PARENTING
14 Juni 2019

Anak Kecanduan Game Online, Harus Bagaimana?

Kecanduan game online tak hanya berdampak pada kesehatannya, tetapi juga membuat anak menjadi malas berinteraksi dengan sekelilingnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms, apakah Si Kecil ikutan tren main game online yang belakangan sedang marak dimainkan mulai dari anak-anak usia sekolah hingga orang dewasa? Jika ya, hati-hati jangan sampai ia kecanduan main game online, ya.

Apa tandanya anak kecanduan game online? Dilansir dari parentzone.org.uk, Dr. Mark Griffiths, psikolog yang juga seorang professor untuk masalah perilaku kecanduan dari Nottingham Trent University, mengatakan bahwa anak bisa disebut mengalami kecanduan jika game online memengaruhi 3 hal berikut, yaitu pendidikan, aktivitas fisik, serta sosialisasi dan interaksi dengan teman sebaya.

Selain itu, kecanduan juga ditandai dengan frekuensi bermain yang lebih dari tiga kali dalam satu minggu, dan setiap kali bermain berlangsung lebih dari dua jam. Biasanya, anak yang kecanduan game online akan marah jika jam bermain game mendadak dikurangi atau dihentikan.

Baca Juga: Menghadapi Suami yang Kecanduan Main Game

Nah, apakah anak mulai menunjukkan tanda-tanda seperti di atas? Kalau ya, Moms perlu segera melakukan tindakan untuk mengatasi kecanduan main game online ini. Ini dia cara yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi kecanduan game online, seperti dilansir dari screentimelabs.com.

1. Ajak Anak Bicara

kecanduan game

Foto: screentimelabs.com

Duduklah bersama anak dan jelaskan situasinya bahwa ia mungkin sudah kecanduan game online. Beberkan fakta yang Moms lihat, bahwa ia mulai sulit disuruh makan, mandi, dan belajar.

Katakan pula kalau hal ini terus dibiarkan, akan berdampak lebih buruk pada anak, misalnya kesehatannya jadi terganggu karena jadwal makan yang berantakan, atau ketinggalan pelajaran karena sering tidak mengerjakan PR.

2. Beri Anak Konsekuensi

kecanduan game

Foto: www.teentor.com

Meski anak mungkin akan menyangkal semua yang Moms katakan, tetap berikan konsekuensi pada anak. Dimulai dari konsekuensi yang ringan, yaitu membatasi waktunya bermain game online menjadi 30 menit sehari, atau satu jam dan hanya boleh dilakukan di hari libur.

Jika kecanduan sudah sangat parah, yang ditandai dengan perubahan perilaku ekstrem ketika anak dibatasi penggunaan game online-nya, maka lepaskan anak sepenuhnya dari game online. Jauhkan anak dari gadget dan perangkat lain tanpa kompromi.

Pastikan Moms untuk menghubungi orang tua teman anak dan memberi tahu soal larangan ini, karena salah satu alasan game online menjadi candu adalah karena dapat dimainkan secara online bersama teman-temannya.

Jika perlu, pertimbangkan untuk mendiskusikan masalah ini dengan psikolog anak, yang dapat memberi strategi yang lebih efektif mengatasi kecanduan game online pada anak.

3. Berikan Alternatif Kegiatan

kecanduan game

Foto: Pexels

Cari tahu kegiatan lain yang disukai anak, misalnya sepak bola, berenang, atau melukis. Tawarkan anak untuk mengikuti kursus kegiatan yang disukainya. Dengan begitu, pikiran anak akan teralihkan dari game online yang telah membuatnya kecanduan.

4. Terapi

kecanduan game

Foto: www.independent.ie

Pada anak dengan kecanduan game yang parah, terapi mungkin diperlukan untuk mengembalikan fungsi normal anak sebelum ia kecanduan game online. Terapi kognitif behavioral dapat berfungsi untuk membantu anak memaknai apa yang mereka dapat dari kecanduannya, dan mendorong anak untuk melakukan kebiasaan baru yang lebih positif.

Pada kasus kecanduan game online, anak yang kecanduan akan dibantu untuk menganalisis bahwa kecanduan game online bukan suatu hal yang penting dalam hidup mereka dan mendorong mereka untuk melakukan hal bermanfaat lainnya yang lebih positif. Tentu saja terapi ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis seperti psikolog atau psikiater, ya, Moms.

Itu dia 4 hal yang bisa Moms lakukan ketika anak terdeteksi mengalami kecanduan game online. Mulai sekarang, jangan lupa untuk selalu mengawasi anak agar tidak berlebihan menggunakan gadget dan menjadi ketergantungan pada game online, ya, Moms.

(VAN/IRN)

Artikel Terkait