BALITA DAN ANAK
29 Juli 2020

Posisi Duduk W Bisa Ganggu Pertumbuhan Si Kecil, Benarkah?

Ketika anak duduk dengan posisi huruf W, sebenarnya aman atau tidak bagi perkembangannya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, bagaimana dengan perkembangan motorik anak saat ini? Apakah ia sudah belajar untuk duduk sendiri dengan tegap? Atau ia masih membutuhkan sanggahan untuk menopangnya saat duduk?

Pastinya momen-momen seperti ini menjadi waktu yang spesial karena setiap perubahan anak akan menjadi perhatian orang tua, ya.

Tumbuh kembang anak adalah hal yang terpenting bagi setiap orang tua. Segala sesuatu akan dilakukan agar Si Kecil bisa tumbuh sehat dan sempurna.

Kemampuan anak untuk dapat duduk sendiri dengan tegap menjadi bagian dari kemampuan motorik kasarnya. Gerakan motorik kasar ini meliputi gerakan yang melibatkan otot-otot besar hingga seluruh anggota tubuhnya.

Kemampuan motorik kasar anak harus dilatih dengan stimulasi sejak dini karena kemampuan ini memiliki dampak yang besar untuk masa depan anak.

Baca Juga: Bolehkah Anak Duduk di Bangku Depan Mobil?

Biar tidak bingung, coba perhatikan tahapan perkembangan motorik kasar anak jika dilihat dari usianya, yaitu:

  • Usia 2-5 bulan : bayi bisa berguling.
  • Usia 5-7 bulan: bayi bisa duduk tanpa bantuan.
  • Usia 7-8 bulan: bayi bisa berdiri tapi sambil berpegangan.
  • Usia 10-14 bulan: bayi bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan.
  • Usia 11-15 bulan: bayi bisa berjalan stabil.

Dilihat dari perkembangan di atas, maka anak bisa duduk tanpa bantuan saat ia menginjak usia 5 bulan.

Lalu, bagaimana jika anak duduk dengan posisi huruf ‘W’? Apakah hal tersebut aman bagi perkembangan dan kekuatan otot kakinya? Simak penjelasannya.

Baca Juga: Apakah Popok Bisa Bikin Kaki Anak Berbentuk X?

Penyebab Posisi Duduk W pada Anak

balita duduk dengan posisi kaki W

Foto: parenting.firstcry.com

Salah satu alasan anak sering duduk dalam posisi kaki W adalah karena merupakan hal normal yang akan dilakukan oleh anak-anak yang dilahirkan dengan tulang paha yang berubah, suatu kondisi yang dikenal sebagai anteversion femoralis.

Kondisi tulang ini akan mengoreksi dirinya sendiri pada sebagian besar anak ketika mereka tumbuh. Tetapi sampai tubuh mereka berubah, mungkin lebih mudah bagi Si Kecil untuk duduk dengan posisi kaki W.

Terkadang karena rotasi pinggulnya ini, anak-anak akan merasa lebih nyaman jika duduk dengan posisi kaki W. Ketika kaki anak memelintir, sebenarnya kurang nyaman untuk duduk dengan gaya "berselang-seling".

Moms dan Dads mungkin akan sulit memahami karena anatomi tubuh orang dewasa dan anak-anak berbeda.

Alasan lain mengapa Si Kecil menyukai posisi W adalah posisi duduk yang lebih stabil. Mereka dapat memutar tubuh, meraih dan mengambil barang-barang dengan lebih mudah.

Dampak Posisi Duduk W pada Anak

balita duduk dengan posisi kaki W

Foto: healthline.com

Posisi tertentu saat duduk atau tiduran pada masa balita, apabila dilakukan secara terus-menerus atau menjadi suatu kebiasaan dapat menyebabkan efek yang kurang baik.

“Sifat sendi dan tulang anak masih dalam pertumbuhan dan mudah berubah bentuk apabila diberikan gaya atau tekanan tertentu yang terus-menerus,” jelas dr. Faisal Mi’raj, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak, Limb Lengthening, and Reconstruction RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Menurut dr. Faisal, dalam posisi duduk W, tulang paha anak memutar ke arah dalam, pada posisi maksimal di dalam sendi panggul.

Apabila anak terus-menerus duduk dalam posisi itu, maka akan menyebabkan bagian atas tulang paha terbentuk lebih banyak internal rotasi (memutar ke dalam) melebihi normal, sehingga secara keseluruhan tungkai bawah akan seperti itu juga.

Hal ini akan terlihat apabila anak berdiri atau berjalan, kaki anak masuk ke arah dalam, yang disebut in toeing.

Menurut jurnal Effect of W-sitting on Standing Posture of Preschool Age Children, posisi duduk W yang dilakukan setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit ortopedi, kerusakan ligamen anterior, atau nyeri punggung dalam proses pertumbuhan. Berikut ulasannya.

  • W duduk meningkatkan risiko otot pinggul dan kaki anak menjadi pendek dan ketat, ini kemudian dapat memengaruhi koordinasi, keseimbangan, dan pengembangan keterampilan motorik kasarnya secara negatif di kemudian hari.
  • W duduk dapat meningkatkan risiko dislokasi pinggul anak, terutama mereka yang sudah memiliki displasia panggul (yang mungkin tidak didiagnosis secara resmi)
  • Ketika duduk dalam posisi W, anak-anak tidak dapat memutar tubuh bagian atas mereka.
    • Ini membuatnya sulit bagi anak untuk menjangkau seluruh tubuh dan melakukan tugas-tugas yang melibatkan menggunakan kedua tangan bersama-sama atau menyilangkan tangan mereka dari satu sisi ke sisi lain. Ini nantinya akan memengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan keterampilan menulis dan kegiatan table-top lainnya yang penting di sekolah
    • W Duduk menghambat pengembangan preferensi tangan. Anak hanya dapat menggunakan benda-benda di sisi kanan tubuh dengan tangan kanan dan benda-benda di sisi kiri tubuh dengan tangan kiri, ini dapat menyebabkan kesulitan koordinasi di kemudian hari.
  • W duduk membuat anak sulit menggeser berat badannya dari satu sisi tubuh ke sisi yang lain
    • Kemampuan untuk memindahkan berat badan dari satu sisi tubuh ke sisi yang lain sangat penting dalam keseimbangan berdiri dan ketika mengembangkan kemampuan untuk berlari dan melompat
  • Duduk tidak memungkinkan anak untuk mengembangkan otot batang yang kuat
    • Dalam posisi ini, otot-otot tubuh anak tidak harus bekerja keras untuk menjaganya agar tetap tegak - sebaliknya mereka mengandalkan dukungan kaki dan struktur sendi yang lebar untuk menjaganya tetap tegak.

Mencegah Dampak Posisi Duduk W

dampak posisi duduk w

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, anak bisa duduk dengan posisi huruf ‘W’ terjadi karena secara tidak sadar. Anak melakukannya karena nyaman dan mudah untuk menyeimbangkan badan mereka.

Namun, kebiasaan ini harus segera dihentikan karena melihat dampak-dampak di atas.

“Sebaiknya anak dicegah apabila melakukan sikap duduk W secara terus-menerus. Orang tua dapat mencontohkan posisi duduk lain yang umum, seperti duduk bersila atau duduk dengan posisi tungkai lurus atau bergantian,” ujar dr. Faisal.

Di awal mengajari posisi duduk anak yang benar, Moms bisa memangkunya atau mengajarkan untuk duduk di kursi.

Baca Juga: 4 Manfaat Bertelanjang Kaki bagi Balita

Setelah itu, nantinya Moms akan mengajarkan anak cara duduk yang tepat di alas datar sehingga anak tak lagi ingat tentang kebiasaan duduk dengan posisi huruf ‘W’.

Moms bisa mengingatkan Si Kecil untuk jangan duduk seperti itu. Mintalah Si Kecil untuk duduk bersila, duduk menyamping, duduk dengan kaki diluruskan, atau duduk di bangku kecil.

Posisi ini memungkinkan Si Kecil menggunakan kedua tangan secara bersamaan di kedua sisi tubuh. Selain itu, posisi duduk ini membantu mereka untuk memindahkan berat badan mereka dari sisi ke sisi dengan lebih mudah dan mereka mendorongnya untuk menggunakan otot punggung dan perut untuk mempertahankan posisi duduk yang tegak.

Pada awalnya, Si Kecil mungkin tahan terhadap koreksi ketika Moms memintanya untuk tidak duduk di posisi W. Namun, penting bagi Moms untuk secara konsisten melakukan koreksi ini ketika melihat Si Kecil duduk dengan cara ini, karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka secara signifikan.

Ingat, Moms, kebiasaan memang tidak mudah diubah tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali.

Kesabaran dan konsistensi adalah dua hal penting yang diperlukan orang tua untuk mengajarkan anak duduk dengan stabil, begitu pula dengan stimulasi motorik lainnya.

Baca Juga: Kapan Boleh Menstimulasi Anak Duduk?

Ketika anak sudah dapat duduk dengan posisi yang tepat, maka akan lebih mudah untuk anak belajar berdiri, berjalan, hingga berlari. Selamat mencoba, Moms!

Artikel Terkait