SELEBRITI
5 November 2019

Andien Luncurkan Buku "Belahan Jantungku", Ceritakan Proses Menjadi Ibu dan Pendewasaan Diri

Di buku ini, Andien juga berkolaborasi dengan para narasumber dan teman-temannya
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebagai seorang seniman yang konsisten dalam menciptakan karya seni, kali ini Andien Aisyah merilis sebuah buku berjudul "Belahan Jantungku".

Namun, buku ini bukan merupakan buku parenting. Andien mengakui "Belahan Jantungku" sebagai buku tentang perjalanannya menjadi seorang ibu dan perempuan yang lebih matang.

"Sekilas orang mungkin mengira buku parenting, tapi sebenarnya ini seperti buku inspirasi. Banyak bahasan tentang pengalamanku sebelum dan sesudah menjadi ibu. Ada juga beberapa bab yang menuliskan perjalananku sebagai seorang perempuan," ungkap Andien dalam "Belahan Jantungku" Intimate Gathering pada Senin (4/11/2019) di _Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan.

Dalam siaran pers, Andien juga menjelaskan, "Walaupun sarat pengalaman personal, buku ini hadir untuk saling berbagi cerita, tentang ketidaktahuanku dan ketidakpercayaan diriku yang malahan menuntun pada pertemuan dengan beberapa orang yang sangat berarti di persimpangan jalan."

Baca Juga: 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

Proses Pembuatan Buku "Belahan Jantungku" yang Tidak Selalu Mulus

andien merilis buku-4.JPG

Foto: Siaran Pers

Menurut Bentang Pustaka, proses pembuatan buku ini dimulai dari awal 2018, dengan proses yang lebih intensif berlangsung antara bulan Mei hingga Juli 2019, saat Andien berkolaborasi dengan teman satu komunitasnya, R. Kenyasentana.

"Awalnya, Mbak Andien kami approach via e-mail, ingin mengobrol tentang gagasan dan konsep. Alhamdulilah, ajakan saya disambut baik oleh Mbak Andien," jelas Nadia, editor Penerbit Bentang Pustaka.

Andien pun mengakui sempat memiliki beberapa rintangan dalam proses pembuatan bukunya ini.

"Prosesnya maju-mundur, dari yakin jadi enggak yakin, aku merasa enggak percaya diri sampai kembali pede. Bahkan hingga kontrak diperbarui karena sudah kedaluwarsa," terang Andien.

Namun, ia merasa bersyukur karena buku ini telah dirilis, dan berterima kasih berkat kegigihan kerjasama dari pihak penerbit Bentang Pustaka, dan R. Kenyasentana.

"Prosesnya memang lama dan tidak semulus yang diperkirakan, tetapi itu hal yang disyukuri. Obstacle-nya lebih ke timing sebenarnya, sampai akhirnya kami bertemu Mbak Kenya, baru saat yang tepat meluncurkan buku 'Belahan Jantungku' di 2019," ungkap Nadia.

Baca Juga: 5 Artis Indonesia yang Menelurkan Buku Laris

Ragam Topik yang Ditulis Andien di Buku "Belahan Jantungku"

andien merilis buku-2.JPG

Foto: Siaran Pers

Di buku "Belahan Jantungku", Andien memberikan sedikit 'bocoran' bahwa ada banyak topik yang ia tuangkan ke dalam buku ini.

Mulai dari gaya parenting Andien pada anaknya, Anaku Askara Biru, seperti gentle birth, baby-led weaning (BLW), hingga stimulasi anak.

Andien juga berkolaborasi dengan beberapa teman dan narasumber, mulai dari Reza Gunawan, dr. Ratih Ayu Wulandari, Najelaa Shihab, Nia Umar, Irene Mongkar, Fonda & Tantan Kuswandi, Coach Yusa Aziz, hingga Gobind Vashdev.

"Bisa dibilang, buku ini merangkum banyak hal. Pada bab-bab pertama itu akan membahas kehamilan, kelahiran, ibu menyusui, menyapih, topik stimulasi, dan makan," jelas Andien.

Untuk bab selanjutnya, Andien akan membahas pola asuh, seperti pentingnya mendekatkan anak dengan alam, dilanjutkan dengan perlu mengasuh diri sendiri sebelum mengasuh anak. Di bab terakhir, Andien menulis tentang bagaimana perempuan harus mendukung perempuan lain.

Baca Juga: Buku Parenting yang Wajib Dibaca oleh Orang Tua Baru

Pesan Positif yang Ingin Disampaikan Andien Lewat "Belahan Jantungku"

andien merilis buku-3.JPG

Foto: Siaran Pers

Andien mengatakan, bahwa menulis menjadi media baginya untuk bisa berekspresi dengan bebas. Karena ia merasa memiliki keterbatasan untuk berekspresi di media sosial.

"Aku punya keterbatasan berekspresi di media sosial. Terutama lagu, aku terbiasa menulis lirik dengan makna tersirat. Buku adalah mediaku untuk menceritakan kisah personal dengan sangat tersurat. Aku semakin perlu untuk menulis karena butuh media untuk bisa berekspresi dengan bebas," jelas Andien.

Lewat buku "Belahan Jantungku", Andien ingin menyampaikan pesan bahwa tidak ada perempuan yang sempurna.

"Aku ingin cerita, kalau tidak ada perempuan yang sempurna, kita semua ini bisa kuat karena kita pernah rapuh. Momen ini yang banyak aku share. Aku ingin buku ini bisa menjadi sahabat bagi pembaca. Ingin bilang kalau kita enggak sendiri," terang Andien.

Kedepannya, Andien juga berharap agar buku "Belahan Jantungku" bisa menjadi referensi diskusi, tidak hanya sampai halaman terakhir di buku ini, tetapi juga dapat menginspirasi orang lain.

Dengan tulisan yang ringan, menarik, dan mudah dipahami bahkan oleh masyarakat awam, buku "Belahan Jantungku" sudah bisa dipesan secara online hingga 7 November 2019.

Harga buku khusus pre-sale adalah Rp97.750 (harga asli Rp115.000), dan tersedia secara online melalui situs dan Reading Partner yang dapat dilihat di bit.ly/pesanbelahanjantungku.

Artikel Terkait