BAYI
30 Agustus 2019

Anak Tya Ariestya kena ISK, Yuk Kenali ISK pada Bayi

ISK pada bayi di bawah 1 tahun merupakan hal yang mangkhawatirkan
placeholder

Foto: instagram.com/tya_ariestya

placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kabar kurang baik datang dari Tya Ariestya. Anak keduanya, Muhammad Kalundra Ratinggang menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK). Hal ini disampaikan langsung oleh Tya Ariestya di Instagram Story akunnya.

“Cerita Kalundra di bulan ke-3 dan ke-4 naiknya cuma sedikit banget. Padahal dua bulan pertama naiknya 1,5 kg. Ternyata setelah dicek Kalundra kena ISK,” tulis Tya Ariestya dalam Instagram Story-nya.

Tya Ariestya juga mengatakan bahwa sebagai pengobatannya, sang anak harus melakukan treatment selama 10 hari ini dengan minum obat antibiotik yang diresepkan.

Setelahnya, dilihat kembali bagaimana bakteri penyebabnya dengan melakukan tes urin kembali. Bila sudah sembuh, ia berencana akan melanjutkannya dengan sunat.

Berbicara mengenai ISK pada bayi mungkin masih jarang terdengar. Sebagai antisipasi, ada baiknya kita mengenal ISK pada bayi sedikit lebih dalam. Simak penjelasannya di bawah ini ya Moms.

Baca Juga: Tya Ariestya Anniversary Ke-5, Ini 5 Potret Kemesraannya dengan Sang Suami

Tentang ISK pada Bayi

ISK pada bayi

Foto: parents.com

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri pada kandung kemih dan kadang-kadang pada ginjal. Infeksi kandung kemih disebut juga sistitis. Infeksi kandung kemih terjadi ketika bakteri naik dari uretra ke kandung kemih.

Biasanya uretra dilindungi, tetapi jika teriritasi oleh busa mandi atau sampo, bakteri dapat tumbuh di sana. Selain itu, menyeka secara sembarangan setelah buang air besar juga dapat menyebabkan iritasi. Infeksi kandung kemih perlu segera diobati agar infeksi tidak menyebar ke ginjal.

“ISK pada bayi jarang terjadi, bahkan pada anak usia 5 tahun saja hanya sekitar 8 persen anak perempuan dan satu hingga dua persen anak laki-laki memiliki setidaknya satu ISK,” ujar Dr. Caleb Nelson, ahli urologi di Departemen Urologi Rumah Sakit Anak Boston.

Menurut Dr. Caleb Nelson, faktor-faktor anatomi, seperti kebiasaan buang air besar (frekuensi pipis), sembelit, dan faktor-faktor lain dapat berkontribusi pada peningkatan risiko infeksi.

Dr Caleb Nelson mengatakan bahwa ISK pada bayi adalah hal yang mengkhawatirkan

Baca Juga: Macam-Macam Infeksi Saluran Kemih, Bisa Berpengaruh ke Ginjal!

Penyebab ISK pada Bayi

ISK pada bayi

Foto: drasuzanavieira.med.br

Infeksi saluran kemih terjadi ketika mikroorganisme tertentu (biasanya bakteri dari saluran pencernaan) menempel pada pembukaan uretra (tabung berlubang yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh).

Mikroorganisme berjalan kembali ke kandung kemih, di mana mereka mulai berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Sebagian besar infeksi berasal dari bakteri Escherichia coli (E. coli), yang sering ditemukan di usus besar.

“Tidak semua bentuk E. coli menyebabkan infeksi; strain penyebab penyakit tertentu bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi pada anak yang sehat,” kata Dr. Caleb Nelson.

Baca Juga: Cegah Infeksi Saluran Kemih, Ini 4 Tips Memakai Toilet Umum

Gejala ISK pada Bayi

ISK pada bayi

Foto: blogs.ohsu.edu

Pada bayi dan balita, indikasi utama ISK biasanya adalah demam. ISK harus dipertimbangkan pada setiap anak kecil yang demam, walaupun mungkin demamnya terjadi karena berbagai alasan.

Anak yang lebih besar sering dapat menggambarkan gejala-gejala kemih seperti buang air kecil yang menyakitkan, urgensi atau frekuensi pipis, atau kebocoran urin. Dokter anak dapat membantu mencari tahu apa yang terjadi dengan Si Kecil

Sebagian besar anak-anak yang telah mengalami ISK tidak akan mengalami lagi. Namun, ISK berulang merupakan masalah yang signifikan dan penting untuk menemui spesialis urologi pediatrik untuk pengujian lebih lanjut.

Penanganan terhadap ISK

ISK pada bayi

Foto: webmd.com

Perawatan utama untuk ISK biasanya adalah antibiotik. Penting untuk mengonsumsi antibiotik sejak awal dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan untuk mencegah infeksi memburuk dan kemungkinan merusak organ, seperti ginjal.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Tak Boleh Menahan Pipis Terlalu Lama

Dokter anak mungkin juga menyarankan perawatan untuk mengurangi gejala ISK, termasuk obat-obatan untuk mengurangi demam dan / atau rasa sakit dan peningkatan asupan cairan.

Setelah melakukan perawatan dengan obat antibiotik, dokter akan meminta Moms untuk membawa anak kembali untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan ISK sudah sembuh.

Evaluasi lebih lanjut (USG ginjal dan kandung kemih, cystourethrogram batal, atau tes lainnya) biasanya dianjurkan untuk setiap anak yang memiliki ISK.

Jika Si kecil memiliki gejala-gejala di tas, jangan anggap remeh ya Moms. Segera temu dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Artikel Terkait