BAYI
26 Agustus 2020

Anak Berkebutuhan Khusus, Ini yang Moms Harus Dengar dan Simak Tipsnya!

Yang perlu diingat, moms enggak pernah sendiri kok!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menemani perkembangan anak berkebutuhan khusus bukan hal yang mudah dilakukan orang tua. Selain sabar, kekompakkan berbagi peran antara Moms and Dads tentunya jadi kunci yang amat penting.

Ketika Moms mungkin merasa frustasi, giliran Dads yang menggantikan begitu juga sebaliknya.

Mengontrol emosi dan membangun kepercayaan diri juga menjadi hal penting bagi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.

Moms and Dads perlu membangun jejaring dengan orang tua lain yang memiliki tantangan sama. Jalinan pertemanan ini akan memberi dukungan bagi masing-masing dan memberi keyakinan kalau Moms and Dads enggak sendiri loh.

Tips untuk Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Lalu tips apa lagi yang mungkin membantu orang tua dengan anak berkebutuhan khusus?

1. Jangan Lupakan Relaksasi

Bayi Terlahir Spesial/Berkebutuhan Khusus, Ini yang Moms Harus Dengar

Foto: Orami Photo Stock

Merawat anak berkebutuhan khusus sering membuat orang tua merasa dalam posisi merawat orang lain hampir secara konstan. Namun, jangan lupakan juga waktu Moms untuk relaksasi.

Merawat tubuh ke salon, kencan malam dengan pasangan, atau apa pun yang Moms and Dads suka lakukan dan bisa membuat diri merasa istimewa, silakan luangkan dan nikmati. Karena ini penting juga untuk kondisi psikologi Moms and Dads saat merawat Si Kecil.

Baca Juga: Terapi Okupasi Anak Berkebutuhan Khusus

2. Moms Tidak Sempurna dan Itu Tidak Masalah

Bayi Terlahir Spesial/Berkebutuhan Khusus, Ini yang Moms Harus Dengar

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada yang sempurna. Kita semua membuat kesalahan. Kita bisa berkubang dalam kesalahan-kesalahan kita atau melanjutkan! Cobalah untuk mengubah pemikiran Moms. Mengalahkan diri sendiri tidak akan mengubah situasi, jadi cobalah untuk melanjutkan.

Menyiksa diri sendiri dalam jumlah berapa pun tidak akan membuat Moms merasa lebih baik, juga tidak akan membantu Moms membuat pilihan yang lebih baik.

3. Moms adalah Pahlawan Super

Bayi Terlahir Spesial/Berkebutuhan Khusus, Ini yang Moms Harus Dengar

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin tidak bisa berlari lebih cepat dari peluru yang melaju kencang, namun Moms adalah tetap seorang pahlawan super. Setiap hari, Moms mengelola situasi yang oleh orang tua biasa dianggap mustahil.

Moms meregangkan otot-otot yang tegang, mengingat pil, menyuntikkan dan menanamkan obat. Moms menggendong anak-anak histeris selama prosedur medis yang mengerikan.

Moms menghadapi amukan dan mungkin sampai membuat Moms menangis. Moms mendorong anak Moms untuk melakukan hal-hal yang menurut dokter tidak akan pernah mereka lakukan tetapi Moms tidak pernah menyerah.

Moms adalah seorang terapis, perawat, dokter, teman, dan orang kepercayaan. Moms bukan orang tua biasa!

Baca Juga: 7 Tips Membacakan Buku Pada Balita Berkebutuhan Khusus

4. Terapi adalah Permainan

Bayi Terlahir Spesial/Berkebutuhan Khusus, Ini yang Moms Harus Dengar

Foto: Orami Photo Stock

Terapi terbaik adalah menemukan cara untuk membuat anak berkebutuhan khusus terlibat dalam kegiatan yang menantang yang mungkin akan ditolaknya, dengan menjadikannya permainan yang ingin ia mainkan.

Dengan begitu anak belajar, bersenang-senang, dan menjadi lebih kuat. Menang, Menang dan Menang!

5. Luangkan Waktu Bermain

Bayi Terlahir Spesial/Berkebutuhan Khusus, Ini yang Moms Harus Dengar

Foto: Orami Photo Stock

Orang tua super cenderung cukup sibuk dan sering melebihi jadwal. Namun, sementara semua yang ada di kalender Moms penting, penting juga meluangkan waktu untuk bermain, tertawa, dan hanya menikmati waktu bersama anak.

Bacakan cerita untuk mereka, sekadar rebahan bersama mereka, terlibat dengan mereka dengan apa yang penting di dunia mereka. Buat kenangan di luar tembok rumah sakit!

Mengapresiasi tentang prestasi yang mungkin tampak kecil untuk orang lain tetapi sangat besar untuk anak-anak kita juga bisa jadi resep loh Moms.

Baca Juga: 4 Mainan Terbaik Untuk Balita Berkebutuhan Khusus

Mendisiplinkan Anak Berkebutuhan Khusus

Mendisiplinkan anak berkebutuhan khusus akan memberikan tantangan tersendiri, namun tetap harus dilakukan supaya Si Kecil bisa menjalankan hidup yang teratur dan berkualitas.

Mengutip North Shore Pediatric Therapy, penerapan disiplin pada anak berkebutuhan khusus dapat membantu mengembangkan perilaku positif yang pantas secara sosial, membedakan benar dan salah, mengetahui batasan, dan juga mendukung kelancaran berbagai aspek perkembangan penting anak.

Yuk Moms, coba berbagai cara berikut untuk membantu mendisiplinkan anak berkebutuhan khusus.

1. Pertimbangkan Kondisi Anak

5 Kiat Mendisiplinkan Anak Berkebutuhan Khusus 1.jpg

Foto: adoptionnetwork.com

Menurut Kids Health, sebelum Moms and Dads mulai mendisiplinkan anak berkebutuhan khusus, sebaiknya memahami betul kondisi anak. Termasuk juga kekurangan fisik dan motorik, faktor psikologis, karakter khas, keterbatasan komunikasi, dan sebagainya.

Dengan begitu, Moms dapat menentukan ekspektasi disiplin yang sesuai dengan pertimbangan kondisinya.

Contohnya, anak yang memiliki masalah motorik tidak perlu dimarahi karena menumpahkan makanan dari sendok saat makan sendiri, dan memahami kalau anak tuna daksa butuh waktu lebih lama untuk memakai baju sendiri.

Baca Juga: Terapi Okupasi Anak Berkebutuhan Khusus

2. Berikan Pujian untuk Perilaku Positif

5 Kiat Mendisiplinkan Anak Berkebutuhan Khusus 2.jpg

Foto: wranglernews.com

Sebagaimana mendisiplinkan anak pada umumnya, memberikan pujian untuk usaha dan perilaku positif anak adalah cara efektif untuk mendorong anak melakukannya kembali dengan lebih baik di lain waktu.

Moms juga bisa menyemangati Si Kecil dengan mengingatkan tentang hadiah kecil yang akan diterimanya jika berhasil melakukan suatu hal yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti stiker, kue favorit, tambahan waktu bermain gadget, atau mendengarkan lagu favorit.

3. Cari Tahu Penyebab Perilaku Negatif

5 Kiat Mendisiplinkan Anak Berkebutuhan Khusus 3.jpg

Foto: inclusivecompanies.co.uk

Jika memungkinkan, perhatikan perilaku anak lebih dekat untuk mengetahui penyebabnya.

Mungkin saja Si Kecil berperilaku negatif karena tidak tahu cara mengekspresikan emosi, merasa tidak dimengerti, atau mencari perhatian.

Setelah tahu penyebabnya, ajak Si Kecil bicara dengan bahasa sederhana supaya ia tahu kalau Moms mengerti apa yang dirasakannya. Kemudian ajarkan atau beri petunjuk cara untuk melakukannya secara positif.

Misalnya, ajarkan Si Kecil untuk menepuk lembut tangan Moms jika ia ingin perhatian, masuk ke dalam kamar untuk meredakan emosi jika ia merasa marah, atau mendengarkan musik untuk menenangkan diri.

Baca Juga: 7 Tips Membacakan Buku Pada Balita Berkebutuhan Khusus

4. Buat Rutinitas

5 Kiat Mendisiplinkan Anak Berkebutuhan Khusus 4.jpg

Foto: techprevue.com

Mendisiplinkan anak dengan kondisi autisme dan ADHD akan lebih mudah dilakukan dengan adanya rutinitas harian yang dijalankan secara konsisten, dimana ia tahu persis apa yang akan terjadi pada waktu tertentu.

Rutinitas yang dibuat bisa disesuaikan dengan pola perilaku yang ditunjukkan anak.

Misalnya jika Si Kecil tampak lebih sering rewel dan sulit diatur setelah pulang sekolah, Moms bisa jadwalkan waktu santai untuknya beristirahat dan berkegiatan sendiri.

Atau memberikan camilan sebelum Si Kecil mulai mengerjakan PR, dan kemudian dilanjutkan dengan waktu bermain setelahnya.

5. Hindari Memberi Hukuman

5 Kiat Mendisiplinkan Anak Berkebutuhan Khusus 5.jpg

Foto: romper.com

Manajemen perilaku sering dijadikan pilihan untuk mendisiplinkan anak berkebutuhan khusus. Maksudnya adalah menetapkan batasan dan menjelaskan ekspektasi dalam bahasa sederhana yang mudah dimengerti, serta dengan cara yang hangat dan penuh kasih.

Batasan dan ekspektasi ini bisa disampaikan secara verbal ataupun dengan media visual sesuai dengan kondisi anak.

Saat anak melakukan perilaku negatif, ia akan dihadapkan dengan konsekuensi berupa hilangnya kesenangan atau fasilitas tertentu. Misalnya, mainan favorit disita untuk satu hari, tidak boleh bermain gadget selama beberapa waktu, dan lainnya.

Moms juga bisa menerapkan konsekuensi alami yang berhubungan langsung dengan perilaku negatifnya. Misalnya, jika ia melempar barang atau mainan maka tegaskan ia harus mengambil dan mengembalikannya ke tempat semula.

Tentu saja Moms tetap perlu memberikan bantuan jika Si Kecil membutuhkannya.

Baca Juga: Eratkan Hubungan Saudara dengan Anak Berkebutuhan Khusus dengan Cara Ini

Mendisiplinkan anak berkebutuhan khusus memang butuh kesabaran dan waktu ekstra, jadi orang tua sebaiknya fokus untuk melihat perubahan perilaku dalam jangka panjang.

Percayalah Moms, konsisten memberikan contoh nyata, tidak mudah menyerah, dan terus percaya kalau Si Kecil bisa mencapai ekspektasi yang diharapkan, akan memberikan hasil baik.

Namun, jangan segan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau terapis jika Moms tidak yakin dengan langkah yang harus dilakukan untuk mendisplinkan anak.

Artikel Terkait