BAYI
18 September 2019

Amankah Sunat Ketika Bayi Baru Lahir?

Pelajari lebih lanjut tentang manfaat, kemungkinan komplikasi serta cara merawat seusai disunat
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Orami

Ketika Moms dan Dads mengetahui bahwa akan memiliki Si Kecil yang berjenis kelamin laki-laki, mungkin mulai berpikir untuk melakukan sunat. Tapi, keputusan menyunat Si Kecil bisa sulit dan menuai sedikit pro dan kontra.

Si Kecil dilahirkan dengan penutup kepala penis, yang disebut dengan glans atau kulup. Selama penyunatan, kulup diangkat untuk memperlihatkan kelenjar.

Di Amerika Serikat, sekitar 55 persen bayi baru lahir disunat segera setelah lahir. “Sebagian besar bayi laki-laki disunat setelah kelahiran/persalinan dan sebelum dipulangkan dari rumah sakit,” jelas Vanessa Elliott, M.D., seorang ahli urologi di UCP Urology dari Central PA, Inc.

Baca Juga: Ini Dia Posisi Tidur Ibu Hamil yang Paling Baik

Prosedur Sunat pada Bayi Baru Lahir

dr_dina_circumcision_1280x960.jpg

Foto: Todaysparent.com

Untuk melakukan sunat, dokter menempatkan Si Kecil di atas meja khusus dan membersihkan penis dan kulupnya. Penjepit khusus melekat pada penis dan kulup dihilangkan untuk mengekspos kepala penis.

Terakhir, salep dan kasa atau cincin plastik ditempatkan di atas luka untuk melindunginya dari gesekan popok.

Prosedur sunat dilakukan dengan cepat. Si Kecil mungkin menangis selama itu. "Dan untuk sementara waktu sesudahnya. Anestesi lokal dapat sangat mengurangi ketidaknyamanan Si Kecil. Jika Moms dan Dads memutuskan untuk menyunat putra Anda, bicarakan dengan dokter anak tentang pilihan anestesi,” tambah Elliott.

Sunat adalah prosedur kuno sejak ribuan tahun yang lalu. Beberapa agama juga mengharuskan sunat. Ini juga merupakan praktik yang dipelajari dengan baik. Ada sejumlah penelitian ekstensif yang mempelajari sumber-sumber terpercaya yang mendukung manfaat sunat.

Manfaat Sunat pada Bayi Baru Lahir

Sunat-Hero.jpg

Menurut American Academy of Pediatrics mengenai status sunat, manfaat kesehatan setelah sunat pada bayi baru lahir lebih besar daripada risikonya. Beberapa manfaat sunat meliputi:

  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK) terutama pada tahun pertama kehidupan seorang anak. ISK yang parah atau berulang dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau bahkan sepsis (infeksi aliran darah).
  • Mengurangi risiko tertular Sumber HIV serta beberapa penyakit lain yang ditularkan melalui kontak seksual.
  • Risiko penyakit kulit berkurang yang dapat memengaruhi penis, seperti fimosis.
  • Risiko lebih rendah terkena kanker penis.
  • Selain itu, Banyak anak lelaki dan laki-laki merasa lebih mudah untuk menjaga kebersihan alat kelamin ketika sunat dialkukan. Walaupun begitu, kebersihan yang baik tetap kebersihan yang baik. Jadi, tetap ajari Si Kecil menjaga area genital mereka bersih.

Risiko Sunat pada Bayi Baru Lahir

Sunat pada bayi

Moms dand Dads, sebagai orang tua baru tentu akan gugup saat mengambil keputusan. Seperti prosedur bedah lainnya, ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan apakah akan menyunat Si Kecil.

Sunat adalah prosedur yang sangat umum dan jarang terjadi komplikasi. Tetapi ada risiko seperti pendarahan pada saat prosedur, infeksi, rasa sakit, dan kelainan bentuk pada penis, yang mungkin muncul di kemudian hari dalam pertumbuhan.

Akan tetapi, insiden komplikasi serius seperi kerusakan pada penis sangat rendah hanya sekitar 0,2 persen. Dilansir dari Healthline, bila ada komplikasi minor seperti pendarahan atau infeksi sekalipun hanya dilaporkan sekitar 3 persen dari rata-rata yang memberi manfaat.

Sekaligus, perlu diingat risiko ini akan minimal terjadi ketika prosedur dilakukan oleh seorang profesional medis yang terlatih dalam lingkungan kesehatan.

Baca Juga: 5 Bentuk Mom Shaming Pada Ibu Rumah Tangga yang Mungkin Moms Alami

Penyebab Penundaan Sunat pada Bayi Baru Lahir

sunat pada anak-1.jpg

Nah, Moms dan Dads, tidak semua bayi dapat disunat dalam waktu dua hari setelah kelahiran, kalian mungkin perlu menunggu jika Si Kecil lahir prematur, terlahir dengan masalah pada penisnya, atau memiliki masalah pendarahan.

Tentunya, dokter pun akan menjelaskan risiko dan manfaat operasi. Sehingga ini adalah kesempatan emas bagi Moms dan Dads mengajukan apa pun tentang prosedur sunat.

Perawatan Sunat Bayi Baru Lahir

Sunat

Setelah membuat keputusan untuk melakukan sunat pada Si Kecil. Maka, prosedur bedah pun dilakukan. Kemudian seusai sunat, ujung penis Si Kecil mungkin tampak kekuning-kuningan selama tujuh hingga sepuluh hari.

Untuk itu, jaga area sebersih mungkin dengan mencuci penis Si Kecil dengan sabun dan air setiap hari. Ganti popoknya sesering mungkin agar urine dan feses tidak menyebabkan infeksi. American Academy of Pediatrics juga mengungkapkan dalam penyembuhan bisa menggunakan Vaseline atau Neosporin.

Jika dokter telah mengenakan penis dalam kain kasa, ganti perban baru setiap kali Moms mengganti popoknya. Lapisi kain kasa dengan agar-agar agar tidak lengket. Juga perhatikan bahwa beberapa dokter menggunakan cincin plastik sebagai ganti perban, yang akan lepas dengan sendirinya dalam waktu lima hingga delapan hari.

Baca Juga: Penyebab Tifus pada Anak dan Penanganannya

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang sunat pada bayi baru lahir. Nah, apakah Moms juga berancara sunat pada bayi baru lahir?

(WAR/ERN)

Artikel Terkait