, serta mendapatkan cara terbaik untuk mengonsumsi jahe.

Baca Juga: Resep Bubur Mutiara Jahe yang Hangat Lembut

Artikel Terkait