DI ATAS 5 TAHUN
30 Agustus 2020

Yuk, Ketahui Tanda-tanda Menstruasi pada Anak Berikut Ini

Siapkan hal-hal ini agar anak tidak bingung saat mengalami menstruasi pertama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Anak perempuan akan mengalami masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertamanya. Kondisi ini menunjukkan tubuhnya bersiap untuk bertumbuh dewasa, ya, Moms!

Dilansir dari Teens Health, anak perempuan biasa mengalami menstruasi pertama saat berusia 10-15 tahun dan hal tersebut normal karena semua anak punya tubuh yang berbeda. Menstruasi biasa berlangsung 3-7 hari.

Lalu, seperti apa tanda-tanda menstruasi pada anak? Moms bisa mencari tahu lebih lengkapnya berikut ini.

Meski tidak ada umur yang spesifik, beberapa tanda menstruasi anak akan muncul sebentar lagi adalah sekitar 2 tahun setelah tumbuhnya payudara dan bulu ketiak, serta ketika anak mengalami keputihan.

Keputihan biasanya muncul 6 bulan sampai 1 tahun sebelum anak perempuan mengalami menstruasi.

Ada banyak reaksi yang bisa ditunjukkan anak saat mengalami menstruasi pertama kali, bisa saja ia merasa takut, kaget, khawatir atau malah bersikap biasa saja.

Terlepas dari apapun reaksinya, Moms sebagai orang tua tetap harus memberitahukan hal-hal penting seputar menstruasi sehingga ia bisa semakin menjaga kesehatan dan kebersihan tubuhnya dengan baik.

Yuk, cari tahu apa saja yang menjadi tanda-tanda menstruasi pada anak, apa yang bisa Moms lakukan, serta pengenalan sekilas mengenai premenstrual syndrome atau PMS.

Baca Juga: Migrain Saat Menstruasi, Kenapa Bisa Terjadi?

Tanda-tanda Menstruasi pada Anak Pertama Kali

tanda-tanda menstruasi pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Kids Health, tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti kapan akan mendapatkan menstruasi pertama, tetapi itu akan terjadi selama masa pubertas.

Bagi kebanyakan perempuan, periode menstruasi pertama mereka, dimulai sekitar 2 tahun setelah dia pertama kali mulai mendapatkan payudara. Bagi sebagian besar perempuan, ini adalah sekitar usia 12 tahun.

Ketahui apa saja yang menjadi tanda-tanda menstruasi pada anak berikut ini, dan Moms bisa memberitahukannya kepada anak perempuan kesayangan.

1. Keluarnya Cairan dari Vagina

Tanda-tanda menstruasi pada anak yang pertama adalah jika anak melihat keluarnya cairan dari vagina.

Cairan ini mungkin tipis dan sedikit lengket, atau tebal dan lengket, dan dapat berwarna bening hingga putih atau putih pudar. Biasanya, ini terjadi sekitar 6 bulan sebelum seseorang mendapatkan menstruasi pertama.

Jika anak merasa mendekati menstruasi pertama, mungkin akan lebih baik jika melakukan persiapan. Letakkan pembalut dan pakaian dalam di ransel atau dompet jika tiba-tiba haid datang dan anak sedang tidak di rumah.

Perlu diketahui, bahwa vagina dapat membersihkan dirinya sendiri, jadi pastikan untuk mengajarkan anak hanya bersihkan vagina menggunakan air di labia bagian dalam.

2. Perubahan pada Puting atau Payudara

Perubahan pada puting dan payudara mungkin hal pertama yang perlu diperhatikan sebagai tanda-tanda menstruasi pada anak.

Perlu diketahui, bahwa payudara memiliki berbagai bentuk, warna dan ukuran kulit, beberapa dengan stretch mark, tindikan, atau tato.

Awalnya, benjolan kecil di sekitar puting menjadi terangkat. Kemudian, area puting yang lebih gelap akan membesar dan mulai membengkak, bahkan mungkin terasa seperti ada benjolan kecil di dada. Ini disebut tunas payudara.

Mengutip Hello Clue, kondisi ini dapat terjadi di kedua sisi pada saat yang sama, atau hanya di satu sisi pada awalnya. Jika itu terjadi di satu sisi, dibutuhkan waktu hingga 6 bulan untuk mengejar sisi lain.

Kebanyakan orang pertama kali mendapatkan menstruasi pertama 2-3 tahun setelah payudara mereka mulai tumbuh. Jika kuncup payudara anak mulai tumbuh sekitar usia 8 atau 9 tahun, mungkin diperlukan waktu mendekati tiga tahun untuk menstruasi dimulai.

Bentuk dan tinggi tubuh juga akan berubah sebagai tanda-tanda menstruasi pada anak. Pada saat anak melihat adanya kuncup payudara, seluruh tubuh sudah mulai tumbuh lebih cepat.

Baca Juga: Sakit Saat Menstruasi, Wajar Atau Berbahaya?

3. Tumbuhnya Rambut Kemaluan

Setelah kuncup payudara, tanda-tanda menstruasi pada anak perempuan mungkin anak memerhatikan adanya tanda-tanda pertama rambut kemaluan, di mana hanya beberapa helai rambut panjang yang tumbuh pada awalnya.

Anak akan menumbuhkan lebih banyak rambut kemaluan seiring waktu, dan rambut itu akan menjadi lebih keriting, lebih tebal, dan menyebar ke arah paha.

Bahkan, ada kemungkinan anak akan melihat beberapa rambut kemaluan terlebih dahulu sebelum payudara mulai tumbuh, tetapi kebanyakan orang melihatnya sebaliknya.

Anak perempuan Moms mungkin tidak akan melihat sehelai rambut pun di ketiak sampai saat menstruasi dimulai, atau sebelum itu.

4. Perubahan Bentuk Tubuh

Bentuk dan ukuran tubuh juga berubah dengan cepat sebelum menstruasi dimulai. Ini menjadi tanda-tanda menstruasi pada anak yang selanjutnya.

Percepatan pertumbuhan terbesar mungkin sekitar enam bulan hingga satu tahun sebelum menstruasi pertama (ini adalah kasus kebanyakan orang, tetapi bagi yang lain, bisa saja sebelum, dua tahun sebelumnya, atau bahkan setelah periode menstruasi pertama).

Jika Moms melacak tinggi badan anak perempuan, dan melihatnya berubah dengan cepat lalu mulai melambat, menstruasi pertama mungkin sedang dalam perjalanan.

Seiring dengan perubahan pada tinggi dan berat badan, wajar jika ukuran celana membesar saat pinggul melebar. Beberapa bagian tubuh akan menjadi lebih gemuk dan bulat, sementara bagian lainnya tetap sama.

Tanda-tanda menstruasi pada anak ini mungkin bisa diperhatikan bahwa dimulai sekitar waktu yang sama dengan kuncup payudara mulai tumbuh.

Seluruh bagian bawah perut ini yang kemudian disebut panggul. Vagina, rahim, dan ovarium ada di sana, dan ukurannya juga bertambah. Tanda-tanda menstruasi pada anak ini merupakan waktu yang tepat untuk pertumbuhan tubuh yang unik.

Jika anak merasa sedikit khawatir atau gugup tentang menstruasi, sebaiknya ajak mengobrol anak tentang hal ini, atau bicarakan dengan seseorang yang percaya, seperti dokter.

Baca Juga: Darah di Popok Bayi Perempuan, Benarkah Karena Menstruasi?

Persiapan Anak Menstruasi Pertama

Selain mengetahui tanda-tanda menstruasi pada anak, saat anak perempuan kesayangan Moms menstruasi pertama kali, pastikan Moms secara aktif menanyakan hal-hal yang ingin diketahui anak.

Lalu, apa saja persiapan ketika anak mengalami menstruasi pertama? Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan.

1. Mengetahui Waktu Menstruasi

anak menstruasi pertama

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Cara Natterson, dokter anak dari California, pertanyaan yang paling sering diajukan oleh anak saat menstruasi pertama adalah berapa lama waktu menstruasi akan berlangsung dan cara menjaga diri setiap bulannya.

“Moms bisa menjelaskan bahwa masa menstruasi mungkin tidak teratur pada awalnya. Namun, siklus menstruasi akan berjalan 25 sampai 35 hari. Darah yang keluar dapat berwarna merah, cokelat, atau bahkan kehitaman. Beritahu anak juga untuk selalu mengganti pembalutnya setiap 4 hingga 6 jam atau saat pembalut sudah terasa penuh,” ujar dr. Cara.

2. Mengajarkan Cara Memakai Pembalut

anak menstruasi pertama

Foto: Orami Photo Stock

Saat anak menstruasi pertama kali, mereka juga mungkin mengalami kebingungan bagaimana cara memakai pembalut yang tepat dan jenis pembalut yang sebaiknya digunakan.

Selain itu, mereka mungkin juga memiliki ketakutan ‘bocor’ saat sedang berada di sekolah.

“Saat membeli pembalut, sebaiknya Moms juga menunjukkan jenis-jenis pembalut yang tepat dan paling sesuai dengan anak. Ajarkan anak juga cara menggunakannya dengan tepat agar tidak bocor. Di dalam hal ini, Moms bisa dengan memberikan contoh. Ajarkan anak bahwa tidak ada yang menjijikkan dari hal tersebut dan semuanya adalah hal yang alamiah,” lanjut dr. Cara, menjelaskan.

Karena itu, jika anak mengalami tanda-tanda menstruasi pada anak, Moms juga perlu mempersiapkan dan mengajarkan tentang cara pemakaian dan bagaimana membuang pembalut yang benar.

3. Menjelaskan PMS

anak menstruasi pertama

Foto: Orami Photo Stock

Ada hal yang harus diketahui anak saat menstruasi pertama kali yaitu PMS (premenstrual syndrome).

Dilansir dari U.S. National Library of Medicine, PMS adalah beberapa gejala yang akan berlangsung sebelum menstruasi dan dapat memengaruhi emosional serta fisik.

Biasanya sebelum waktu menstruasi tiba, perempuan akan mengalami beberapa gejala seperti keputihan, perut kembung, muncul jerawat, keputihan, payudara nyeri, mudah emosi, atau malah mudah menangis. Sebaiknya Moms menjelaskan kepada anak bahwa hal tersebut normal.

Saat waktu menstruasi tiba, perempuan juga bisa merasakan nyeri haid seperti perut kram, sakit punggung, payudara terasa melunak, dan mood yang berubah-ubah.

Itu dia beberapa cara mempersiapkan anak saat menstruasi pertama kali, selain mengetahui tanda-tanda menstruasi pada anak. Selalu dampingi anak saat awal-awal masa menstruasinya karena mungkin tubuh terasa tidak nyaman.

Moms juga bisa memberikan makanan pereda nyeri haid, seperti yoghurt, pisang, bahan makanan berbahan dasar gandum, dan tidak lupa untuk banyak minum air hangat.

Baca Juga: Menstruasi Moms Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

Mengenal Premenstrual Syndrome (PMS)

mengenal premenstrual syndrome

Foto: Orami Photo Stock

Berbicara tentang menstruasi, termasuk tanda-tanda menstruasi pada anak, maka tidak asing dalam membahas premenstrual syndrome, atau lebih dikenal dengan istilah PMS.

Sindrom pramenstruasi (PMS) memiliki berbagai macam tanda dan gejala, termasuk perubahan suasana hati, payudara terasa lembut, mengidam makanan, kelelahan, lekas marah, dan depresi.

Diperkirakan sebanyak 3 dari setiap 4 wanita yang sedang menstruasi pernah mengalami beberapa bentuk sindrom pramenstruasi.

Mengutip Mayo Clinic, gejalanya cenderung berulang dalam pola yang dapat diprediksi. Tetapi perubahan fisik dan emosional yang dialami dengan sindrom pramenstruasi dapat bervariasi, dari yang terlihat sedikit sampai intens.

Ada daftar tanda dan gejala potensial untuk PMS, tetapi kebanyakan wanita hanya mengalami sedikit dari masalah ini.

Beberapa tanda dan gejala emosional dan perilaku meliputi: ketegangan atau kecemasan; suasana hati tertekan; menangis; perubahan suasana hati dan mudah tersinggung atau marah; perubahan nafsu makan dan mengidam makanan; kesulitan tertidur (insomnia); menarik diri dari kehidupan sosial; konsentrasi yang buruk; perubahan libido.

Sementara, untuk tanda dan gejala fisiknya bisa meliputi: nyeri sendi atau otot; sakit kepala; kelelahan; penambahan berat badan terkait dengan retensi cairan; perut kembung; nyeri payudara; muncul jerawat; sembelit atau diare; intoleransi alkohol.

Bagi beberapa orang, rasa sakit fisik dan stres emosional cukup parah dan bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Terlepas dari tingkat keparahan gejala, tanda dan gejala umumnya hilang dalam waktu empat hari setelah dimulainya menstruasi bagi kebanyakan wanita.

Dalam The Lancet Journal, sekitar 5-8 persen wanita menderita sindrom pramenstruasi yang parah (PMS); sebagian besar wanita ini juga memenuhi kriteria untuk gangguan disforik pramenstruasi atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

Tanda dan gejala PMDD termasuk depresi, perubahan suasana hati, kemarahan, kecemasan, perasaan kewalahan, kesulitan berkonsentrasi, mudah tersinggung dan tegang.

Baca Juga: Berapa Lama Harus Mengganti Pembalut Saat Menstruasi?

Itu dia Moms, penjelasan mengenai tanda-tanda menstruasi pada anak. Moms bisa mendampingi anak perempuan kesayangan memasuki masanya beranjak dewasa sehingga ia juga lebih memahami dan mencintai tubuhnya sendiri.

Artikel Terkait