BALITA DAN ANAK
10 Agustus 2019

Anak Bicara Kasar, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak yang bicara kasar akan sulit mengungkapkan perasaannya dengan cara yang lebih baik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Pasti akan menjadi hal yang mengejutkan bila Si Kecil tiba-tiba mengeluarkan kata-kata kasar seperti cacian atau makian. Moms mungkin bertanya-tanya dari mana ia tahu dan belajar tentang kata-kata tersebut.

Mengejutkannya, anak-anak belajar kata makian pada usia yang lebih dini. Hal ini disampaikan oleh Timothy Jay, seorang profesor psikologi.

"Pada saat anak-anak pergi ke sekolah, mereka mengatakan semua kata yang kita coba hindarkan dari mereka di televisi. Kami menemukan bahwa anak bicara kasar pada usia antara 3-4 tahun," jelas Jay, melansir Washington Post.

Namun, Moms perlu mengetahui bahwa maksud dari kata makian yang dikeluarkan Si Kecil tergantung dari berapa usia anak tersebut.

Baca Juga: Jika Anak Berbicara Jorok dan Kasar, Bagaimana Menghadapinya?

Penyebab Anak Bicara Kasar

anak bicara kasar.jpg

Ketika anak-anak kecil menyebut kata makian sebelum usia 2 atau 3 tahun, mereka biasanya hanya mengulangi apa yang telah didengar.

Karena anak belajar menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, mereka meniru kata-kata yang ia dengar, untuk melihat bagaimana respon orang-orang di sekitarnya. Melalui respons ini, anak-anak memahami apa arti kata-kata tersebut.

"Ketika anak-anak menyadari bahwa kata-kata tertentu memiliki kekuatan dari respons yang diberikan orang di sekitarnya, kata-kata ini menjadi sangat menarik bagi mereka," jelas James Walsh, Ph.D., profesor rekanan dan ketua psikologi sekolah di The Chicago School of Professional Psychology.

Mengutip dari RaisingChildren.net.au, ketika ketika anak-anak bicara kasar di usia sekolah, hal ini biasanya untuk mengungkapkan perasaan negatif.

Anak bicara kasar bisa jadi merupakan pemberian respons terhadap sesuatu yang menurutnya menyakitkan, menjengkelkan, atau membuat ia frustrasi.

Di sisi lain, Si Kecil mungkin juga memaki untuk menyesuaikan diri di lingkungan sosialnya, dan ingin menjadi bagian dari kelompok pergaulannya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Keras Kepala?

Cara Menghentikan Anak Bicara Kasar

anak bicara kasar-1.jpg

Ketika anak bicara kasar, ini bukan merupakan cara yang baik untuk mengekspresikan emosi. Mengutip Today, hal ini bahkan menghambat kemampuan anak untuk menggambarkan kondisi emosionalnya.

Berikut ini beberapa tips yang bisa membantu Moms dan Dads sebagai orang tua, untuk menghentikan anak agar tidak berbicara kasar lagi.

1. Jangan Beri Reaksi Berlebihan

Tidak peduli berapa pun usia anak saat bicara kasar, jangan panik atau kaget, dan cobalah untuk berusaha tenang.

Untuk anak-anak usia 6 tahun ke bawah, mulailah dengan memberitahu bahwa jangan lagi mengulangi untuk menyebutkan kata-kata kasar tersebut.

Pada anak yang usianya lebih kecil, jelaskan kepadanya mengapa mengucapkan kata makian itu tidak baik. Bantu Si Kecil untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan cara terbaik.

2. Tanyakan Alasannya

Si Kecil bisa jadi hanya menyebut kata makian tersebut tanpa mengerti makna dari kata yang sebenarnya. Tanyakan kepada anak terlebih dahulu apakah dia mengerti kata itu.

Jika jawabannya “tidak,” jelaskan bahwa kata itu menyinggung orang, dan tidak dapat diterima.

Jika anak memahami kata tersebut, nasihati dengan cara yang sama, tetapi Moms mungkin perlu menjelaskan lebih jauh mengapa kata ini kasar dan tidak pantas diucapkan.

Baca Juga: Pentingnya Mendidik Anak Bicara Jujur

3. Bicara Jujur

Ketika menegur anak karena ia berbicara kasar, dia mungkin membalas jika hal tersebut ia dengar sendiri dari Moms atau Dads, atau juga anggota keluarga.

Ketimbang menyangkal dan berbohong kepada anak, Moms dapat berbicara dengan jujur bahwa hal yang ia katakan itu benar, dan akui bahwa Moms juga berjuang untuk mengendalikan apa yang hendak dikatakan.

4. Temukan Kata-kata Baru

Coba ajak bicara dengan Si Kecil dan saling bertukar pikiran dengan kata-kata atau frasa baru yang tidak menyinggung ketika dia merasa frustrasi, kesal, atau marah.

Dorong anak untuk menggunakan kata-kata lain yang berbeda untuk menggambarkan bagaimana perasaan yang sedang ia alami.

Artikel Terkait