DI ATAS 5 TAHUN
31 Juli 2019

Anak Difabel Tewas Dianiaya di Dinas Sosial Pontianak

Tewas dianiaya di PLAT yang seharusnya bisa menjaga anak dengan baik
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Lagi-lagi terjadi penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seorang anak. Terlebih lagi korban merupakan anak difabel berusia 17 tahun, yang sedang dititipkan di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Dinas Sosial Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dilansir dari Kompas, ia tewas akibat dianiaya dua teman sebayanya.

Sebagai informasi, PLAT adalah tempat penampungan sementara yang digunakan untuk anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Korban sebenarnya bukan ABH, namun ia dititipkan oleh Satpol PP Kota Pontianak di PLAT, karena terjaring razia.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Balita Menjadi Pelaku Bullying

Korban pertama kali dianiaya oleh dua orang penghuni PLAT. Melihat ini, petugas kemudian segera mengambil tindakan melerai dan memisahkan mereka. Sayangnya penganiayaan kembali terjadi tidak berapa lama.

Meski sempat di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pontianak, sayangnya nyawa korban tidak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia.

Seperti apa kronologis kejadian lengkapnya? Simak di bawah ini.

Dibawa ke PLAT Tanpa Pemberitahuan

tewas dianiaya, remaja tewas dianiaya

Dilansir dari Kompas, menurut Ali, orang tua asuh korban, remaja berusia 17 tahun tersebut sudah 7 hari tidak pulang ke rumah. Terakhir kali ia meminta izin keluar untuk menyantap bakso.

Baca Juga: Siswi SMP di Pontianak Dianiaya, Ini Kesalahan Pola Asuh Ortu yang Membuat Anak Jadi Tukang Bully

Orang tua korban tentu khawatir dan mencari sang anak. Saat menelepon ke Dinas Sosial Kota Pontianak, memang benar korban ada di sana, namun sudah dipindahkan ke PLAT. Korban pun berniat untuk dijemput pada hari Sabtu pagi.

Namun saat akan dijemput, orang tua korban malah didatangi petugas dari Dinas Sosial Kota Pontianak dengan membawa kabar bahwa sang anak masuk rumah sakit.

Dijelaskan bahwa sehabis makan, korban mengalami demam. Saat ditanya lebih lanjut, baru akhirnya dijelaskan bahwa korban telah meninggal dunia.

Orang tua korban merasa aneh tidak mendapat kabar apapun terkait hal ini. Bahkan saat anaknya dibawa ke rumah sakit pun, orang tua tidak diberitahu, baru diberitahu ketika sang anak sudah meregang nyawa. Meskipun petugas mengaku telah mengabari melalui aplikasi WhatsApp, namun tidak ada pesan yang masuk.

Baca Juga: Pelajar Tewas karena Saling Ejek di Facebook, Ini 5 Cara untuk Mencegah Anak Menjadi Korban Cyberbullying

Melaporkan Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak

Merasa tidak terima anaknya meninggal di sebuah lembaga sosial yang seharusnya bisa menampung anak dengan baik sekaligus memberikan pengajaran yang penting, orang tua korban pun melaporkan kejadian ini ke Polda Kalimantan Barat, dengan tuduhan menyalahgunakan wewenang.

Terlebih lagi korban bukan seorang anak berhadapan dengan hukum (ABH), namun digabung dengan anak-anak yang bermasalah dengan hukum. Padahal korban hanya dititipkan pada PLAT tanpa alasan yang jelas. Hingga kini, kasus ini masih diproses dan belum ada keputusan.

Artikel Terkait