BALITA DAN ANAK
6 September 2019

Anak Hobi Mengisap Jempol, Ini Cara Atasinya

Apakah anak Moms memiliki kebiasaan mengisap ibu jari? Ini cara mengatasinya, ya!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Setiap ibu pastinya akan memerhatikan kebiasaan anak-anaknya, seperti ketika mereka sedang merasa bosan atau kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur.

Salah satu kebiasaan yang mungkin anak Moms lakukan adalah mengisap ibu jari atau jempol.

Cara untuk menghentikan kebiasaan ini memang tidak mudah, namun ketahui dampak yang mungkin terjadi jika tidak segera dihentikan adalah bentuk gigi anak yang tidak rata.

Menghentikan Kebiasaan Anak Menghisap Jempol

shutterstock_238632697.jpg

Foto: shutterstock

Menurut drg. Nydia Hanan, dokter gigi anak yang saat ini aktif praktik di di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda ini mengungkapkan ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menghentikan kebiasaan anak mengisap ibu jarinya.

“Moms, coba cara menghentikan kebiasaan anak mengisap ibu jari dengan jempol diplester sampai diberi pahit-pahitan sehingga anak akan merasa tidak nyaman saat mengisap ibu jarinya. Atau langsung reflek dari Moms untuk melepaskan jempol dari isapannya,” ujar drg. Nydia, saat berbincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, pada Senin (15/4) lalu.

Jika cara tersebut dirasa kurang ampuh untuk hentikan kebiasaan anak mengisap ibu jarinya sebelum tidur atau saat ia merasa bosan, Moms bisa mencoba membuat pengalihan untuk anak Moms.

“Moms juga bisa memberi kesibukan untuk mengalihkan kebiasaannya tersebut. Ketahui Moms, pertumbuhan rahang yang cukup baik akan membantu meminimalisasi gigi geligi yang berdesakkan. Misalnya dari tekstur makanan yang diberikan di setiap waktunya,” lanjut drg. Nydia, menjelaskan.

Baca Juga: Anak Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

Selain itu, tidak ada salahnya untuk selalu melakukan kontrol rutin ke dokter gigi anak.

Pentingnya membawa anak ke dokter gigi harus dimulai sejak dini, yaitu sejak ia tumbuh gigi pertama kali.

Perawatan ke dokter gigi anak tidak hanya untuk mengecek keadaan kesehatan mulut dan gigi anak, namun juga melakukan edukasi kepada orang tua secara mendalam tentang cara menjaga kesehatan gigi anak.

Semakin dini membawa anak ke dokter gigi, maka semakin kecil juga kemungkinan anak akan merasa takut atau khawatir saat mengunjungi dokter gigi.

Hal tersebut karena menjadi stimulus ingatan atau memori anak terhadap kondisi dan situasi di ruangan dokter gigi. Sebaiknya lakukan perawatan ke dokter gigi anak secara berkala, yaitu 6 bulan.

Jaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini

Anak Hobi Mengisap Ibu Jari, Ini Cara Atasinya-1.jpg

Foto: momjunction

Moms, rasanya sudah menjadi hal yang umum dan wajar untuk dipahami bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut itu penting.

Terutama bagi anak-anak, mereka belum menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi, sehingga membutuhkan dampingan orang tua.

Kesehatan gigi anak sejak dini harus terjaga, karena faktanya dapat berdampak di kemudian hari.

Gigi anak yang mengalami infeksi, dapat berpengaruh pada pertumbuhan gigi permanen atau gigi dewasanya nanti, bahkan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya.

Salah satu permasalahan gigi yang sering menyerang anak, yaitu karies gigi. Karies gigi adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan keras gigi karena aktivitas bakteri dalam plak. Bakteri penyebab utamanya adalah Streptococcus mutans.

Baca Juga: Anak Suka Meniru, Ini 6 Tips Agar Kebiasaan Buruk Moms Tidak Dilakukan di Depannya

“Anak-anak rentan terkena penyakit ini karena kurangnya menjaga kebersihan gigi terutama saat menyusu dengan botol susu sampai ketiduran. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan manis juga dapat meningkatkan risiko terkena karies gigi,” ujar drg. Nydia.

Orang tua perlu mengajarkan anak untuk menyikat gigi sejak dini dan membatasi asupan makanan manis untuk dikonsumsi anak.

Waspada terhadap bercak putih (white spot) pada permukaan gigi anak, karena ini bisa jadi gejala awal dari karies gigi. Segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

(DG)

Artikel Terkait