BALITA DAN ANAK
17 Februari 2020

Anak Gemuk Belum Tentu Sehat, Ketahui Tips Menjaga Berat Badan Anak

Anak yang gemuk justru cenderung mengalami obesitas
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setiap orang tua tentu ingin agar anak-anaknya tumbuh dan berkembang optimal. Biasanya, yang sering menjadi perbincangan di antara orang tua adalah berat badan anak sehat.

Jika anak terlalu kurus, tidak sedikit orang tua menganggap bila anak tersebut kurang sehat. Sementara, anak yang gemuk dikatakan lebih sehat.

Padahal, anak yang gemuk tidak selalu merupakan anak yang sehat. Indikator kesehatan anak secara keseluruhan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Ketahui penjelasan tentang anak gemuk belum tentu sehat dan tips agar berat badan anak sehat tanpa mengalami obesitas.

Anak Gemuk Belum Tentu Sehat

anak gemuk-4.jpg

Melihat anak gemuk dengan pipi tembam memang menggemaskan. Sayangnya, hal ini tidak akan menjadi sesuatu yang baik bila kelebihan berat badan dalam jangka waktu lama.

Sebenarnya bukan perkara mudah menentukan kapan seorang anak mengalami obesitas.

Satu hal yang pasti, anak gemuk akan tetap kelebihan berat badan apabila energi yang dikeluarkan lebih sedikit ketimbang yang dikonsumsi.

Kabar baiknya, anak gemuk tidak perlu diet. Mereka hanya perlu tumbuh lebih tinggi sehingga dapat mencapai indeks massa tubuh (IMT) yang ideal. Pastikan konsumsi makanannya seimbang dan mewakili setiap porsi nutrisi yang diperlukan.

Baca Juga: Pengaruh Alergi Pada Berat Badan Anak

Menjaga Berat Badan Anak Tetap Sehat

anak gemuk-5.jpg

Bagi orang tua, memberikan makanan untuk anak merupakan prioritas utama. Memang penting, tetapi tidak dengan terus-menerus memberi makan setiap kali mereka meminta.

Orangtua perlu membangun pola makan dan rutinitas yang teratur, didukung dengan beberapa metode lain untuk menjaga berat badan anak sehat.

Beberapa tips untuk menjaga berat badan anak tetap sehat di antaranya adalah:

1. Memberikan ASI

Jika memungkinkan, berikan ASI pada anak hingga usianya menginjak 2 tahun. Air susu ibu dirancang sempurna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Selain itu, tak ada istilah terlalu banyak atau kelebihan ASI pada bayi dan anak-anak.

2. Perbanyak Makan Buah dan Sayur

anak gemuk-3

Tentu dengan pilihan rasa yang manis dan beragam, sereal kerap jadi menu favorit anak-anak. Namun akan lebih baik jika mengurangi sereal dan menggantinya dengan banyak buah dan sayuran.

Meski demikian, sebaiknya berikan buah dan sayuran dalam olahan aslinya. Jangan memberikan olahan jus yang sudah dikemas menjadi minuman dalam kemasan.

3. Bayi Menangis Belum Tentu Lapar

Bagi orang tua baru, penting diketahui bahwa bayi menangis belum tentu berarti mereka lapar. Ada banyak alasan anak menangis selain ingin makan atau minum.

Ketika anak menangis, sebisa mungkin cari tahu apa penyebabnya. Buat mereka merasa nyaman.

Cara ini dapat menghindarkan anak dari pola yang salah. Jika setiap kali menangis anak diberi makanan, mereka bisa salah menangkap bahwa itulah yang diperlukan saat merasa lelah atau bosan.

Baca Juga: Bayi Sering Menangis? Redakan dengan Teknik 5S

4. Tidak Makan Berlebihan

anak gemuk-3.jpg

Sebaiknya hindari obsesi ingin memberi makan anak dalam porsi besar untuk menghindari stigma anak gemuk belum tentu sehat. Memang memuaskan ketika masakan yang sudah dibuat, habis tuntas tanpa sisa.

Namun masalahnya, hal yang tidak kalah penting adalah membaca sinyal ketika anak merasa kenyang.

Ketika anak tidak lagi antusias dengan makanan di depannya, jangan paksakan untuk menghabiskan makanan.

5. Banyak Bergerak

Anak gemuk belum tentu sehat ini bisa juga terjadi karena jarang bergerak atau beraktivitas. Bahkan sejak bayi sudah kuat menyangga lehernya sendiri, saat itulah mereka sudah bisa mulai 'berolahraga'.

Contohnya dengan tummy time, merangkak, hingga mereka bisa berjalan dan berlari.

Ada banyak stimulus yang bisa dilakukan orang tua untuk membuat anak mereka aktif bergerak dan mengantisipasi anak gemuk karena kelebihan berat badan.

6. Kurangi Konsumsi Gula

anak gemuk-2.jpg

Siapa anak yang tidak suka makanan manis? Bahkan orang dewasa saja suka.

Meski demikian, ada baiknya tidak terlalu banyak memberikan makanan atau camilan manis seperti biskuit dan cokelat untuk anak-anak gemuk.

Hal ini juga berlaku untuk minuman yang diberi pemanis buatan.

Baca Juga: Bolehkah Anak di Bawah 1 Tahun Diberikan Gula dan Garam?

7. Kurangi Garam

Sama seperti gula, garam juga bisa sama berbahayanya. Makanan di restoran atau makanan siap saji biasanya tinggi kandungan gula dan garam.

Jika indra perasa mereka terbiasa dengan makanan yang gurih, maka bukan tidak mungkin itulah yang akan selalu mereka minta.

Akan jauh lebih baik memberikan makanan olahan rumahan yang sehat dan terjamin kebersihannya.

Jika tidak ada tenaga atau waktu untuk melakukannya, cari alternatif katering untuk anak yang benar-benar terpercaya.

8. Hindari Gangguan Saat Makan

anak gemuk-1.jpg

Sebaiknya hindari gangguan seperti menonton televisi atau gadget terutama bagi anak yang sudah bisa makan sendiri (usia balita).

Makan sembari melakukan aktivitas lain akan meningkatkan risiko overeating atau makan terlalu banyak yang membuat anak gemuk.

Tidak perlu repot menghitung kalori yang diberikan untuk anak setiap kali makan. Anak-anak gemuk atau kurus juga belum benar-benar bergantung pada hitungan indeks massa tubuh (IMT).

Aspek paling krusial adalah membangun pola makan dan lingkungan yang mendukung mereka mendapatkan berat badan ideal.

Bukan hanya saat masih kecil, namun hingga sepanjang hidup mereka. Pola makan yang sehat dan tepat menjadi bekal bagi mereka.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait