BALITA DAN ANAK
6 Agustus 2019

Anak Suka Ambil Barang Orang Lain, Ketahui Cara Membedakan Pencuri dan Kleptomania

Seorang kleptomania mengambil barang bukan demi mendapatkan keuntungan ekonomis
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Mengambil barang yang bukan kepunyaan merupakan perbuatan yang salah secara nilai dan moral.

Namun, saat usai mengunjungi toko, ke rumah teman, atau bahkan di sekolah, Moms melihat di dalam tasnya ia memiliki barang yang bukan miliknya.

Lalu, apakah ini merupakan pertanda bahwa Si Kecil pencuri? Atau jangan-jangan anak merupakan seorang kleptomania? Apa yang sebenarnya membedakan dua perilaku ini?

Baca Juga: Anak Mencuri, Bagaimana Mengatasinya?

Perbedaan Kleptomania dan Pencuri

anak klepto-1.jpg

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak & Remaja RS Pondok Indah-Pondok Indah dr Gitayanti Hadisukanto, Sp. KJ (K), mengatakan adanya perbedaan dari dua perilaku ini.

"Pencuri mengambil milik orang lain dengan tujuan atau motivasi ekonomis, yaitu menginginkan dan membutuhkan barang yang diambilnya secara cuma-cuma tanpa harus membayar," jelasnya.

Lebih lanjut, dr Gitayanti menekankan bahwa seorang pencuri akan menggunakan atau menjual kembali benda-benda yang dicurinya agar mendapatkan keuntungan secara ekonomis.

"Sedangkan kleptomania adalah orang yang mengambil atau mencuri benda-benda yang tidak dibutuhkannya atau benda-benda yang sudah dimilikinya," terangnya.

Ia menambahkan, tidak ada motivasi ekonomis pada penderita kleptomania, sehingga benda-benda yang dicurinya tidak digunakan atau dibiarkan saja tanpa dimanfaatkan.

Baca Juga: Gangguan Perilaku dan Emosi pada Anak, Haruskah ke Dokter?

Anak Usia Muda Masih Sulit Paham Konsep Kepemilikan

anak klepto-2.jpg

Dalam sebuah tulisan di PsychCentral yang ditulis oleh Elvira G. Aletta, Ph.D. psikolog klinis dan pendiri Explore What's Next, ia mengetahui bahwa dalam satu waktu, anak akan mengambil sesuatu yang bukan milik mereka.

"Perri Klass, M.D., dokter anak dari staf Fakultas Kedokteran Universitas Boston, berkonsultasi dengan para pakar perkembangan anak. Ia mempelajari bahwa sebagian besar anak akan mengambil sesuatu yang bukan milik mereka pada suatu waktu," tulis Elvira.

Anak-anak usia 2-4 tahun akan mengambil sesuatu, mungkin karena mereka masih berusaha memahami konsep "milik saya vs milik Anda" dan konsep "berbagi" secara umum.

Sementara, anak usia 5-8 tahun sudah mengetahui tentang aturan kepemilikan.

"Jika mereka mengambil sesuatu yang bukan milik mereka, mereka akan menyembunyikannya, bahkan menyangkal mereka mengambilnya jika ketahuan. Ini ternyata sangat umum," jelas Elvira.

Ini juga dinamakan sebagai "fase pengujian", di mana anak akan berusaha mencari tahu apa yang terjadi jika dirinya ketahuan mengambil sesuatu. Di fase ini, merupakan momen di mana anak bisa diajarkan.

"Anak yang mengambil barang hanya mengagumi apa yang tidak mereka miliki dan mengambilnya. Orang tua perlu khawatir tetapi jangan menjadi terlalu khawatir karena ini adalah perilaku tetap," terang Elvira lagi.

Baca Juga: Ternyata Ini 5 Penyebab Anak Suka Mencuri

Namun, perlu dikhawatirkan bila anak usia 8 tahun ke atas mengambil barang dan masih tidak berhenti mengambil bahkan setelah diingatkan atau menjadi marah atau cemas sebagai bentuk akting.

"Jika anak sekolah menengah mencuri uang, Anda harus khawatir jika ada narkoba, alkohol dan pengaruh-pengaruh lain terlibat dalam kehidupan anak itu. Pola mencuri tanpa penyesalan juga dapat menandai masalah serius, dan anak itu perlu bantuan segera," tulis Elvira yang mengutip artikel Dr. Klass di New York Times.

Bila khawatir tentang perilaku anak yang seperti ini, Moms bisa membicarakan dengan dokter anak untuk membahas masalah tersebut dan mendapatkan rujukan ke profesional kesehatan perilaku yang sesuai.

Respons Moms juga penting diperhatikan ketika memergoki atau mengetahui anak melakukan pencurian atau berperilaku kleptomania.

"Mereka (anak-anak) perlu dihentikan, mereka perlu membayarnya, dan mereka perlu meminta maaf. Tetapi, mereka tidak boleh dibawa ke penjara seolah-olah mereka pasti akan menjadi penjahat selamanya," tutup Dr. Klauss.

Ternyata, mencuri dan kleptomania adalah dua hal yang cukup berbeda. Namun, keduanya harus sama-sama dihentikan dan diberi pengertian.

Artikel Terkait