3-12 BULAN
09 Juli 2020

Napas Cepat pada Bayi, Kapan Perlu Diwaspadai?

Batuk persisten hingga lubang hidung yang melebar saat menghirup udara bisa jadi tanda napas bayi bermasalah
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bayi melakukan banyak hal yang mengejutkan orang tua baru. Terkadang Moms menertawakan perilaku mereka yang menggemaskan, namun bisa juga Moms menjadi sangat khawatir akan beberapa hal.

Salah satunya cara bernapas pada bayi baru lahir. Napas cepat pada bayi bisanya membuat orang tua khawatir berlebihan.

Moms mungkin memperhatikan Si Kecil bernapas dengan cepat, bahkan saat tidur. Bayi juga dapat mengambil jeda panjang di antara setiap napas atau membuat suara saat bernapas.

Bayi memiliki paru-paru yang lebih kecil, otot yang lebih lemah, dan sebagian besar bernapas melalui hidung.

Bayi baru lahir ini sebenarnya baru belajar bernapas, karena tali pusar mengantarkan semua oksigen mereka langsung ke tubuh melalui darah mereka saat berada di dalam rahim.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir

Paru-paru bayi pun belum sepenuhnya berkembang sampai usia 2 hingga 5 tahun.

Untuk itu, bayi bernapas lebih cepat daripada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Menurut Stanford Children's Health, kecepatan pernapasan normal bayi baru lahir adalah sekitar 40 hingga 60 kali per menit.

Ini bisa melambat hingga 30 hingga 40 kali per menit saat bayi tidur.

Pola pernapasan bayi juga mungkin berbeda. Seorang bayi dapat bernapas cepat beberapa kali, lalu beristirahat sebentar kurang dari 10 detik, lalu bernapas lagi. Ini sering disebut pernapasan berkala dan normal.

Tanda Napas Cepat pada Bayi Perlu Diwaspadai

Bayi biasanya menggunakan diafragma mereka, otot besar di bawah paru-paru, untuk bernafas.

Namun, jika ada perubahan laju atau pola pernapasan bayi, menggunakan otot dan bagian dada lainnya untuk bernafas, atau perubahan warna bisa berarti bahwa bayi mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan perhatian medis segera.

Apa saja tanda napas cepat pada bayi harus diwaspadai? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Napas Cepat atau Tidak Teratur

Foto: freepik.com

Napas cepat pada bayi artinya lebih dari 60 napas per menit. Bayi yang terlalu panas atau kesal dan menangis dapat bernapas dengan cepat, tetapi kecepatannya harus melambat ketika bayi tidak lagi terlalu panas atau menangis.

Pernapasan yang cepat dan terus-menerus adalah tanda adanya masalah. Pernapasan yang berhenti lebih dari 20 detik, yang disebut apnea, bisa menjadi masalah serius.

2. Lubang Hidung Melebar

Foto: babycentre.co.uk

Napas cepat pada bayi yang perlu diwaspadai berikutnya adalah ketika Si Kecil yang kesulitan mengambil udara yang cukup, akan memiliki lubang hidung yang melebar dengan setiap napas yang dihirup.

3. Cekungan pada Dada

Foto: futurelearn.com

Tanda lain bayi kesulitan menghirup udara adalah ketika bayi menarik dada ke tulang rusuk, di bawah tulang dada, atau di atas tulang selangka.

Baca Juga: Kenapa Tiba-Tiba Bayi Sesak Napas Saat Menyusu?

4. Mendengkur

Foto: parenting.firstcry.com

Mendengkur adalah suara yang dibuat oleh bayi yang kesulitan bernapas. Bayi itu mendengus untuk mencoba menjaga udara di paru-paru untuk membantu meningkatkan kadar oksigen.

Suara lain mungkin berupa erangan atau desahan saat menghembuskan napas. Saat mendengkur, bayi mungkin bernapas dengan cepat.

5. Berwarna Kebiruan

Foto: healthline.com

Sianosis, pewarnaan biru umum, bisa menjadi pertanda bayi tidak mendapatkan cukup oksigen. Ini sering terlihat pada bayi dengan cacat jantung, serta masalah pernapasan.

6. Batuk

Foto: parenting.firstcry.com

Kadang-kadang, batuk atau tersedak dapat terjadi ketika bayi menyusu terlalu cepat. Batuk atau tersedak yang persisten dapat mengindikasikan masalah pernapasan, atau masalah pencernaan yang harus diperiksa oleh dokter.

Baca Juga: Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

Nah, jika Moms menemukan tanda-tanda napas cepat pada bayi harus diwaspadai, segera konsultasikan dengan dokter ya.

Artikel Terkait

ADVERTISEMENT