2-3 TAHUN
11 Juli 2019

Amankah Penggunaan Pengharum Ruangan Bagi Balita?

Bahan kimia di dalamnya berbahaya bagi balita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Penggunaan pengharum ruangan memang membuat rumah menjadi lebih wangi dan segar, tapi pernahkah Moms terpikir tentang keamanannya bagi balita?

Menurut profesor teknik sipil Anne Steinemann, yang telah melakukan banyak studi tentang dampak kesehatan dari produk rumah tangga berpewangi, setidaknya 25% kandungan di dalam pengharum ruangan bersifat racun atau berbahaya.

Moms harus tahu, kalau sebagian besar produk pengharum ruangan di pasaran mengandung bahan berbahaya seperti:

  • Phthalates: Mengganggu fungsi kelenjar endokrin dan meningkatkan risiko kanker.
  • Acetaldehyde: Meningkatkan risiko kanker ginjal dan paru-paru.
  • Benzene: Berkaitan erat dengan meningkatnya risiko leukimia dan kanker lain.
  • Formaldehida: Bahan kimia beracun yang bersifat karsinogen.
  • Musk Sintetis: Mengganggu fungsi kelenjar endokrin dan meningkatkan risiko kanker payudara.

Bila melihat kandungannya, penggunaan pengharum ruangan memang relatif tidak aman dan sebaiknya dihindari sebisa mungkin.

Yuk Moms, baca dulu sampai selesai untuk tahu lebih banyak tentang bahaya pengharum ruangan bagi balita.

Baca Juga: Inilah 5 Jenis Tanaman yang Bisa Dijadikan Sebagai Pengharum Ruangan

1. Berpotensi Memicu Alergi

bahaya pengharum ruangan

Bahaya pengharum ruangan bagi balita yang pertama adalah alergi. Coba Moms perhatikan lagi, apa Si Kecil terlihat sering bersin, batuk, atau mengucek mata setiap kali pengharum ruangan digunakan?

Kalau iya, besar kemungkinan buah hati Moms sensitif terhadap kandungan pewangi sintetis dalam pengharum ruangan.

Moms juga sebaiknya tidak menyemprotkan pengharum ruangan pada permukaan yang sering bersentuhan dengan kulit balita, seperti sprei atau karpet, karena dapat memicu dermatitis kontak atau radang kulit.

2. Berpotensi Menyebabkan Asma dan Gangguan Fungsi Pernapasan

bahaya pengharum ruangan

Profesor Kent Pinkerton dari UC Davis School of Medicine juga mengatakan balita memiliki 30 kali risiko lebih besar terkena asma dan gangguan fungsi pernapasan akibat kandungan dalam pengharum ruangan karena sistem metabolisme dan pernapasannya masih dalam masa perkembangan.

Baca Juga: Terapi Kesehatan untuk Pernapasan Si Kecil

3. Berpotensi Menurunkan IQ

bahaya pengharum ruangan

Bahaya pengharum ruangan ternyata sudah dimulai sejak buah hati masih dalam kandungan lho, Moms.

Sebuah studi yang dirilis dalam National Center of Biotechnology Information mengungkap bukti adanya pengurangan IQ pada anak usia 7 tahun, yang lahir dari ibu yang terpapar pengharum ruangan dan produk mengandung phthalate lain saat sedang hamil tua.

4. Berpotensi Menimbulkan Gangguan Reproduksi dan Perkembangan Seksual

bahaya pengharum ruangan

Studi dari National Resource Defence Council juga menemukan kalau kandungan bahan kimia dalam pengharum ruangan dapat mengganggu kesehatan dan perkembangan reproduksi, terutama pada balita di usia di bawah 1 tahun.

Temuan tadi juga dikuatkan oleh studi lain yang menemukan bukti kalau paparan phthalate pada calon ibu yang sedang hamil tua dapat mengganggu produksi hormon, pengurangan ukuran kelamin, serta fungsi seksual dan reproduksi pada anak laki-laki hingga dewasa nanti.

Baca Juga: Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

Wah, bahaya penggunaan pengharum ruangan berbahan kimia ternyata tidak main-main ya, Moms.

Supaya tumbuh kembang Si Kecil bisa terus optimal, sebaiknya mulai pertimbangkan untuk beralih ke pengharum ruangan alami seperti minyak esensial, tanaman rempah, potpourri, atau penjernih udara.

Bagaimana Moms, masih mau menggunakan pengharum ruangan berbahan kimia di rumah?

(WA)

Artikel Terkait