3-5 TAHUN
8 Oktober 2020

Anak Tidak Mau Makan Sendiri Padahal Sudah Besar, Harus Bagaimana?

Ini penyebabnya, lengkap dengan tips agar anak mau makan sendiri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sebagian Moms lebih suka menyuapi Si Kecil karena tidak berantakan. Namun, sekarang anak tidak mau makan sendiri padahal sudah besar. Bagaimana, ya, cara membiasakan Si Kecil makan sendiri?

Ada beberapa alasan Moms memilih menyuapi Si Kecil daripada membiarkannya makan sendiri. Selain agar tidak berantakan, juga supaya cepat selesai dan Si Kecil makan banyak. Kebiasaan ini sering dilakukan oleh Moms yang punya anak dengan berat badan rendah.

Karena tidak dibiasakan sejak kecil, sekarang Si Buah Hati jadi “manja”. Maunya disuapi terus. Padahal, usianya sudah lebih dari tiga tahun dan tidak ada masalah dengan motorik halusnya. Ya, sebenarnya Si Kecil sudah terampil menggunakan tangan dan sendok untuk makan, tapi malas makan sendiri.

Kalau disuguhi makanan untuk disantap sendiri, ia malas menyentuhnya atau makan sedikit saja. Namun, kalau disuapi, makannya kembali normal.

Moms jadi khawatir Si Kecil tidak makan saat sudah sekolah kelak karena tidak ada yang menyuapinya. Alhasil, setiap waktu makan jadi seperti medan perang!

Baca Juga: 8 Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri

Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sendiri

Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sendiri.jpg

Foto: Anastasia Shuraeva from Pexels

Menurut Belinda Agustya, psikolog anak dari Rainbow Castle, ada banyak penyebab anak tidak mau makan sendiri. Ada yang berhubungan dengan psikologis Si Kecil, ada juga yang berkaitan dengan masalah sensori dan oral motor.

Penyebab anak tidak mau makan sendiri di antaranya:

  • Tidak mau makan makanan tertentu (gerakan tutup mulut/GTM)
  • Makan sambil jalan-jalan
  • Gagging (reaksi tubuh menolak makanan yang masuk karena terlalu besar, misalnya)
  • Terbiasa makan sambil main atau menonton gadget
  • Tidak nyaman dengan tekstur makanan dan tidak suka kotor (masalah sensori)
  • Dan lain-lain

Jika Si Kecil tidak mengalami masalah-masalah di atas, mungkin Si Kecil sekadar manja. Namun jika Moms khawatir dengan kondisi Si Kecil, apalagi jika masalahnya sudah berlarut-larut, sebaiknya konsultasikan pada ahlinya.

Baca Juga: 8 Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri

Bolehkah Tegas Tidak Menyuapi Anak agar Ia Terbiasa Makan Sendiri?

Bolehkah Tegas Tidak Menyuapi Anak Tidak Mau Makan Sendirii.jpg

Foto: Andrea Piacquadio from Pexels

Sebagian Moms memilih bersikukuh tidak menyuapi Si Kecil sama sekali saat melatih Si Kecil makan sendiri. Moms meletakkan makanan di hadapan Si Kecil lalu membiarkannya makan sendiri. Katakan bahwa “Kakak sekarang sudah besar. Harus bisa makan sendiri, ya, tidak disuapi Moms lagi.”

Setelah waktu tertentu (misalnya 30 menit), ambil makanannya walaupun belum disentuh. Saat Si Kecil merasa lapar, ia akan « terpaksa » makan sendiri. Jika Moms konsisten melakukan ini, Si Kecil akan makan sendiri paling lambat dalam waktu tiga hari. Kuncinya, harus « tega » dan pantang menyerah!

Namun, psikolog anak Try Yulike S.W., M.Psi., memilih tidak se-strict itu. Ia lebih suka melatih anak pelan-pelan untuk bisa makan sendiri. Baginya, tidak masalah kalau anak sesekali minta disuapi. Namanya juga anak-anak, pasti ada kalanya manja, sedang sakit, atau lelah.

Baca Juga: Makan Sendiri yuk, Nak…

Hal yang penting baginya adalah anak sudah bisa memegang alat makan dan memasukkan makanan sendiri ke mulut tanpa dibantu. Jika ada kendala fisik seperti Si Kecil kesulitan memegang alat makan atau postur tubuhnya, Si Kecil perlu diperiksakan pada ahlinya.

Ia juga mempertimbangkan usia Si Kecil. Menurut Yayang, anak umur 4-5 tahun disuapi masih wajar. “Kalau sudah besar, misalnya usia SD, mungkin oke kalau mau ditegasi,” ujar Yayang. Sebab, tubuh Si Kecil yang berusia enam tahun ke atas sudah lebih matang sehingga diharapkan sudah mampu makan sendiri.

“Jika anak tidak mau makan sendiri, mungkin ada hal lain seperti masalah attachment, sehingga Si Kecil mau dekat-dekat orang yang menyuapi terus, dan sebagainya,” jelas Yayang.

Beberapa Moms juga menanggapi masalah ini dengan santai. Mereka membiarkan Si Kecil makan sendiri di awal. Jika makanan belum habis dan Si Kecil sudah malas makan sendiri, Moms membantu menyuapinya.

Apa efeknya jika balita masih disuapi? “Paling-paling kemandiriannya kurang. Stimulasi koordinasi mata dan tangan dalam proses makan juga kurang terlatih,” Yayang berpendapat.

Tips Menghadapi Anak Tidak Mau Makan Sendiri

Tips Menghadapi Anak Tidak Mau Makan Sendiri.jpg

Foto: Andrea Piacquadio from Pexels

Ini cara membiasakan Si Kecil makan sendiri secara pelan-pelan:

  • Selang-seling. Misalnya, suapan pertama anak makan sendiri, suapan kedua Moms yang menyuapi, suapan ketiga anak makan sendiri lagi, dan seterusnya. Berikutnya diubah, misalnya “Kalau Kakak makan sendiri tiga suap pertama, nanti Moms suapi tiga sendok berikutnya.” Makin lama, suapan anak makin banyak dan suapan Moms berkurang.
  • Beri reward jika Si Kecil berhasil makan sendiri dari awal sampai akhir
  • Apresiasi usaha sekecil apapun yang Si Kecil lakukan. Kalaupun suapan anak saat makan sendiri berkurang, tetap sampaikan “Terima kasih, ya, Kakak sudah mau mencoba makan sendiri. Besok coba lebih banyak lagi, ya.”
  • Tunjukkan ekspresi betapa nikmatnya makan sendiri.
  • Untuk anak yang memiliki sensitivitas sensori dan mudah jijik, siapkan tisu atau lap tangan dan mulut di dekatnya saat ia makan sendiri. Jika mereka makan berantakan dan jadi kesal karenanya, segera bersihkan.

Baca Juga: Ini Dia Usia Tepat Anak Belajar Makan Sendiri

Perlukah memberikan hukuman jika anak tidak mau makan sendiri, seperti tidak boleh makan dessert? Yayang sendiri memilih menghindari hukuman dan menciptakan suasana positif saat makan.

Ia juga merasa tidak masalah jika Si Kecil tidak mau makan nasi dan lebih suka ngemil. Tantangannya adalah membuat camilan yang bergizi, misalnya mengandung sayur dan protein.

Menurut situs web Your Kids Table, apapun alasan anak tidak mau makan sendiri, kuncinya sama, yakni konsistensi, kesabaran, dan berlatih bersama. Semoga berhasil, Moms!

Artikel Terkait