BALITA DAN ANAK
21 Februari 2020

Anak Diserang Anak Lain, Moms Harus Berbuat Apa?

Salahkan anak yang agresif atau orang tuanya yang tidak tegas?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bermain bersama anak-anak lain alias playdate baik untuk anak bersosialisasi. Namun, tak jarang momen ini malah berubah menjadi keributan. Kalau anak diserang anak lain, Moms harus berbuat apa?

Selama ini mungkin kita mengira balita saling bertengkar karena memperebutkan sesuatu.

Namun, menurut penelitian yang dimuat di jurnal Early Years pada tahun 2008 terhadap anak usia 8, 14, dan 22 bulan, ditemukan bahwa motivasi dominan mereka adalah kebutuhan akan eksplorasi, bukan kepemilikan benda.

Saat Anak Lain Bersikap Agresif, yang Salah Orang Tua atau Anaknya?

anak diserang anak lain

Foto: static.parenting.com

Menurut Marilyn Segal, Ph.D., psikolog perkembangan di Amerika Serikat, ada dua aturan dasar saat berhubungan dengan anak orang lain, yakni:

  1. Jangan mengajari orang tua lain bagaimana cara mendidik anak yang benar
  2. Jangan mendisiplinkan anak yang bukan anak Moms sendiri

Baca Juga: Mengurangi Kebiasaan Kakak Adik Bertengkar

Orang tua punya cara sendiri menghadapi perilaku anaknya. Moms mungkin berharap orang tua si anak agresif bisa lebih tegas pada anaknya. Bagaimanapun, Moms tidak berhak mengatur.

Lantas, apakah sebaiknya Moms memarahi anak yang menyerang anak Moms? Tidak juga, Moms. Namanya juga balita, mereka hanya menguji batas kemampuan mereka.

Anak-anak lebih pintar dari yang orang dewasa kira. Mereka punya radar kuat terhadap perasaan negatif. Jika mereka tahu Moms sedang emosi, mereka bisa lebih bertingkah.

Baca Juga: Jangan Larang Balita Main Berantem, Jaga Agar Tetap Aman Dengan 4 Kiat Ini

Anak Diserang Anak Lain, Moms Harus Berbuat Apa?

  1. Awasi anak yang sedang bermain bersama anak lain. Jika konflik mulai terjadi, alihkan perhatian anak dengan suara dari mainan lain atau dengan bernyanyi. Kalau Si Anak Agresif bersikap baik – misalnya berbagi mainan tanpa bertengkar – apresiasi kebaikan hatinya. Pelan-pelan, balita akan belajar cara bersikap dan bermain bersama.
  2. Cari tempat bermain yang lebih luas. Balita cenderung berkonflik jika bermain bersama di area yang kecil, misalnya di ruang tamu. Dengan memindahkan tempat playdate ke taman atau playground yang lebih luas dan terbuka, anak bisa membakar energinya yang seakan tak habis-habis itu tanpa sering bersinggungan dengan anak lain.
  3. Kalau situasi memburuk dan anak sudah tak tahan diserang anak lain, Moms mungkin perlu berhenti mengajak anak ke playgroup atau playground itu. Tampaknya kombinasi anak-anak di sana tidak cocok untuk Si Kecil.

Baca Juga: Orang Tua, Jangan Bertengkar di Depan Anak Kalau Tak Mau 6 Dampak Buruk Ini Terjadi

Keputusan Moms untuk memisahkan anak juga bisa membuka dialog antara Moms dan orang tua lain untuk menghasilkan resolusi jangka panjang.

Jadi, kalau anak diserang anak lain, langkah yang harus Moms ambil adalah melindungi anak, bukan menggurui orang tua lain atau memarahi anak yang mengintimidasi Si Kecil, ya, Moms.

Artikel Terkait