2-3 TAHUN
23 Maret 2020

Hati-hati, Ini Dampak Bila Anak Kelebihan Vitamin A

Tidak hanya kekurangan, kelebihan vitamin A juga bisa berbahaya buat Si Kecil!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Seperti vitamin lainnya, vitamin A memiliki peran yang sangat penting untuk pertumbuhan yang normal dan perkembangan tubuh.

Ada banyak makanan yang mengandung vitamin A sehingga pola makan yang baik akan membantu menjaga asupan vitamin ini.

Dikutip dari situs resmi MedAlert Help, vitamin A adalah payung dari kelompok vitamin yang fat-soluble atau larut dalam lemak. Vitamin ini memiliki dua bentuk yaitu vitamin A dan provitamin A.

Vitamin A melingkupi retinol, retinal, dan retinoic acid yang dapat ditemukan dalam produk hewani.

Tubuh manusia tidak perlu mengubah vitamin A tipe ini sebelum menggunakannya, sehingga seringkali disebut sebagai bentuk vitamin A aktif.

Sedangkan provitamin A harus diubah menjadi vitamin A aktif sebelum digunakan oleh tubuh. Provitamin A mengandung carotenoids yang ditemukan di dalam buah dan sayuran.

Baca Juga: 5 Sumber Vitamin A yang Penting untuk Bayi

Dampak Kelebihan Vitamin A

Apa yang Terjadi kalau Si Kecil kelebihan Vitamin A 1.jpg

Foto: practicalpainmanagement.com

Kelebihan vitamin A bisa menyebabkan hipervitaminosis A yang berbahaya.

Adapun gejala yang bisa muncul saat konsumsi suplemen vitamin A dosis tinggi (diatas 200.000 mcg) sesaat adalah seperti mual, muntah, vertigo, dan penglihatan yang kabur.

Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin A ini juga dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian.

Jika mengonsumsi suplemen vitamin A dengan kandungan lebih dari 10.000 mcg perhari dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan terjadinya kondisi medis yang serius seperti pengapuran tulang, kerusakan hati, sakit kepala, diare, mual, iritasi kulit, nyeri sendi, dan nyeri tulang.

Hal-hal ini juga bisa terjadi pada Si Kecil jika kita tidak memperhatikan asupan vitamin A pada makanan dan juga suplemen tambahan yang dikonsumsi sehari-hari.

Baca Juga: Haruskah Memberikan Vitamin kepada Anak? Ini Alasan dan Tipsnya

“Kebutuhan vitamin A setiap orang berbeda-beda tergantung jenis kelamin dan usia. Untuk usia 1-5 tahun, kebutuhan vitamin A adalah 300-400 mcg RAE (retinol activity equivalent). Vitamin A bisa didapatkan secara alami melalui berbagai macam makanan, tapi ada juga orang dengan kondisi medis tertentu yang memerlukan suplemen khusus untuk asupan vitamin A. Namun di sisi lain, tidak direkomendasikan mengonsumsi terlalu banyak vitamin A. Kelebihan vitamin A bisa menyebabkan hypervitaminosis A yang ditandai dengan kondisi medis yang serius,” ujar Mira Rakicevic, seorang penulis kesehatan yang dikutip dari MedAlert Help.

Selain dari dampak langsung kelebihan vitamin A sendiri, terdapat juga kemungkinan munculnya efek samping kelebihan vitamin A yang disebabkan oleh reaksi kimiawi antara kandungan vitamin A dengan obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi.

Efek Samping Konsumsi Suplemen

Apa yang Terjadi kalau Si Kecil kelebihan Vitamin A 2.jpg

Foto: babycenter.com

Dilansir dari Mayo Clinic, kelebihan asupan vitamin A juga bisa berbahaya jika Si Kecil sedang dalam pengobatan penyakit tertentu.

Misalnya jika Si Kecil memiliki darah yang kental dan mengonsumsi pengencer darah anticoagulants, asupan suplemen vitamin A justru bisa meningkatkan rsiko terjadinya pendarahan.

Untuk anak penderita kanker yang mengonsumsi obat bexarotene (targretin), kelebihan vitamin A menyebabkan efek samping seperti gatal dan kulit kering.

Selain itu, jika terlalu banyak diberikan asupan vitamin A melalui suplemen saat mengonsumsi obat lainnya, Si Kecil akan sangat berisiko mengalami kerusakan hati.

Intinya, vitamin A adalah nutrisi esensial yang kita butuhkan untuk tetap sehat. Tapi ingat ya Moms, kekurangan dan kelebihan vitamin A bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Baca Juga: 3 Bahaya Mengonsumsi Multivitamin Gummy untuk Anak

Maka dari itu, kita harus mengikuti diet yang seimbang yang melingkupi berbagai makanan yang kaya vitamin karena ini adalah pilihan terbaik untuk kesehatan.

Tentunya konsumsi suplemen bisa jadi pilihan untuk sebagian orang dalam kondisi tertentu tapi secara umum, Kita harus menghindari penggunaannya.

Artikel Terkait