KESEHATAN
21 September 2017

Anak Bisa Kena Katarak?

Bisa dari faktor genetis atau infeksi pada masa kehamilan.
Artikel ditulis oleh (katri.dyah)
Disunting oleh (katri.dyah)

Apa Itu Katarak?

Katarak merupakan area berawan atau buram pada lensa mata. Normalnya, lensa tersebut sangat jernih sehingga memungkinkan cahaya masuk ke dalam mata untuk memfokuskan gambar pada retina. Namun, saat katarak muncul, sinar tersebut terpecah ketika melewati ‘lensa berawan’ tadi. Alhasil, gambar pada retina menjadi buram dan terdistorsi.

foto 1

Apa Penyebab Katarak Pada Anak?

Ada beberapa alasan mengapa anak bisa memiliki katarak. Entah dari lahir atau memang baru memilikinya pada masa pertumbuhan. Berikut kemungkinan penyebabnya:

  • Faktor genetis dari orangtua yang menyebabkan lensa berkembang tidak normal
  • Beberapa kondisi genetis seperti down syndrome
  • Infeksi yang dialami ibu selama masa kehamilan, misalnya rubella dan cacar air
  • Luka di mata setelah anak dilahirkan
foto 2

Tanda Anak Memiliki Katarak

  • Anak tidak merespons wajah ataupun benda dengan warna cerah. Bayi yang tidak bisa melihat ada obyek kecil ketika mereka merangkak di lantai juga kemungkinan memiliki katarak.
  • Anak langsung menutup matanya ketika terpapar cahaya terang.
  • Mata anak tidak sejajar dan tidak fokus ketika diminta melihat satu titik di waktu yang bersamaan
  • Mama melihat cahaya putih dibanding merah di mata si kecil. Sebagai contoh, dalam foto, mata anak akan menunjukkan pantulan cahaya putih.
  • Mata anak sering terlihat ‘mengembara’.
foto 3

Bagaimana Menanganinya?

Pada beberapa kasus, katarak pada anak tidak memberikan dampak buruk. Namun, bagaimana pun juga, itu akan mengganggu penglihatan anak dan bisa memperlambat kegiatannya. Katarak yang tidak segera diobati akan menyebabkan kerusakan pada penglihatan, termasuk mata malas dan kebutaan.

Baca juga: Kenali 5 Tanda Balita Perlu Pakai Kacamata

Sebaiknya, segera lakukan operasi untuk mengangkat lensa buram pada anak yang memiliki katarak. Lensa tersebut nantinya akan digantikan dengan lensa buatan selama proses operasi. Biasanya, anak-anak menggunakan lensa kontak atau kacamata setelah operasi sebagai mengganti lensa yang telah diangkat.

Tidak ada waktu pasti berapa lama penglihatan anak akan kembali normal setelah perawatan. Yang pasti, anak yang memiliki katarak di masa kecilnya bisa hidup dengan layak setelah dioperasi. Tingkat keberhasilan operasi katarak cenderung tinggi, dengan risiko komplikasi yang rendah.

Artikel Terkait