3-5 TAHUN
19 Juli 2019

Anak Punya Idola, Ternyata Ini 4 Manfaatnya untuk Perkembangan Psikologis

Bahkan sejak usia 1 tahun, Si Kecil sudah punya idola, lho.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Anak punya idola tidak terbatas pada anak yang sudah besar atau usia remaja. Bahkan sejak berusia 1 tahun, Si Kecil sudah punya idola.

Ia bisa mendadak antusias saat Moms menyetelkan film karakter kesukaannya, misalnya My Little Pony, Tayo, atau Thomas and Friends. Beranjak balita, bisa saja anak punya idola youtuber cilik yang videonya sering ia tonton di Youtube.

Beberapa Moms mungkin merasa khawatir ketika Si Kecil mulai menunjukkan rasa suka yang berlebihan pada tokoh atau karakter idolanya. Padahal, menurut Dr. Alan Ravitz kepada Child Mind Institute di laman www.medicaldaily.com, anak punya idola adalah fase alami dan normal dari perkembangan dan pertumbuhan anak.

Menurut Ravitz, hal ini sebenarnya bagian dari perkembangan yang sehat. Dan ini adalah adalah waktu bagi Si Kecil untuk membangun kemandirian psikologis dan emosional. Memangnya, apa saja dampak psikologis apabila anak punya idola? Cek di bawah ini, seperti dilansir dari woman.forumdaily.com.

1. Mendorong Si Kecil Memiliki Cita-cita di Luar Pakem

Anak Punya Idola, Ternyata Ini 4 Manfaatnya untuk Perkembangan Psikologis 01.jpg

Foto: woman.forumdaily.com

Si Kecil bisa mengidolakan siapa saja, mulai dari penyanyi, Youtuber, super hero, hingga tokoh binatang yang ada di film kartun kesukaannya.

Hal ini bisa memengaruhi preferensi cita-cita anak kelak. Ia tak akan lagi terpaku pada profesi-profesi umum seperti dokter, guru, polisi, atau astronot. Cita-citanya menjadi jauh lebih kreatif, misalnya menjadi Youtuber, pemilik toko bunga, peneliti hewan, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Bikin Kangen, Ini 6 Boyband Indonesia yang jadi Idola Anak 90an

2. Membantu Si Kecil Membedakan Antara 'Baik' dan 'Buruk'

Anak Punya Idola, Ternyata Ini 4 Manfaatnya untuk Perkembangan Psikologis 02.jpg

Foto: blog.partyworld.ie

Selain belajar dari Moms dan Dads, Si Kecil juga akan belajar dari para idolanya ini untuk memahami dunia di sekitarnya. Tokoh idola Si Kecil tentulah memiliki karakter yang melekat dalam dirinya. Entah itu sebagai pahlawan super, remaja yang jenius, penyihir yang kreatif, atau kucing yang jahil.

Nah, dengan bantuan Moms, anak-anak bisa belajar mengenali karakter baik dan buruk melalui tokoh idolanya. Misalnya, saat si super hero melawan penjahat, Si Kecil akan tahu bahwa menolong sesama seperti yang dilakukan si super hero adalah nilai baik yang harus ditiru, sedangkan nilai buruk pada si penjahat tak boleh ia tiru.

Baca Juga: Imutnya James Viscount Severn, Cucu Termuda Ratu Elizabeth II yang Bakal Jadi Idola di Masa Depan

3. Jalan bagi Si Kecil untuk Menemukan Teman

Anak Punya Idola, Ternyata Ini 4 Manfaatnya untuk Perkembangan Psikologis 03.jpg

Foto: thepragmaticparent.com

Samantha Olson, penulis dan ahli psikologis keluarga dari Amerika Serikat, berkata bahwa pembicaraan soal idola adalah kunci bagi Si Kecil untuk menemukan teman dan berada di gelombang yang sama dengan teman sekelas, anak-anak sebaya, dan bahkan saudara-saudaranya.

Bagi Si Kecil, idola anak menjadi topik diskusi dan alasan untuk menerima atau tidak menerima 'pendatang baru' di lingkaran mereka.

Baca Juga: 4 YouTubers Cilik Indonesia Idola Anak-anak

4. Membuat Si Kecil Percaya pada Kekuatan di Dalam Dirinya

Anak Punya Idola, Ternyata Ini 4 Manfaatnya untuk Perkembangan Psikologis 04.jpg

Foto: huffingtonpost.com

Super hero identik dengan memiliki kelebihan atau bahkan kekuatan super, yang di mata Si Kecil, digunakan untuk kepentingan dunia. Hal ini dapat membuat Si Kecil percaya diri pada kekuatannya, serta memotivasi Si Kecil untuk menjadi lebih baik.

Begitu pula dengan idola anak yang merupakan seorang Youtuber, influencer, atau artis. Ketenaran para idola anak ini akan memberi Si Kecil banyak pelajaran tentang arti kerja keras, kreativitas, dan mengelola kesuksesan.

Jadi, apa anak punya idola? Siapapun idolanya, pastikan Moms membantu Si Kecil untuk menemukan nilai-nilai positif dari sosok yang diidolakannya, ya.

(VAN)

Artikel Terkait